Penyebab Infeksi Saluran Kemih pada Wanita, Kaum Hawa Perlu Tahu

(0)
17 Aug 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Penyebab infeksi saluran kemih pada wanita ada beragam, seperti hormon dan pendeknya saluran uretraPenyebab infeksi saluran kemih pada wanita adalah pendeknya saluran uretra
Infeksi saluran kemih adalah infeksi yang bisa menyerang berbagai organ di saluran kemih, mulai dari ginjal, kandung kemih, ureter hingga uretra. Penyakit ini jauh lebih sering terjadi pada wanita dibanding dengan pria. Maka dari itu, para kaum hawa perlu lebih waspada dan lebih baik segera mengenali penyebab infeksi saluran kemih pada wanita.Secara umum, infeksi saluran kemih disebabkan oleh bakteri. Jenis bakteri yang paling sering menjadi biang keroknya adalah Escherichia coli (E.coli). Bakteri lain seperti Chlamydia dan Mycoplasma juga bisa memicunya,. Namun hanya bagian uretralah yang bisa terinfeksi oleh kedua bakteri ini.

Penyebab infeksi saluran kemih pada wanita

Satu dari dua wanita di dunia pasti pernah mengalami infeksi saluran kemih setidaknya sekali dalam hidupnya. Perbandingan ini dua kali lipat lebih besar dibanding pria. Pada pria, infeksi saluran kemih hanya menyerang satu dari sepuluh orang.Ada beberapa hal yang menyebabkan wanita lebih rawan terkena infeksi saluran kemih, yaitu:

1. Bentuk anatomi tubuh wanita

Dibanding pria, ukuran uretra wanita jauh lebih pendek. Sehingga, bakteri yang masuk ke saluran kemih akan lebih cepat masuk ke kandung kemih dan mempermudah terjadinya infeksi.

2. Hubungan seksual

Tekanan yang diterima saluran kemih wanita saat berhubungan seksual dapat membuat bakteri yang ada di anus berpindah ke kandung kemih. Sebagian besar wanita akan memiliki bakteri dalam urine setelah berhubungan seksual. Namun umumnya, bakteri tersebut akan hilang dalam waktu 24 jam. Pada beberapa wanita, bakteri yang ada di saluran pencernaan akan membuat bakteri di kandung kemih tersebut bertahan lebih lama dan menyebabkan infeksi.

3. Penggunaan alat kontrasepsi jenis tertentu

Alat kontrasepsi jenis diafragma bisa meningkatkan risiko terjadinya infeksi saluran kemih. Penggunaan kontrasepsi dengan spermisida juga bisa menimbulkan efek yang sama.

4. Menopause

Saat menopause, menurunnya kadar estrogen di tubuh bisa membuat mekanisme pertahanan di saluran kemih berubah. Akibatnya, wanita jadi lebih rentan terkena infeksi saluran kemih.

5. Penggunaan kondom tanpa pelumas

Menggunakan kondom berbahan latex tanpa pelumas juga bisa bisa meningkatkan risiko wanita terkena infeksi saluran kemih. Hal ini terjadi karena gaya gesek yang ditimbulkan saat penetrasi, bisa menimbulkan iritasi yang mempermudah masuknya bakteri ke dalam saluran kemih.Meski begitu, bukan berarti Anda perlu menghindari pemakaian kondom saat berhubungan seksual. Anda hanya disarankan untuk memilih jenis kondom yang tepat untuk pasangan dan pastikan baik penis maupun vagina terlubrikasi dengan baik. Penggunaan kondom tetap diperlukan untuk mencegah terjadinya infeksi menular seksual.

6. Penggunaan kateter

Penggunaan kateter jangka panjang pada orang yang tidak bisa buang air kecil secara mandiri juga bisa meningkatkan risiko terjadinya infeksi saluran kemih pada wanita. Kateter biasanya dipasang selama rawat inap di rumah sakit, bagi pasien dengan kelainan saraf maupun kelumpuhan.

7. Menurunnya sistem imun

Diabetes dan penyakit lain yang merusak sistem imun, dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi saluran kemih.

Gejala infeksi saluran kemih

Ada beberapa hal yang bisa Anda rasakan saat infeksi sedang terjadi di saluran kemih, seperti:Apabila merasakan gejala-gejala di bawah ini, segeralah memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan diagnosis kondisi yang Anda derita.

Cara mengobati infeksi saluran kemih

Karena infeksi ini disebabkan oleh bakteri, maka perawatan paling efektif untuk mengatasinya adalah dengan terapi antibiotik. Jenis antibiotik yang diberikan dokter bisa berbeda bagi tiap orang, tergantung dari jenis bakteri yang menginfeksi dan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan.Untuk infeksi yang ringan, jenis obat yang biasanya diberikan antara lain:Sementara itu untuk infeksi saluran kemih yang sering berulang, pilihan pengobatan yang dapat dilakukan antara lain dengan:
  • Mengonsumsi antibiotik dosis rendah selama enam bulan atau lebih
  • Mengonsumsi satu dosis obat setiap selesai berhubungan seksual, apabila infeksi tersebut berhubungan dengan kegiatan seksual
  • Terapi estrogen pada wanita yang mengalami pramenopause
Lalu untuk infeksi saluran kemih yang berat, diperlukan pemberian antibiotik yang disuntikkan langsung ke pembuluh darah. Perawatan ini hanya bisa dilakukan di rumah sakit, sehingga pasien perlu diopname untuk sementara waktu.

Mencegah infeksi saluran kemih

Untuk mencegah infeksi saluran kemih terjadi, ada beberapa hal yang bisa dilakukan, seperti:
  • Memperbanyak minum air putih
  • Tidak menahan keinginan buang air kecil
  • Segera buang air kecil setelah berhubungan seksual,
  • Menjaga kebersihan area genital
  • Membasuh dari arah depan ke belakang saat membersihkan vagina dan sekitarnya setelah buang air
  • Mengurangi konsumsi alkohol dan kafein
  • Tidak terlalu sering berendam
  • Menghindari penggunaan alat kontrasepsi yang mengandung spermisida
  • Tidak menggunakan produk yang mengandung parfum di area genital
  • Mengenakan pakaian dalam longgar berbahan katun
Dengan menjalani langkah pencegahan di atas, maka penyebab infeksi saluran kemih pada wanita bisa dibasmi sejak dini. Segera periksakan diri ke dokter apabila Anda merasakan gejalanya.
infeksi saluran kencinginfeksi saluran kemihsaluran kemihpenyakit saluran kemihkandung kemih
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/urinary-tract-infection/symptoms-causes/syc-20353447
Diakses pada 4 Agustus 2020
Harvard Health Publishing, Harvard Medical School. https://www.health.harvard.edu/womens-health/urinary-tract-infection-in-women-a-to-z
Diakses pada 4 Agustus 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/urinary-tract-infection-adults
Diakses pada 4 Agustus 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/189953
Diakses pada 4 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait