Penyebab Janin Terlalu Aktif Bergerak, Benarkah Tanda Anak Hiperaktif?

Penyebab janin aktif bergerak adalah karena usia janin yang semakin matang
Sebagian ibu merasakan bayinya aktif di malam hari, namun ada juga yang aktif bergerak di pagi hingga sore hari

Setiap kehamilan adalah perjalanan yang unik. Wajar jika ada rasa khawatir dan ingin mencari tahu penyebab janin terlalu aktif bergerak, atau sebaliknya: kurang aktif bergerak. Hal ini wajar karena janin dalam kandungan bisa melakukan lebih dari sekadar “menendang”.

Ketika usia kehamilan memasuki bulan kelima, biasanya ibu mulai merasakan gerakan-gerakan kecil dari janinnya. Lagi-lagi, pola gerakan ini berbeda antara satu bayi dan lainnya. 

Ada yang merasakan bayinya aktif saat akan beranjak tidur di malam hari. Sebaliknya, ada juga yang merasa bayinya ikut aktif bergerak selama sang ibu beraktivitas di pagi hingga sore hari.

Penyebab janin terlalu aktif bergerak

Sebenarnya istilah “terlalu aktif bergerak” adalah hal yang relatif bagi setiap janin yang ada dalam kandungan. Ada ibu yang merasa janinnya sangat aktif bergerak padahal itu wajar, ada pula yang merasakan sebaliknya.

Umumnya, janin dalam kandungan mulai bergerak saat usia 7 minggu. Pada masa ini, janin mulai bisa menggerakkan leher mereka. 

Perlahan seiring dengan pertumbuhan usianya, akan ada banyak pola gerakan baru, yang membuat sang ibu ingin tahu penyebab janin terlalu aktif bergerak. Beberapa di antaranya adalah:

1. Gerakan repetitif

Saat bayi bertumbuh, secara bertahap akan ada gerakan-gerakan baru yang bersifat repetitif. Contohnya seperti cegukan, menguap, mengisap jempol, atau menggerakkan tangan dan kaki mereka. Ketika usia kehamilan memasuki minggu ke-16 hingga ke-18, ibu mulai bisa merasakan gerakan yang lebih kuat seperti tendangan dan pukulan.

2. Gerakan refleks

Penyebab janin terlalu aktif bergerak berikutnya adalah gerakan refleks dan alami bayi. Pada awal usia kehamilan, gerakan bayi lebih bersifat refleks dan dikendalikan sumsum tulang belakang. Namun seiring dengan menuanya usia kehamilan, gerakan mereka menjadi lebih terkoordinasi dan dikendalikan otak.

3. Janin butuh bergerak

Janin yang masih dalam kandungan juga memerlukan waktu untuk bisa bergerak, terutama untuk pertumbuhan tulang dan persendiannya. Bahkan dalam jurnal yang dirilis European Cells and Materials, janin yang jarang bergerak bisa saja mengalami cacat bawaan lahir seperti tulang yang tidak tumbuh seperti seharusnya.

4. Usia janin

Salah satu penyebab janin terlalu aktif bergerak atau terasa seperti itu adalah usia janin. Dalam penelitian Journal of the Royal Society Interface, tendangan bayi yang berusia 20 minggu dan 30 minggu sangat berbeda. Analoginya, bayi berusia 20 minggu akan terasa seperti tendangan seberat 2 kg sementara pada usia 30 minggu, yang terasa adalah 2 kali lipat.

5. Gerakan pernapasan

Perlu diingat bahwa janin dalam kandungan juga melakukan gerakan pernapasan. Memang janin tidak benar-benar menghirup oksigen, namun mereka melakukan gerakan seperti bernapas – hanya saja dengan media air ketuban

Menariknya lagi, janin yang tidak melakukan hal ini cenderung memiliki masalah pernapasan saat lahir. Penyebabnya adalah karena janin belum benar-benar membuat otot dada mereka berkembang.

6. Kehamilan kedua dan seterusnya

Kondisi kehamilan ibu juga kerap dianggap sebagai salah satu penyebab janin terlalu aktif bergerak. Umumnya, kehamilan anak kedua dan seterusnya membuat ibu jauh lebih sensitif ketimbang kehamilan pertama. 

Benarkah janin yang terlalu aktif bergerak tanda anak hiperaktif?

Pemeriksaan USG untuk mengetahui gerakan janin
Bila Anda khawatir dengan gerakan janin, Anda bisa melakukan pemeriksaan USG

Tidak ada keterkaitan antara janin terlalu aktif bergerak dengan tanda-tanda anak hiperaktif nantinya. Bahkan orangtua perlu merasa tenang ketika janin banyak bergerak karena itu tanda mereka tumbuh dengan baik.

Tak hanya memastikan bayi terlahir dengan sempurna saat waktunya tiba saja, tapi janin yang aktif bergerak juga menandakan bahwa sistem saraf motorik mereka sedang bersiap untuk lahir ke dunia.

Apabila sang ibu masih khawatir apakah janinnya terlalu aktif bergerak atau justru kurang aktif, ada baiknya melakukan tracking seberapa banyak bayi menendang dalam sehari. Terlebih, saat kehamilan sudah memasuki trimester ketiga.

Mungkin ada ibu hamil yang merasa kurang nyaman ketika gerakan bayi sudah semakin kuat, namun tentu hal itu tidak akan berlangsung lama. Itulah tangan dan kaki mungil yang nantinya akan membawa mereka berpetualang ke dunia, so enjoy while it lasts!

Motherly. https://www.mother.ly/news/its-science-those-baby-kicks-you-feel-during-pregnancy-are-strong-enough-to-kick-a-ball?rebelltitem=3#rebelltitem3
Diakses 20 Januari 2020

Baby Centre. https://www.babycentre.co.uk/x25015781/is-my-baby-moving-too-much
Diakses 20 Januari 2020

Parents. https://www.parents.com/pregnancy/stages/what-do-irregular-baby-kicks-mean/
Diakses 20 Januari 2020

Live Science. https://www.livescience.com/62928-why-babies-kick.html
Diakses 20 Januari 2020

Artikel Terkait