Benarkah Stres Dapat Menyebabkan Lemah Syahwat? Ini Penjelasannya

Kelainan pembuluh darah menjadi salah satu penyebab umum masalah lemah syahwat atau disfungsi seksual
Kondisi stres dapat memicu lemah syahwat dan mengganggu kehidupan seksual Anda dan pasangan.

Lemah syahwat atau yang sering disebut impotensi, sering dianggap sebagai penyakit yang memalukan. Sehingga, tidak sedikit pria yang kemudian tak acuh mengenai kondisi disfungsi seksual ini.

Padahal, lemah syahwat bisa jadi merupakan tanda penyakit serius, seperti kerusakan saraf hingga penyakit jantung. Mengenali lebih jauh penyebab serta gejala lemah syahwat, bisa membantu Anda mendeteksi sejak dini kondisi yang merupakan salah satu jenis disfungsi seksual ini.

Dengan begitu, perawatan yang tepat dan efektif pun dapat segera dimulai sehingga keluhan Anda dapat teratasi.

[[artikel-terkait]]

5 Penyebab lemah syahwat yang paling umum

Kondisi lemah syahwat sebenarnya bisa disebabkan oleh berbagai hal. Namun, yang paling umum adalah 5 kondisi di bawah ini.

1. Kelainan pembuluh darah

Ereksi baru bisa terjadi ketika darah sudah terkumpul di batang penis. Agar bisa sampai ke sana, maka darah harus dipompa dengan baik, ke area tersebut.

Kelainan pembuluh darah dapat menghambat proses tersebut. Kondisi ini merupakan penyebab paling umum terjadinya lemah syahwat.

2. Kerusakan saraf

Fungsi saraf pada pria juga harus berjalan dengan baik, untuk bisa mengalami ereksi. Banyak orang beranggapan bahwa kerusakan saraf merupakan kondisi yang jarang terjadi. Namun, beberapa kondisi di bawah ini juga bisa jadi penyebabnya.

3. Faktor hormon

Tubuh memerlukan hormon agar fungsi seksual dapat berjalan dengan baik. Hormon dalam tubuh diproduksi oleh sistem endokrin, yang juga mengatur metabolisme hingga reproduksi.

Saat sistem endokrin terganggu akibat penyakit seperti diabetes, kemampuan tubuh untuk menggunakan hormon insulin menjadi terganggu. Akibatnya, terjadilah lemah syahwat.

4. Penyakit jantung

Jantung berfungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh, termasuk penis. Ketika jantung tidak dapat berfungsi dengan baik, maka kemampuannya untuk memompa darah ke penis juga terganggu, sehingga terjadilah impotensi.

5. Faktor psikologis

Ereksi perlu dimulai dengan perasaan senang untuk melakukan hubungan seksual. Di situlah otak berperan. Otak akan memberikan pemicu atau rangsangan agar ereksi dapat terjadi.

Kondisi psikologis yang sedang tidak baik, bisa menghalangi proses tersebut, termasuk:

Ini gejalanya jika Anda mengalami lemah syahwat

Pria yang mengalami lemah syahwat, dicirikan dengan sulitnya mencapai ereksi sehingga mengganggu hubungan seksual dengan pasangan. Kondisi ini dapat terjadi secara tiba-tiba, maupun perlahan.

Pada kondisi yang terjadi secara perlahan, durasi ereksi lama-kelamaan akan semakin berkurang. Impotensi yang disebabkan oleh faktor psikologis dapat terjadi secara tiba-tiba, dan bisa membaik dengan mendadak pula.

Berbeda dari bayangan banyak orang, pria yang lemah syahwat atau impoten, masih bisa mengalami orgasme. Selain itu, pria tersebut juga masih bisa mengalami ejakulasi tanpa ereksi yang penuh.

Tidak usah malu untuk mengonsultasikan seputar masalah lemah syahwat dengan dokter ahli andrologi. Apalagi, jika kondisi ini sudah memicu terjadinya gangguan kecemasan dan mengancam keharmonisan hubungan Anda dan pasangan.

Harvard Health Publishing. https://www.health.harvard.edu/a_to_z/impotence-erectile-dysfunction-a-to-z
Diakses pada 15 Mei 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/erectile-dysfunction/common-causes-impotence
Diakses pada 15 Mei 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/erectile-dysfunction/symptoms-causes/syc-20355776
Diakses pada 15 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed