Penyebab dan Cara Mengobati Infeksi Jamur pada Kucing Kesayangan


Kucing memang hewan yang menggemaskan. Sayangnya, kucing rentan terinfeksi jamur. Jamur pada kucing ini bahkan bisa menular ke manusia dan menyebabkan kondisi yang dinamai dermatofitosis.

(0)
23 Feb 2021|Rhandy Verizarie
Memiliki peliharaan kucing tentu menyenangkan. Ya, rupa dan tingkahnya yang menggemaskan membuat kucing menjadi salah satu hewan peliharaan favorit. Sayangnya, jamur kucing jadi salah satu kondisi kesehatan yang kerap dialami oleh hewan berbulu ini.Celakanya lagi, dampak negatif jamur pada kucing ini tidak hanya berlaku bagi kucing itu sendiri, tapi juga Anda sebagai pemelihara hewan berkaki empat tersebut. Simak informasi lengkap mengenai kucing yang jamuran berikut ini.

Apa itu jamur kucing?

Infeksi jamur pada kucing dalam dunia medis dikenal dengan nama dermatophytosis atau ringworm. Sebenarnya, ringworm juga terjadi pada manusia. Namun, ringworm yang menyerang kucing memiliki sejumlah perbedaan, kendati tidak banyak.Perbedaan yang paling mencolok terletak pada spesies jamur yang menjadi penyebabnya. Dalam kasus hewan peliharaan, seperti kucing, infeksi disebabkan oleh jamur Microsporum canis (M. canis). Infeksi jamur kucing ini adalah penyakit zoonosis. Artinya, infeksi bisa menular dari hewan ke manusia. Jamur dapat berpindah dari tubuh kucing ke kulit manusia saat terjadi kontak fisik. Anda juga dapat terinfeksi saat menyentuh barang-barang yang terpapar bulu dari hewan tersebut.

Ciri-ciri infeksi jamur pada kucing

Berbeda dengan dermatophytosis yang terjadi pada manusia, kucing yang jamuran mungkin tidak menimbulkan gejala sehingga sulit untuk terdeteksi. Namun, ada kalanya infeksi tersebut memperlihatkan  tanda-tanda yang dapat dikenali.Dilansir dari The American Society for the Prevention of Cruelty to Animals (ASPCA) dan AVA Animal Hospitals, ciri-ciri infeksi ringworm pada kucing adalah sebagai berikut:
  • Lesi kulit yang biasanya muncul di kepala, telinga, dan kaki depan.
  • Kurap dan di area kulit yang terinfeksi.
  • Area kulit yang terdampak berwarna kemerahan dan menebal.
  • Muncul ketombe pada bulu kucing.
  • Bulu kucing rontok hingga menyebabkan kebotakan (alopesia).
Selain itu, infeksi juga bisa menyebar ke cakar kucing dan mengakibatkan kondisi yang disebut onikomikosis. Cakar kucing biasanya menjadi kasar, berlubang, bersisik, dan mengalami perubahan bentuk.Dikarenakan dermatophytosis pada kucing tidak selalu menimbulkan gejala, memeriksakan kucing atau hewan peliharaan Anda lainnya ke dokter hewan secara berkala menjadi penting untuk dilakukan guna mencegah atau setidaknya meminimalisir risiko.

Penyebab infeksi jamur pada kucing

Penyebab dermatophytosis pada kucing adalah jamur Microsporum canis. Jamur ini termasuk ke dalam spesies dermatophytes. Selain Microsporum canis, ada juga jenis lainnya yang menjadi penyebab ringworm pada kucing seperti yang dipaparkan oleh penelitian di Journal of Feline Medicine and Surgery pada tahun 2014, yaitu:
  • Microsporum persicolor
  • Microsporum gypseum
  • Mentagrophytes
  • Trichophyton 
Akan tetapi, infeksi yang disebabkan oleh keempat jamur tersebut terhadap kucing terbilang jarang dan tidak umum

Cara menghilangkan jamur pada kucing

Tentu sedih rasanya tak bisa bebas bermain dengan hewan kesayangan yang terinfeksi jamur. Lantas, bagaimana cara mengobatinya?? Untuk menghilangkan atau mengobati jamur pada kucing, cara terbaik yang bisa Anda lakukan adalah dengan membawa kucing kesayangan Anda ke dokter hewan.Setelah memastikan bahwa kucing Anda terinfeksi ringworm, dokter akan memberikan resep obat jamur untuk kucing yang terdiri dari:
  • Obat oles (topikal). Obat topikal terdiri dari krim, salep, hingga sampo. Pastikan Anda mengikuti petunjuk dokter mengenai cara mengobati jamur pada kucing dengan obat-obatan topikal tersebut agar pengobatan berjalan baik.
  • Obat minum (oral). Pada kasus tertentu, dokter juga mungkin akan memberikan resep obat minum untuk mendukung obat topikal. Obat oral biasanya berupa itraconazole atau terbinafine. Berikan pada kucing Anda sesuai dengan dosis yang telah ditetapkan oleh dokter.

Apa bahaya jamur kucing jika menular ke manusia?

Jamur kucing yang berpindah ke kulit manusia akan menyebabkan timbulnya masalah kulit. Gejala ringworm pada manusia umumnya tidak langsung muncul. Setidaknya butuh waktu sekitar 21 hari sampai gejala mulai terlihat. Gejala ringworm dari kucing yang menular ke manusia, meliputi:
  • Gatal dan ruam pada kulit.
  • Kulit yang terkena infeksi tampak melingkar dan bersisik dengan sisi berwarna kemerahan.
  • Kulit kering.
Segera periksakan diri Anda ke dokter apabila mengalami gejala-gejala di atas guna dilakukan penanganan medis lebih lanjut sebelum kondisi bertambah buruk.

Cara mencegah infeksi jamur pada kucing

Kulit kucing yang berjamur umumnya disebabkan oleh lingkungan tempat tinggal yang kurang bersih. Oleh sebab itu, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah infeksi jamur pada kucing Anda, yaitu:
  • Bersihkan rumah dan barang-barang di dalamnya setiap hari.
  • Ganti sprei, karpet, dan tempat lainnya yang sering disinggahi kucing Anda secara berkala.
  • Pastikan sirkulasi udara di dalam ruangan baik agar tidak lembap. Pasalnya, tempat lembap membuat jamur dapat tumbuh dengan baik.
  • Lakukan perawatan kucing—mandi, cukur bulu—secara berkala agar tubuh kucing senantiasa bersih.
Selain itu, agar Anda tidak tertular, rajin-rajinlah mandi dan mencuci tangan setiap kali habis menyentuh kucing kesayangan. Apabila Anda mendapati jamur pada kucing, dan mulai merasakan gejala infeksi kulit pada diri Anda, segeralah berkonsultasi ke dokter dan bawa kucing Anda ke dokter hewan.Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang juga di App Store dan Google Play.
infeksi jamurmasalah kulitinfeksi kulithewan peliharaan
ASPCA. https://www.aspca.org/pet-care/cat-care/common-cat-diseases Diakses pada 8 Februari 2021Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ringworm-body/symptoms-causes/syc-20353780#:~:text=Ringworm%20often%20causes%20a%20ring,clearer%20skin%20in%20the%20middle. Diakses pada 8 Februari 2021National Health Service (NHS). https://www.nhs.uk/conditions/ringworm/ Diakses pada 8 Februari 2021Journal of Feline Medicine and Surgery. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4361704/ Diakses pada 8 Februari 2021VCA Animal Hospitals. https://vcahospitals.com/know-your-pet/ringworm-in-cats Diakses pada 8 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait