Penyebab Introvert pada Anak dan Karakteristiknya yang Dapat Diamati

(0)
05 Nov 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Penyebab introvert pada anak membuatnya lebih suka menyendiriPenyebab introvert pada anak antara lain adalah cepatnya aliran darah ke otak
Penyebab introvert pada anak memang membuat penasaran. Ketika anak Anda lebih sering duduk menyendiri dan membaca buku daripada bermain bersama teman-temannya, mungkin ia termasuk anak yang tertutup alias introvert.Lantas, apa sih penyebab introvert pada anak dan bagaimana cara mengetahui bahwa anak Anda memang memiliki kepribadian ini? Tidak jarang, orangtua merasa khawatir ketika anaknya tidak mau main dengan teman-teman sebaya.Introvert bukanlah kelainan, bukan pula pertanda anak mengalami stres apalagi depresi. Yang harus dilakukan orangtua adalah memahami dan menerima sifat anak yang satu ini agar ia dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal.

Penyebab introvert pada anak adalah berbagai faktor ini

Salah satu penyebab introvert adalah cepatnya aliran darah ke otak
Secara umum, para peneliti tidak tahu pasti penyebab introvert pada anak. Hanya saja, terdapat beberapa teori tentang penyebab introvert ini, seperti:

1. Aliran darah

Anak introvert terbukti memiliki aliran darah ke otak bagian depan (lobus frontal) lebih cepat dibanding anak ekstrovert. Lobus frontal sendiri merupakan bagian otak yang berfungsi mengingat, memecahkan masalah, dan merencanakan berbagai hal.

2. Reaksi dopamine

Anak introvert dan ekstrovert memiliki level dopamine (hormon bahagia) yang sama. Namun, anak introvert tidak pernah mengalami lonjakan dopamin yang meledak-ledak, berbanding terbalik dengan anak ekstrovert.

3. Reaksi terhadap stimulasi berlebih

Teori lain mengenai penyebab introvert mengatakan bahwa anak dengan sifat ini lebih peka terhadap lingkungan, tapi memilih menghindarinya demi mendapatkan kedamaian pikiran dan stimulasi berlebih. Anak introvert kerap menyepi untuk melakukan refleksi diri.Meski penyebab introvert pada anak bisa berbeda-beda, para peneliti sepakat bahwa anak introvert memperlihatkan karakteristik yang khas. Apa saja?

Mengenal karakter kepribadian introvert

Anak introvert hanya punya sedikit teman
Beberapa karakteristik khas yang ditunjukkan anak-anak introvert adalah:
  • Lebih suka menghabiskan waktu sendirian

    Anak-anak introvert lebih suka bermain sendiri, membaca buku, berkebun, menulis, bahkan bermain game yang tidak harus melibatkan orang banyak. Ketika menghabiskan waktu sendirian, mereka terlihat bahagia.
  • Mengeluh lelah setelah bermain dengan teman-teman

    Anak introvert bahkan akan kelelahan hanya melakukan kerja kelompok wajib sebagai tugas sekolah. Bermain bersama teman pun akan terasa melelahkan. Agar anak kembali ceria, biarkan ia tidur, mendengarkan musik, atau melakukan hobinya sendirian.
  • Hanya punya sedikit teman

    Jangan heran jika di sekolah, anak introvert hanya memiliki 1-2 teman dekat, bukan bergerombol membentuk ‘geng’. Kendati demikian, anak introvert memaknai pertemanannya secara mendalam karena memang lebih perasa.
  • Sering melamun

    Anak yang introvert kadang ‘melarikan diri’ dari realita dengan membiarkan pikirannya berkelana ke mana-mana. Bagi orang lain, hal ini mungkin terlihat seperti anak yang suka melamun dan tidak fokus.
  • Lebih suka menulis atau membaca dalam hati

    Anak introvert lebih nyaman menghabiskan waktu untuk berdiam diri, menulis, atau membaca dalam hati daripada mengobrol dengan teman-temannya.

Pola parenting anak introvert

Tanyakan anak mengenai hari-harinya di sekolah
Selain karakteristik dan penyebab introvert, hal lain yang harus dipelajari oleh orangtua adalah fakta bahwa introvert berbeda dari pemalu. Sikap malu dianggap sebagai perilaku memendam rasa takut atau minder terhadap orang lain, sedangkan introvert adalah sifat anak yang lebih suka menyendiri.Beberapa stimulasi yang bisa dilakukan orangtua agar anak tetap dapat bergaul dengan teman-temannya adalah:
  • Puji anak ketika menjalin pertemanan dengan orang baru.
  • Libatkan anak dalam kegiatan yang membutuhkan kerja tim, seperti olahraga atau pramuka.
  • Sediakan waktu luang untuk mendengar keluh-kesah anak seputar kegiatannya sehari-hari.
  • Beri tahu guru di sekolah bahwa anak Anda introvert sehingga pendekatan yang harus dilakukan mungkin bakal berbeda dibanding dengan teman-temannya.
Bila Anda memiliki kesulitan dalam menerapkan pola parenting terhadap anak introvret, jangan sungkan untuk berkonsultasi pada psikolog atau dokter tumbuh kembang. Kendati penyebab introvert bukanlah penyakit tertentu, anak dengan sifat ini mungkin membutuhkan bimbingan tersendiri agar lebih terbuka pada lingkungannya.Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai pola parenting jika Si Kecil introvert, Anda bisa tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
tips parentingtumbuh kembang anakgaya parenting
WebMD. https://www.webmd.com/balance/introvert-personality-overview
Diakses pada 25 Oktober 2020
Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/the-secret-lives-introverts/201812/15-things-you-need-know-if-your-child-is-introvert
Diakses pada 25 Oktober 2020
Very Well Mind. https://www.verywellmind.com/signs-you-are-an-introvert-2795427
Diakses pada 25 Oktober 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/what-is-an-introvert
Diakses pada 26 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait