Penyebab HIV AIDS dan Beragam Faktor Risikonya

(0)
22 Sep 2020|Annisa Trimirasti
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Penyebab HIV dan AIDS cuma bisa dideteksi lewat tes darahHIV dan AIDS hanya bisa tereteksi lewat tes darah
Penyebab HIV dan AIDS adalah human immunodeficiency virus yang menyerang sistem imun seseorang. Sebagai akibatnya, penderita mudah terserang penyakit.Namun tingkat keparahan kedua penyakit tersebut berbeda. HIV merupakan tahap awal penyakit dan AIDS adalah tahap lanjutnya.Tidak semua orang yang terinfeksi virus HIV (human immunodeficiency virus) akan menderita penyakit AIDS, namun semua orang yang menderita penyakit AIDS pasti terinfeksi virus HIV.

Penyebab HIV dan AIDS

HIV adalah salah satu variasi virus yang menginfeksi simpanse Afrika. Peneliti menduga bahwa SIV (simian immunodeficiency virus) menular dari simpanse ke manusia saat manusia mengonsumsi daging simpanse yang telah terinfeksi.Selanjutnya, SIV bermutasi dalam tubuh manusia menjadi HIV (human immunodeficiency virus). Hal ini diperkirakan terjadi sejak tahun 1920.Seiring berjalannya waktu, virus HIV terus menular dari satu orang ke orang lainnya lewat cairan tubuh penderita. Mulai dari darah, semen, cairan vagina, hingga ASI (air susu ibu). Tetapi sentuhan biasa dengan penderita tidak akan menjadi penyebab HIV.

Apa yang terjadi saat seseorang terkena HIV?

Ketika seseorang telah terinfeksi, virus penyebab HIV akan menyerang sel bernama CD4 T. Sel ini merupakan salah satu sel darah putih yang berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh manusia untuk melawan penyakit.Pada kondisi sehat, seseorang akan memiliki sel CD4 T sebanyak 500 sampai 1500 per milimeter kubik.Namun pada penderita HIV, jumlah sel CD4 T dalam tubuhnya akan semakin sedikit karena terserang virus HIV. Akibatnya, sistem imun penderita menjadi lemah.

Kapan seseorang dikatakan mengidap AIDS?

Seseorang bisa terinfeksi virus penyebab HIV dengan atau tanpa gejala sama sekali. Virus dapat berkembang sampai bertahun-tahun tanpa disadari, hingga penderita akhirnya memasuki tahap akhir kondisi ini, atau mengalami penyakit AIDS.Seseorang didefinisikan terkena AIDS saat jumlah sel CD4 T dalam tubuhnya berada di bawah 200 dan mengalami penyakit lain yang umum menyertai AIDS. Misalnya, infeksi serius atau kanker.

Perhatikan faktor-faktor penyebab HIV dan AIDS ini

Seseorang dapat mengalami HIV dan AIDS bila terinfeksi virus HIV. Kondisi ini biasanya ditularkan dari penderita lewat cairan tubuh. Berikut contoh penularannya:
  • Hubungan seksual

Hubungan seksual tanpa proteksi dengan penderita, baik lewat vagina, anal, maupun oral, bisa menularkan virus HIV. Pasalnya, virus ini bisa menyebar lewat darah, cairan semen maupun vagina, serta anus penderita.Selama aktivitas seksual, cairan tersebut bisa saja masuk ke tubuh pasangan penderita sehingga terinfeksi. Apalagi bila pasangan juga menderita penyakit menular seksual.Umumnya penderita penyakit menular seksual memiliki luka terbuka di area kemaluannya. Penularan pun dinilai lebih tinggi saat seks dilakukan lewat anal.Oleh karena itu, seseorang disarankan untuk tidak berganti-ganti pasangan seksual dan melakukan hubungan seks secara aman, seperti menggunakan kondom.
  • Jarum suntik dan transfusi darah

HIV menular lewat cairan tubuh penderita, termasuk darah. Oleh karena itu, memakai jarum suntik yang sama dengan banyak orang bisa menularkan penyakit ini karena saling memaparkan cairan tubuh.Tidak hanya itu, transfusi darah juga bisa menularkan virus ini. Seseorang yang menerima transfusi darah dari penderita turut akan menderita HIV.Oleh karena itu, hindari pemakaian jarum suntik bersama yang umum dilakukan pada pengguna obat-obatan terlarang dan lakukan transfusi darah dengan aman, seperti di lembaga yang terpercaya.
  • Proses melahirkan

Kehamilan, proses melahirkan, dan proses menyusui bisa menularkan virus HIV dari ibu ke bayinya. Oleh karena itu, bila seorang ibu hamil positif menderita HIV, ia perlu menjalani sejumlah pengobatan sehingga risiko penularannya pada janin bisa ditekan.

Apakah HIV AIDS dapat disembuhkan?

Hingga saat ini, belum ada cara untuk menyembuhkan HIV dan AIDS. Meski demikian, terdapat sejumlah obat-obatan antivirus untuk membantu dalam menekan perkembangan virus penyebab HIV dalam tubuh pengidap. Dengan ini, sistem imunnya memiliki waktu untuk kembali kuat.Kondisi tersebut dapat mengurangi komplikasi akibat HIV/AIDS, sehingga penderita tetap dapat hidup dengan normal dan memiliki angka harapan hidup yang lebih baik.Penyebab HIV dan AIDS sama, yakni human immunodeficiency virus. Tetapi kedua kondisi ini memiliki perbedaan, di mana HIV merupakan tahap awal penyakit dan AIDS adalah tahap lanjut.HIV dan AIDS bisa ditularkan lewat cairan tubuh penderita, seperti darah, cairan vagina, serta semen. Karena itu, Anda sangat disarankan untuk selalu setia pada pasangan atau berhubungan seks secara aman, juga tidak saling meminjamkan jarum suntik.Untuk mengetahui apakah seseorang mengidap HIV atau AIDS, bantuan dokter sangat dibutuhkan. Jadi bila Anda merasakan gejala yang mencurigakan atau memiliki risiko tinggi untuk tertular, periksakanlah kondisi Anda ke dokter.
hivaids
Healthline. https://www.healthline.com/health/hiv-aids
Diakses pada 22 September 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hiv-aids/symptoms-causes/syc-20373524
Diakses pada 22 September 2020
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/hiv-and-aids/
Diakses pada 22 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait