logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kulit & Kecantikan

Penyebab Hipopigmentasi Kulit dan Cara Mengobatinya

open-summary

Hipopigmentasi adalah kondisi kulit yang membuat sebagian warna kulit berwarna lebih terang dibandingkan warna kulit di sekitarnya. Masalah pigmentasi kulit ini dapat terjadi akibat kurangnya pigmen melanin sehingga muncul bercak putih pada kulit.


close-summary

5

(1)

22 Mei 2020

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Hipopigmentasi adalah kondisi kulit di mana kulit berwarna lebih terang sebagian

Hipopigmentasi pada area tangan

Table of Content

  • Penyebab hipopigmentasi
  • Jenis-jenis hipopigmentasi
  • Cara mengatasi hipopigmentasi

Hipopigmentasi adalah kondisi kulit yang membuat sebagian warna kulit berwarna lebih terang dibandingkan warna kulit di sekitarnya. Kondisi ini ditandai dengan munculnya bercak putih pada kulit.

Advertisement

Walaupun umumnya tidak berbahaya, hipopigmentasi kulit dapat mengganggu penampilan dan menurunkan rasa percaya diri. Lantas, apa penyebab dan cara mengatasi hipopigmentasi? Yuk, ketahui jawabannya dalam artikel berikut ini. 

Penyebab hipopigmentasi

Hipopigmentasi adalah masalah kulit yang terjadi akibat kurangnya pigmen melanin, yakni pemberi pigmen yang menentukan warna kulit, sehingga muncul bercak-bercak kulit berwarna lebih terang daripada kulit normal di sekitarnya. 

Pigmentasi kulit ini dapat terjadi di beberapa bagian tubuh atau bahkan juga di semua bagian tubuh. Ukuran dan bentuk bercak putih pada kulit cenderung berbeda-beda. 

Kondisi ini dapat dialami pada orang dari semua ras, tetapi mungkin lebih mudah terlihat pada orang dengan kulit lebih gelap karena kontras antara warna kulit alami dan bercak putih.

Pada dasarnya, penyebab hipopigmentasi adalah adanya riwayat kerusakan pada jaringan kulit, seperti infeksi kulit, lecet, peradangan, luka bakar, hingga trauma lain pada kulit. 

Prosedur perawatan kulit, seperti chemical peeling dan perawatan laser, yang dilakukan dengan cara yang salah atau bukan oleh ahlinya dapat meningkatkan risiko hipopigmentasi.

Meski demikian, kondisi kelainan genetik dan lingkungan juga dapat memicu hipopigmentasi. 

BACA JUGA: Hiperpigmentasi Kulit, Penyebab dan Cara Ampuh Menghilangkannya

Jenis-jenis hipopigmentasi

Berdasarkan pemicunya, berikut adalah penyebab hipopigmentasi kulit terbagi sebagai berikut.

1. Albinisme

Albinisme adalah kondisi kelainan akibat mutasi genetik sehingga membuat warna kulit terlalu pucat bahkan tidak berwarna sama sekali. 

Mengingat orang albino tidak dapat memproduksi pigmen melanin secara maksimal, mereka biasanya memiliki rambut berwarna putih atau bola mata berwarna biru. 

2. Vitiligo

Jenis hipopigmentasi adalah vitiligo
Vitiligo sering kali muncul pada lengan dan wajah

Mirip dengan albinisme, vitiligo merupakan kondisi yang menyebabkan warna kulit menjadi lebih terang daripada warna kulit di sekitarnya. 

Alhasil, muncul bercak putih halus pada kulit di beberapa bagian tubuh tertentu, seperti wajah atau lengan, hingga di semua bagian tubuh. Bahkan, tak jarang bercak putih pada kulit muncul di sekitar area mulut dan rambut. 

Penyebab vitiligo sendiri belum dapat diketahui secara pasti. Namun, para ahli percaya bahwa penyakit autoimun yang menyebabkan rusaknya sel-sel pembentuk pigmen melanin. 

3. Pityriasis alba

Pityriasis alba adalah kondisi kulit yang berwarna putih yang sebelumnya sempat memerah dan mengelupas. Umumnya, kondisi ini dapat sembuh dengan sendirinya setelah beberapa waktu 

Masalah pigmentasi kulit ini sering kali terjadi pada anak. Bercak putih biasanya akan timbul di wajah dan area yang tidak tertutup pakaian.

Penyebab pastinya belum dapat diketahui secara pasti, tetapi dipercaya ada kaitannya dengan eksim dan paparan sinar matahari. 

4. Tinea versicolor (panu)

Tinea versicolor atau panu merupakan hipopigmentasi kulit yang disebabkan oleh infeksi jamur pada kulit. Walaupun tidak menyebabkan komplikasi, gejala bintik-bintik bersisik ini bisa terasa mengganggu. 

Menurut American Academy of Dermatology, penyakit kulit ini kerap dialami oleh orang-orang yang tinggal di wilayah beriklim tropis. Orang dengan kulit berminyak atau sering berkeringat juga rentan mengalaminya. 

5. Lichen sclerosus

Lichen sclerosus adalah bercak putih pada kulit yang dapat membesar, berdarah, dan meninggalkan bekas luka. Kondisi ini dapat terjadi pada area kelamin, payudara, lengan, dan tubuh bagian atas. Meski dapat dialami oleh siapa saja, lichen sclerosus rentan dialami oleh perempuan menopause.

6. Hipopigmentasi pascainflamasi

Hipopigmentasi pasca inflamasi
Luka bakar bisa menimbulkan jaringan parut sehingga membuat warna kulit lebih terang

Masalah kulit lain, seperti dermatitis atopik, dermatitis kontak, psoriasis, luka bakar, atau infeksi kulit bisa membuat warna kulit menjadi lebih terang daripada kulit normal di sekitarnya. Pada orang yang mengalami eksim, proses penyembuhan warna kulit dapat berubah menjadi berwarna putih.pit

Cara mengatasi hipopigmentasi

Pada dasarnya, hipopigmentasi kulit bukan merupakan kondisi yang berbahaya. Akan tetapi, bila Anda cukup terganggu dan merasa tidak percaya diri akan kemunculannya, ada beberapa langkah tepat untuk mengatasinya. 

Tentunya, cara mengatasi hipopigmentasi tetap disesuaikan dengan penyebabnya. Jika hipopigmentasi disebabkan oleh kerusakan kulit yang berasal dari luka, luka bakar, atau infeksi kulit maka proses penyembuhan kulit dapat sembuh dengan sendirinya. Begitu pula dengan pityriasis alba.

1. Oleskan salep kortikosteroid

Salah satu cara mengatasi hipopigmentasi bisa dengan mengoleskan krim atau salep (kortikosteroid) steroid. 

Penggunaan krim kortikosteroid resep dokter dapat membantu mengurangi perubahan warna kulit. 

Kendati demikian, salep ini dapat membuat kulit kering. Untuk itu, selalu gunakan krim pelembap untuk mengurangi kulit kering dan rasa gatal akibat penggunaan kortikosteroid.

2. Penggunaan obat oles lain

Penggunaan obat oles (topikal) lain juga mungkin direkomendasikan dokter untuk mengatasi hipopigmentasi jenis tertentu. 

Pada penderita lichen sclerosus dan pityriasis alba misalnya, krim antiradang mungkin diresepkan guna melembapkan sekaligus mempercepat proses penyembuhan.

Sedangkan, kasus hipopigmentasi yang disebabkan oleh panu, krim antijamur akan diresepkan untuk membunuh jamur yang hidup pada kulit. Dengan begitu, hipopigmentasi kulit dapat berangsur sembuh.

3. Prosedur perawatan kulit

Pada beberapa kasus, dokter mungkin akan merekomendasikan prosedur perawatan kulit tertentu guna meningkatkan warna kulit.

Beberapa prosedur perawatan kulit yang dapat meningkatkan warna pada area kulit yang mengalami hipopigmentasi. Misalnya:

  • Dermabrasi, yaitu prosedur pengelupasan kulit menggunakan alat khusus yang berputar untuk mengangkat lapisan luar kulit.
  • Chemical peeling, yakni prosedur yang dilakukan untuk mengangkat lapisan kulit paling atas sehingga mempercepat regenerasi sel kulit. Dengan ini, area kulit yang terkelupas akan tergantikan dengan sel kulit baru yang lebih sehat.
  • Terapi laser atau laser resurfacing. Prosedur perawatan untuk mengatasi masalah kulit akibat faktor usia, paparan sinar matahari, hingga perubahan hormon. 

Untuk mengetahui prosedur yang tepat dan risiko efek samping yang mungkin terjadi, Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter kulit dulu. 

Pada kasus jenis hipopigmentasi seperti vitiligo, ada beberapa perawatan kulit tertentu yang dapat dilakukan untuk mengurangi bercak putih pada kulit. 

Salah satunya adalah terapi menggunakan UVB yang dilakukan 2-3 kali dalam seminggu selama beberapa pekan lamanya. Namun pada beberapa orang, hasil dari terapi ini hanya bersifat sementara sehingga bercak putih dapat muncul kembali. 

Sementara itu, hingga kini belum ada pengobatan untuk mengatasi hipopigmentasi oleh penderita albinisme. Orang dengan albinisme perlu menggunakan tabir surya setiap saat karena mereka lebih rentan mengalami kerusakan kulit dan kanker kulit akibat paparan sinar matahari.

Baca Juga

  • Ini Cara Ampuh untuk Mengatasi Kelainan Pigmen Kulit
  • Selain Salep Panu, Ini Pilihan Obat Menghilangkan Panu yang Membandel
  • Begini 5 Gejala Vitiligo pada Bayi yang Mudah Dikenali

Hipopigmentasi adalah kondisi munculnya bercak putih pada kulit. Walaupun tidak berbahaya, kondisi ini dapat mengganggu penampilan hingga menurunkan percaya diri. Oleh karena itu, berkonsultasi dengan dokter merupakan langkah tepat yang bisa dilakukan.

Jika masih punya pertanyaan seputar hiperpigmentasi pada kulit, tanyakan langsung dengan dokter lewat aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Caranya, unduh aplikasi sekarang melalui App Store dan Google Play.

Advertisement

vitiligopanualbinisme

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved