Penyebab Janin Belum Masuk Panggul, Haruskah Bunda Khawatir?


Penyebab janin belum masuk panggul tidak diketahui secara pasti. Namun, kondisi ini bukan suatu bahaya, karena turunnya janin ke panggul bisa saja baru terjadi beberapa jam sebelum persalinan.

(0)
28 Nov 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Penyebab janin belum masuk panggul belum diketahui secara pastiPenyebab janin belum masuk panggul tidak perlu dikhawatirkan
Janin masuk panggul adalah salah satu tanda bayi sudah siap keluar dari rahim. Waktu dimulainya perubahan posisi bayi ini bisa berbeda-beda. Namun tidak jarang, para ibu menerka-nerka, apa penyebab janin belum masuk panggul meski sudah mendekati hari perkiraan lahir (HPL)?Sebenarnya, tidak ada penyebab khusus terjadinya janin belum masuk panggul meski hari-hari persalinan sudah semakin dekat. Pasalnya, setiap ibu bisa merasakan tanda terjadinya kondisi ini di waktu berlainan, mulai dari beberapa minggu sebelum persalinan hingga beberapa jam sebelum melahirkan.Oleh karena itu, ibu tidak perlu khawatir apabila posisi janin dirasa belum turun meskipun sudah mendekati HPL.

Penyebab janin belum masuk panggul

Perubahan posisi janin menjadi lebih ke bawah dan masuk ke panggul yang merupakan jalan lahir, adalah salah satu mekanisme alami sebelum persalinan dimulai.Ketika tubuh mulai mempersiapkan persalinan, bayi akan turun ke panggul atau mengalami dropping atau lightening. Gerakan ini secara alami dilakukan bayi untuk mendekati jalur lahir. Namun, penyebab janin belum masuk panggul sendiri bisa berbeda-beda pada setiap wanita.Jika ini adalah kehamilan pertama Anda, janin mungkin akan mulai masuk ke panggul beberapa hari atau minggu sebelum persalinan. Namun jika ini adalah kehamilan kedua dan seterusnya, biasanya posisi janin baru akan berubah mendekati HPL.Sebab, tubuh sudah pernah melewati proses persalinan, sehingga persiapan yang perlu dilakukan, tidak sebanyak saat pertama kali mengandung.Perlu diingat, bahwa cepat atau lambatnya waktu janin masuk panggul, tidak memengaruhi kondisi kesehatan janin atau kelancaran persalinan.Baca juga: Mengenal Berbagai Posisi Bayi dalam Kandungan

Cara agar bayi cepat masuk panggul

Meski waktu bergeraknya janin masuk panggul tidak membahayakan bayi, beberapa ibu biasanya tetap ingin mempersiapkan calon buah hatinya lebih matang sebelum persalinan dimulai.Lantas bagaimana cara agar bayi cepat turun ke panggul?

1. Lebih banyak berjalan

Cara mempercepat bayi masuk panggul salah satunya adalah dengan aktif bergerak. Dokter biasanya menyarankan ibu hamil untuk lebih banyak berjalan, ketika memasuki trimester ketiga. Hal itu tentu bukan tanpa alasan. Sebab, dengan berjalan, otot-otot panggul akan lebih rileks, nyeri punggung berkurang, sehingga jalur lahir bisa lebih terbuka.Selain itu, gaya gravitasi yang diterima tubuh saat berjalan membuat proses masuknya janin ke dalam panggul menjadi lebih lancar.

2. Melakukan posisi squat

Sama seperti berjalan, posisi squat juga akan membantu mempercepat janin masuk ke jalur lahirnya. Anda bisa melakukan posisi ini menggunakan bantuan birthing ball, yaitu bola besar yang biasa digunakan saat senam hamil.Pertahankan posisi squat itu beberapa lama sambil sedikit menggoyangkan bola tersebut untuk membantu janin semakin turun ke arah panggul.

3. Melakukan latihan panggul

Anda bisa melakukan latihan ini dengan duduk sambil membuka kedua kaki lebar-lebar. Lalu, mulailah memposisikan tubuh sedikit ke depan, untuk memindahkan berat dari perut ke arah panggul.Sebelum melakukan langkah-langkah di atas, Anda disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu pada doker kandungan yang merawat seputar posisi janin. Sebab, ada ibu hamil yang tidak sadar kalau posisi janinnya sudah turun ke panggul.

Apa tanda-tanda janin sudah masuk panggul?

Setelah melakukan langkah untuk mempercepat janin masuk panggul, Anda mungkin akan mulai merasakan gejala berupa:

1. Pernapasan yang terasa lebih lega

Saat bayi mulai turun ke arah jalur lahir, tekanan yang ada di diafragma akan berkurang. Akibatnya, banyak ibu hamil yang merasa pernapasannya lebih lega.

2. Area panggul yang terasa semakin tertekan

Berbanding terbalik dengan diafragma, area panggul akan terasa semakin berat dan tertekan. Biasanya saat ini terjadi, cara jalan ibu hamil akan semakin terlihat berubah, layaknya ada bola yang mengganjal di antara dua kaki.

3. Keputihan yang lebih banyak

Saat posisi janin semakin turun, tekanan yang diberikan di area panggul akan membuat leher rahim semakin menipis. Selanjutnya, lendir yang menyelimutinya akan terdorong keluar, sehingga menyebabkan keputihan.

4. Semakin sering ingin buang air kecil

Kepala bayi juga akan semakin menekan kandung kemih, sehingga Anda akan merasa semakin sering ingin buang air kecil.

5. Nyeri panggul

Nyeri panggul biasanya akan muncul saat janin sudah mulai masuk ke area tersebut. Sebab, kepala janin akan menekan ligamen-ligamen yang ada di panggul. Rasa sakit ini biasanya muncul saat tubuh sedang berada dalam posisi tertentu.Tidak jarang, rasa nyeri panggul ini muncul tiba-tiba lalu hilang. Kondisi ini menandakan janin sedang mencoba menyesuaikan diri dengan posisi barunya di dalam rahim.Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang penyebab janin belum masuk panggul, serta mana yang lebih sehat, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
melahirkanpersalinanibu hamil
Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/baby-dropping
Diakses pada 16 November 2020
What to Expect. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/ask-heidi/when-baby-drops.aspx
Diakses pada 16 November 2020
Very Well Familly. https://www.verywellfamily.com/what-does-it-mean-when-your-baby-drops-2759074
Diakses pada 16 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait