Wanita Dua Kali Lebih Rentan Susah Tidur Daripada Pria, 3 Hal Ini Penyebabnya


Penyebab wanita susah tidur bisa sangat berbeda dibanding pria. Insomnia pada wanita dapat disebabkan oleh faktor hormonal, seperti PMS dan menopause, atau sindrom kaki gelisah di usia senja.

(0)
Penyebab wanita susah tidur karena insomnia bisa jadi faktor hormonal atau usiaInsomnia pada wanita dapat disebabkan oleh perubahan hormon
Insomnia adalah gangguan tidur yang menyebabkan seseorang sulit mulai tidur, sulit tidur nyenyak, atau tidak cukup tidur meski memiliki cukup waktu untuk terlelap. Gangguan tidur ini bisa dialami siapa saja. Akan tetapi, penyebab wanita susah tidur bisa sangat berbeda dari yang dialami oleh pria. Insomnia lebih sering terjadi pada wanita, terutama seiring bertambahnya usia. Lantas, apa saja yang bisa menyebabkan wanita susah tidur?

Wanita lebih susah tidur daripada pria

Melansir U.S. Department of Health & Human Services, wanita secara umum lebih mudah mengalami insomnia dibandingkan pria.Rata-rata, wanita membutuhkan waktu lebih lama untuk tertidur, memiliki durasi tidur yang lebih singkat, dan cenderung merasa lebih mengantuk saat bangun. Kebanyakan wanita juga lebih sering susah tidur dibandingkan pria, bahkan sampai beberapa kali dalam seminggu.Tidak hanya itu, masalah susah tidur pada wanita juga cenderung meningkat seiring dengan bertambahnya usia.Sebagai perbandingan jika wanita di bawah 45 tahun berisiko sekitar 1,4 kali lebih mungkin untuk mengalami insomnia ketimbang pria di usia yang sama, wanita lanjut usia cenderung berpotensi 1,7 kali mengalami insomnia dibandingkan dengan pria lansia.Insomnia kronis dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk menjalani aktivitas sehari-hari, seperti bekerja, pergi ke sekolah, atau mengurus diri sendiri.

Hal-hal yang meningkatkan risiko insomnia pada wanita

Penyebab insomnia ini beragam, namun beberapa hal yang paling umum adalah stres karena pekerjaan, tekanan keluarga, dan peristiwa yang traumatis.Insomnia itu sendiri dibagi menjadi dua jenis, yaitu insomnia akut (jangka pendek) dan insomnia kronis. Insomnia akut merupakan jenis insomnia yang sering terjadi. Insomnia akut dapat berlangsung selama beberapa hari hingga berminggu-minggu.Insomnia akut bisa berubah menjadi kronis jika sudah berlangsung selama berbulan-bulan atau bahkan lebih.Kebanyakan kasus insomnia kronis adalah akibat dari efek sekunder, seperti efek samping kondisi medis tertentu, penggunaan obat-obatan, dan gangguan tidur lainnya yang terjadi dalam jangka panjang. Secara umum, insomnia berkepanjangan juga dapat dipicu oleh:
  • Stres berat atau stres kronis (bisa disebabkan akibat hilangnya pekerjaan, kematian seseorang yang dicintai, perceraian atau pindah tempat).
  • Penyakit, kondisi medis, atau gangguan kesehatan yang memengaruhi fisik, misalnya obstructive sleep apnea.
  • Gangguan emosional, gangguan psikologis, atau masalah yang memengaruhi kejiwaan, seperti depresi atau gangguan kecemasan.
  • Faktor-faktor lingkungan, seperti perubahan suhu ekstrim, pergantian zona waktu yang drastis, perubahan waktu kerja (seperti tukar shift dari pagi ke malam).
  • Efek samping obat-obatan.
  • Gangguan pola tidur, misalnya karena jetlag
  • Nyeri atau gejala-gejala kondisi tertentu yang cenderung muncul/kambuh di malam hari.
Konsumsi zat-zat tertentu seperti kafein, tembakau, dan alkohol juga bisa menjadi penyebab insomnia kronis pada wanita jika berlangsung dalam waktu lama.

Penyebab wanita susah tidur

Selain karena hal-hal pemicu yang umum seperti di atas, ada beberapa penyebab wanita susah tidur yang berbeda dari pria. Penyebab insomnia pada wanita biasanya cenderung terkait dengan perubahan hormon.Berikut adalah penyebab khusus kenapa wanita susah tidur di malam hari:

1. Gejala PMS

PMS seringkali menyebabkan gangguan tidur. Wanita setidaknya dua kali lebih mungkin mengalami susah tidur sebelum dan selama menstruasi. Australia Sleep Health Foundation melaporkan insomnia pada wanita rentan terjadi sekitar 3-6 hari sebelum menstruasi.Insomnia dapat menyebabkan kelelahan dan kantuk di siang hari yang berlebihan sehingga membuat beberapa wanita akan “membayar utang” dengan tidur lebih lama dari biasanya.Penyebab wanita lebih susah tidur saat menstruasi adalah karena durasi tidur REM (fase saat kita bermimpi) cenderung lebih singkat, sehingga membuat lebih mudah terbangun.Perubahan hormon menjelang dan selama haid, khususnya penurunan progesteron secara tiba-tiba, juga memengaruhi cara tubuh mengontrol suhu internalnya. Hal ini kemudian memengaruhi kebiasaan tidur Anda saat sedang haid.

2. Kehamilan

Kehamilan juga menyebabkan perubahan hormon yang memicu insomnia pada wanita.Efek susah tidur pada wanita hamil biasanya mulai terjadi pada trimester dua sampai tiga kehamilan.Di masa ini, ibu hamil akan banyak mengalami perubahan fisik yang membuat tidak nyaman, seperti sering terbangun tengah malam karena ingin buang air kecil atau lapar, kaki tiba-tiba kram, kontraksi palsu (Braxton-Hicks), dan berbagai macam gejala lainnya yang mengganggu tidur.Semakin perut membesar untuk memfasilitasi perkembangan bayi, ibu hamil juga cenderung makin kesulitan mencari posisi tidur yang nyaman saat.Tidak hanya perubahan hormon dan fisik, tapi perubahan psikologis dan emosional juga ikut menjadi penyebab wanita hamil susah tidur.Semakin mendekati hari-H, ibu hamil semakin banyak memikirkan hal-hal terkait persalinan, kondisi kesehatan buah hati, serta kecemasan dan ketakutan akan hal-hal yang belum tentu terjadi.

3. Menopause

Insomnia dapat terjadi sebelum, saat, ataupun setelah menopause.Insomnia dilaporkan mulai terjadi pada 40-60% wanita menjelang masa menopause (perimenopause). Menopause dapat menyebabkan wanita susah tidur karena di fase ini terjadi penurunan kadar hormon estrogen.Menurunnya hormon estrogen memicu kemunculan gejala khas menopause seperti muka memerah dan panas (hot flashes), berkeringat di malam hari, hingga perubahan suasana hati yang drastis.Secara umum, wanita ebih rentan mengalami depresi dibanding pria. Stres, kecemasan, dan suasana hati yang tertekan dapat menyebabkan wanita sulit tidur nyenyak, dan merasa susah tidur juga dapat memperparah stres serta kecemasan yang dirasakan selama masa menopause.Setelah menopause, wanita juga dilaporkan cenderung mengalami insomnia yang disertai dengan Obstructive Sleep Apnea (OSA) dan Restless Leg Syndrome (RLS).

Bagaimana cara mengatasinya?

Jika sering merasa susah tidur, segeralah konsultasi pada dokter untuk mencari tahu apa yang menjadi penyebab insomnia Anda selama ini. Dokter dapat merekomendasikan banyak cara sederhana agar Anda bisa tidur lebih nyenyak.Anda juga dapat mencoba sejumlah cara untuk mengatasi terjadinya insomnia, seperti membatasi tidur siang, patuh pada jadwal tidur yang tepat, tidak mengonsumsi kafein dan alkohol, serta menghindari makan berat saat malam hari.Jika dibiarkan begitu saja, efek kurag tidur dan insomnia pada wanita dapat berdampak buruk pada kualitas hidup secara keseluruhan.
masalah tidurinsomniagangguan tidurmenopausekesehatan wanitahormon progesteronpremenstrual syndrome (PMS)
Tuck Advancing Better Sleep. https://www.tuck.com/insomnia-women/
Diakses pada April 2019
Office On Woman’s Health. https://www.womenshealth.gov/a-z-topics/insomnia
Diakses pada April 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/9155.php
Diakses pada April 2019
WebMD. https://www.webmd.com/sleep-disorders/guide/insomnia-symptoms-and-causes#1
Diakses pada April 2019
MedlinePlus. https://medlineplus.gov/insomnia.html
Diakses pada April 2019
Australia Sleep Health Foundation https://www.sleephealthfoundation.org.au/pdfs/Menstrual-Cycle-and-Sleep.pdf Diakses 5 November 2020John Hopkins Medicine https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/how-does-menopause-affect-my-sleep Diakses 5 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait