Penyebab Susah Ereksi dan Cara Mengatasinya


Susah ereksi alias impotensi bisa disebabkan oleh berbagai alasan, mulai dari gangguan hormon hingga gangguan jantung. Sementara itu, stres menjadi salah satu penyebab sulit ereksi secara psikologis yang umum terjadi.

(0)
28 May 2019|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Kelainan pembuluh darah menjadi salah satu penyebab umum masalah susah ereksi alias impotensiKondisi stres dapat memicu susah ereksi dan mengganggu kehidupan seksual Anda dan pasangan.
Susah ereksi alias impotensi, sering dianggap sebagai penyakit yang memalukan. Itu sebabnya, tak jarang pria yang berusaha mengabaikan salah satu jenis disfungsi seksual ini. Padahal, sulit ereksi bisa jadi merupakan tanda penyakit lain yang lebih serius, seperti kerusakan saraf hingga penyakit jantung. Mengenali lebih jauh penyebab susah ereksi saat berhubungan serta cara mengatasinya bisa membantu Anda mendeteksi kondisi ini sejak dini. Dengan begitu, perawatan yang tepat dan efektif pun dapat segera dilakukan sehingga keluhan Anda dapat teratasi.

Penyebab susah ereksi (impotensi) yang perlu diwaspadai pria

Penis sulit atau tidak bisa ereksi sama sekali disebabkan oleh beragam faktor. Namun, berikut ini adalah penyebab disfungsi ereksi atau impotensi yang paling umum:

1. Kelainan pembuluh darah

Ereksi baru bisa terjadi ketika darah sudah terkumpul di batang penis. Agar bisa sampai ke sana, maka darah harus dipompa dengan baik ke area tersebut. Pada pria yang memiliki kelainan pembuluh darah, proses tersebut dapat terganggu. Kondisi ini merupakan salah satu penyebab susah ereksi yang paling umum.

2. Gangguan saraf

Selain pembuluh darah, saraf juga berperan penting pada mekanisme ereksi. Adanya gangguan saraf dapat menyebabkan seseorang sulit ereksi dan mengalami impotensi. Kerusakan saraf dapat terjadi akibat benturan. Namun, beberapa kondisi kesehatan juga bisa menyebabkan hal ini.Dilansir dari Harvard Health Publishingbeberapa masalah gangguan saraf yang bisa jadi penyebab disfungsi ereksi dan lemah syahwat, antara lain:
  • Multiple sclerosis
  • Operasi prostat (prostatektomi)
  • Gangguan pada sumsum tulang belakang

3. Gangguan hormon

Penyebab Anda sulit ereksi dan lemah syahwat, antara lain adalah karena gangguan hormon. Tubuh memerlukan hormon agar fungsi seksual dapat berjalan dengan baik. Hormon dalam tubuh diproduksi oleh sistem endokrin, yang juga mengatur metabolisme hingga reproduksi.Saat sistem endokrin terganggu akibat penyakit seperti diabetes, kemampuan tubuh untuk menggunakan hormon insulin menjadi terganggu. Akibatnya, hal ini turut membuat ereksi penis lemah.

4. Penyakit jantung

Jantung berfungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh, termasuk penis. Ketika jantung tidak dapat berfungsi dengan baik, kemampuannya untuk memompa darah ke penis juga terganggu. Kondisi ini jugalah yang menjadi penyebab ereksi lemah atau bahkan tidak bisa ereksi sama sekali (disfungsi ereksi).

5. Gangguan psikologis

Tidak hanya faktor fisik, kondisi psikologis pun bisa menjadi penyebab susah ereksi. Ereksi perlu dimulai dengan perasaan senang untuk melakukan hubungan seksual. Di situlah otak berperan. Otak akan memberikan pemicu atau rangsangan agar ereksi dapat terjadi. Gangguan psikologis yang dapat menyebabkan Anda tidak bisa ereksi, antara lain:
  • Depresi
  • Gangguan kecemasan
  • Stres
  • Masalah dengan pasangan

6. Diabetes

Pria yang menderita diabetes berisiko dua hingga tiga kali lebih besar mengalami lemah syahwat. Bahkan, penyakit ini bisa muncul 10 hingga 15 tahun lebih awal dari usia rata-rata penderita impotensi. Risiko dapat berkurang dengan melakukan langkah-langkah untuk mengontrol gula darah.

7. Gaya hidup tidak sehat

Gaya hidup tidak sehat tanpa Anda sadari juga bisa menjadi penyebab susah ereksi, atau bahkan impotensi. Beberapa gaya hidup yang menjadi penyebabnya, seperti kebiasaan merokok, minum alkohol berlebih dan mengonsumsi obat-obatan terlarang.Merokok ataupun minum alkohol berlebihan dapat merusak pembuluh darah dan mengganggu aliran darah ke penis. Memiliki berat badan berlebih dan tidak pernah olahraga, juga meningkatkan risiko seseorang mengalami lemah syahwat.

8. Efek samping obat-obatan

Penggunaan sejumlah jenis obat-obatan juga menjadi penyebab pria susah ereksi. Jenis obat yang dapat memicu timbulnya kondisi ini antara lain obat untuk menurunkan darah tinggi dan antidepresan.Konsultasikan ke dokter apabila obat yang diresepkan memberikan efek samping ini. Namun, jangan dulu berhenti mengonsumsi obat tersebut, sebelum Anda berkonsultasi.

9. Kadar testosteron rendah

Kadar testoseron yang rendah, bisa mengurangi kemampuan mempertahankan ereksi seorang pria. Pasalnya, selain aliran darah ke penis, kadar testoseron juga berpengaruh pada proses terjadinya ereksi.Rendahnya kadar testosteron sendiri berkaitan erat dengan penyakit-penyakit yang diketahui bisa memicu timbulnya kondisi ini, seperti diabetes dan berat badan berlebih (obesitas).

Cara mengatasi susah ereksi

Cara mengatasi impotensi atau susah ereksi biasanya akan disesuaikan dengan penyebabnya. Jika penyebab impotensi adalah gangguan psikologis, seperti stres, cara mengatasinya adalah dengan mengendalikan stres itu sendiri. Anda mungkin bisa meminta bantuan psikolog untuk mengatasinya. Selain itu, Anda juga dapat mengonsumsi obat-obatan sebagai cara mengatasi sulit ereksi. Beberapa obat ereksi yang bisa dicoba, antara lain tadalafil, sildenafil (Viagra), dan vardenafil. Akan tetapi, obat-obatan tersebut hanya boleh digunakan setelah mendapat resep dari dokter. Oleh sebab itu, berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan obat kuat.Metode lainnya untuk mengatasi sulit ereksi adalah pompa penis dan implan penis. Sementara itu, olahraga teratur dan menjaga berat badan adalah cara alami yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi disfungsi ereksi untuk mempertahankan ereksi.

Catatan dari SehatQ

Tidak usah malu untuk mengonsultasikan seputar masalah lemah syahwat dengan dokter ahli andrologi. Terlebih, jika kondisi ini sudah memicu terjadinya gangguan kecemasan dan mengancam keharmonisan hubungan Anda dan pasangan.Untuk tahu lebih lanjut seputar penyebab impotensi dan cara mengatasinya, Anda juga bisa konsultasi dengan dokter secara online melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang juga di App Store dan Google Play
masalah seksualdisfungsi ereksiimpotensikesehatan pria
Harvard Health Publishing. https://www.health.harvard.edu/a_to_z/impotence-erectile-dysfunction-a-to-z
Diakses pada 15 Mei 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/erectile-dysfunction/common-causes-impotence
Diakses pada 15 Mei 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/erectile-dysfunction/symptoms-causes/syc-20355776
Diakses pada 15 Mei 2019
WebMD. https://www.webmd.com/erectile-dysfunction/ss/erectile-dysfunction
Diakses pada 21 Oktober 2019
WebMD. https://www.webmd.com/erectile-dysfunction/erectile-dysfunction#1
Diakses pada 21 Oktober 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait