Apa Penyebab Insomnia pada Wanita? Simak Penjelasannya

Penyebab insomnia pada wanita dapat disebabkan oleh faktor hormonal
Insomnia dapat disebabkan oleh faktor-faktor hormonal

Sebuah studi menjelaskan bahwa wanita cenderung lebih mudah mengalami insomnia dibandingkan dengan pria. Kebanyakan wanita lebih sering mengalami susah tidur dibandingkan pria, bahkan sampai beberapa kali dalam seminggu.

Tidak hanya itu, seiring dengan bertambahnya usia, kesenjangan susah tidur antara pria dan wanita ini semakin meningkat. Wanita di bawah 45 tahun memiliki angka kejadian 1,4 kali lebih besar jika dibandingkan dengan pria di usia yang sama. Pada populasi dengan usia yang lebih tua, wanita berpotensi 1,7 kali mengalami insomnia dibandingkan dengan pria.

Insomnia sendiri merupakan salah satu masalah tidur yang paling sering dilaporkan. Insomnia kronis dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam melakukan aktivitas sehari-hari, seperti bekerja, pergi ke sekolah, atau mengurus diri sendiri.

Insomnia lebih sering terjadi pada wanita, terutama seiring bertambahnya usia. Insomnia bisa memicu rasa kantuk berlebihan di siang hari, kelelahan, dan tidak enak badan. Perubahan mood, perasaan mudah terganggu, dan kecemasan merupakan gejala-gejala umum dari insomnia.

Tipe Insomnia

Insomnia dibagi menjadi dua jenis, yaitu insomnia akut (jangka pendek) dan insomnia kronis. Insomnia akut merupakan jenis insomnia yang sering terjadi. Penyebab insomnia ini beragam, namun beberapa hal yang paling umum adalah stres karena pekerjaan, tekanan keluarga, dan peristiwa yang traumatis. Insomnia akut dapat berlangsung selama beberapa hari hingga berminggu-minggu.

Insomnia kronis bisa terjadi selama berbulan-bulan atau bahkan lebih. Kebanyakan kasus insomnia jenis ini akibat dari efek sekunder, yang artinya insomnia tersebut merupakan gejala atau efek samping dari masalah-masalah ini, seperti keadaan medis tertentu, penggunaan obat-obatan, dan gangguan tidur lainnya. Zat-zat seperti kafein, tembakau, dan alkohol juga bisa menjadi penyebab insomnia kronis.

Terkadang insomnia kronis merupakan masalah utama atau disebut dengan insomnia primer. Penyebab insomnia ini masih belum diketahui, namun stres yang berkepanjangan, perubahan emosional secara mendadak, sedang dalam  perjalanan panjang, dan pergantian waktu kerja dari siang ke malam bisa menjadi salah satu faktor penyebabnya. Insomnia primer ini bisa berlangsung lebih dari satu bulan.

Penyebab Insomnia

Berikut adalah beberapa hal yang dapat memicu terjadinya insomnia:

  1. Stres berat (bisa disebabkan akibat hilangnya pekerjaan, kematian seseorang yang dicintai, perceraian atau pindah tempat)
  2. Penyakit
  3. Gangguan emosional dan ketidaknyamanan fisik
  4. Faktor-faktor lingkungan, seperti perubahan suhu yang ekstrim sehingga mengganggu tidur
  5. Obat-obatan
  6. Gangguan pola tidur, misalnya karena jetlag atau perubahan kerja dari siang ke malam

Sementara itu, insomnia kronis bisa disebabkan oleh:

  1. Depresi dan/atau kecemasan
  2. Stres kronis
  3. Nyeri atau ketidaknyamanan di malam hari.

Gejala Insomnia

Insomnia juga bisa menjadi gejala dari suatu keadaan medis. Berikut adalah beberapa gejala yang terkait dengan insomnia:

  1. Sulit tidur di malam hari
  2. Berjalan saat tidur di malam hari
  3. Terbangun lebih awal dari jadwal
  4. Merasa kelelahan saat bangun di pagi hari
  5. Kelelahan dan mengantuk sepanjang hari
  6. Mudah tersinggung, depresi, dan sering merasa cemas
  7. Konsentrasi dan fokus yang rendah
  8. Ketengangan di area kepala
  9. Kesulitan bersosialisasi
  10. Keluhan di saluran cerna
  11. Kecemasan akan tidur

Dampak Insomnia pada Wanita

Wanita memiliki beberapa penyebab insomnia yang berbeda dari pria. Penyebab-penyebab tersebut biasanya terkait dengan perubahan hormonal yang dialami. Berikut penyebab insomnia yang hanya ada pada wanita:

1. Insomnia karena PMS

Angka kejadian insomnia pada wanita pada saat pre-menstrual syndrome (PMS) biasanya mengalami peningkatan. Penelitian terbaru menyebutkan bahwa wanita yang mengalami PMS memiliki kualitas tidur yang kurang baik.

2. Insomnia Selama Proses Menopause

Insomnia dapat terjadi sebelum, saat, ataupun setelah menopause. Pada masa mendekati menopause (perimenopause), insomnia dilaporkan terjadi 40-60% pada wanita. Selama menopause, insomnia cenderung terkait dengan masalah perubahan kadar hormon yang dapat disertai dengan depresi dan berkeringat di malam hari. Setelah menopause, wanita cenderung mengalami insomnia disertai dengan Obstructive Sleep Apnea (OSA) dan Restless Leg Syndrome (RLS).

Tuck Advancing Better Sleep. https://www.tuck.com/insomnia-women/
Diakses pada April 2019

Office On Woman’s Health. https://www.womenshealth.gov/a-z-topics/insomnia
Diakses pada April 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/9155.php
Diakses pada April 2019

WebMD. https://www.webmd.com/sleep-disorders/guide/insomnia-symptoms-and-causes#1
Diakses pada April 2019

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/insomnia.html
Diakses pada April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed