Ibu Hamil Sering Meludah? Inilah 7 Penyebab yang Mungkin Mendasarinya

08 Agt 2019 | Oleh
Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari
Kehamilan dapat membuat kelenjar ludah memproduksi air liur berlebih
Kehamilan memicu kelenjar ludah memproduksi air liur berlebih

Pada tahun 2018 silam, Shireen Sungkar pernah membagikan pengalamannya ketika mengalami ptyalism atau hipersalivasi saat hamil. Kondisi ini membuatnya lebih sering meludah, bahkan sampai dirinya perlu membawa kantong untuk meludah saat bepergian.

Kebiasaan sering meludah saat hamil bisa dipicu oleh kelenjar ludah yang memproduksi air liur secara berlebih, atau Anda yang menelan air liur lebih sedikit dari biasanya. Hal ini dapat membuat ibu hamil merasa terganggu dan tidak nyaman.

Penyebab sering meludah saat hamil

Dalam keadaan normal, kelenjar ludah mampu menghasilkan 1½ liter air liur. Anda mungkin tidak menyadarinya karena menelan air liur tersebut secara tidak sadar. Lain halnya ketika hamil, ibu hamil lebih banyak memproduksi air liur sehingga membuat mereka sering meludah.

Ptyalism biasanya terjadi di awal kehamilan, umumnya di trimester pertama atau tiga bulan pertama. Anda tidak perlu khawatir jika kondisi ini terjadi, sebab ptyalism termasuk hal yang normal dan tidak akan memengaruhi bayi Anda. Penyebab ptyalism atau sering meludah saat hamil, yaitu:

  • Perubahan hormon

Ketika hamil, Anda akan mengalami berbagai perubahan hormon. Hormon yang berubah akan mengakibatkan perubahan pada tubuh Anda juga, termasuk memiliki lebih banyak air liur. Banyaknya air liur yang ada tentu akan membuat Anda sering meludah saat hamil.

  • Mual

Mual adalah gejala umum yang paling sering terjadi pada awal kehamilan. Namun, hal ini juga bisa menyebabkan Anda sering meludah. Mual dapat mencegah Anda menelan air liur sehingga menyebabkan air liur menumpuk di mulut. Ibu hamil yang mengalami morning sickness biasanya lebih sering meludah.

  • Asam lambung naik

Naiknya asam lambung dapat menyebabkan ibu sering meludah saat hamil. Ketika katup antara lambung dan kerongkongan terbuka, maka asam lambung dapat bergerak naik ke kerongkongan. Asam lambung yang naik akan mengaktifkan kelenjar ludah sehingga meningkatkan produksi air liur. Bukan hanya itu, wanita hamil juga akan merasakan sensasi perih dan panas di dada.

  • Iritasi

Iritasi terhadap asap rokok, paparan racun, dan bahan kimia tertentu dapat menyebabkan peningkatan air liur pada ibu hamil. Hal ini bisa membuat ibu hamil lebih sering meludah dari biasanya.

  • Obat-obatan tertentu

Produksi air liur berlebih dapat menjadi efek samping dari suatu obat. Obat penenang, antikonvulsan, dan antikolinergik dapat menghasilkan lebih banyak produksi air liur. Jika ibu hamil mengonsumsi obat tersebut, maka ia bisa sering meludah.

  • Infeksi mulut

Kesehatan mulut sangatlah penting bagi ibu hamil. Namun, ibu hamil yang mengalami masalah rongga mulut memiliki risiko yang lebih besar terjangkit infeksi mulut. Jika sudah terjadi infeksi mulut, air liur yang diproduksi pun akan lebih banyak sehingga membuat ibu hamil menjadi sering meludah. Salah satu contoh infeksi mulut yang sering terjadi pada ibu hamil adalah gingivitis atau gusi bengkak.

  • Kecemasan

Kehamilan terkadang membuat wanita mengalami ketidaknyamanan dan kecemasan. Ketika merasa cemas, air liur yang ditelan akan lebih sedikit sehingga terasa banyak air liur dalam mulut. Hal ini juga bisa memicu ibu hamil untuk lebih sering meludah.

Apa yang harus dilakukan jika sering meludah saat hamil?

Ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi intensitas meludah saat hamil. Langkah-langkah tersebut, yaitu:

  • Sering menyikat gigi beberapa kali dalam sehari
  • Menggunakan obat kumur mint
  • Perbanyak mengonsumsi makanan kecil dan seimbang, seperti buah-buahan atau olahan gandum utuh. Hindarilah makanan bertepung karena dapat membuat kelenjar ludah Anda memproduksi air liur berlebih.
  • Buang air liur yang berlebih dengan menggunakan tisu, waslap, atau cangkir
  • Mengunyah permen karet tanpa gula. Meski tidak menurunkan produksi air liur, namun dapat membantu Anda untuk menelan air liur lebih banyak.
  • Mengunyah biskuit kering dapat membantu merendam air liur berlebih di mulut Anda
  • Agar tetap terhidrasi, minum air sedikit demi sedikit

Mengobati ptyalism dengan obat tidak dianjurkan karena dapat menimbulkan efek samping. Seperti gejala kehamilan lainnya, kebiasaan sering meludah ini biasanya akan hilang sendiri seiring dengan bertambahnya usia kehamilan, meski mungkin bertahan lebih lama pada sebagian kasus.

Namun, kondisi tersebut dipastikan hilang setelah bayi Anda lahir, bahkan biasanya lebih cepat. Oleh sebab itu, Anda tidak perlu khawatir karena kondisi ini tidak berbahaya bagi Anda maupun bayi. Sebaiknya, tetaplah fokus untuk menjaga kesehatan Anda dan bayi dalam kandungan.

Referensi

Baby Center. https://www.babycenter.com/0_excessive-saliva-during-pregnancy_9454.bc
Diakses pada 08 Agustus 2019

What to expect. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/symptoms-and-solutions/saliva.aspx
Diakses pada 08 Agustus 2019.

Mom Junction. https://www.momjunction.com/articles/how-to-deal-with-increased-saliva-during-pregnancy_0088396/#gref
Diakses pada 08 Agustus 2019

Yang juga penting untuk Anda
Baca Juga
Diskusi Terkait:
Lihat pertanyaan lainnya
Back to Top