Hati-hati, Ini Penyebab Hidrosefalus yang Harus Diwaspadai Ibu Hamil

Penyebab hidrosefalus salah satunya adalah bayi prematur
Hidrosefalus ditandai dengan lingkar kepala bayi yang jauh lebih besar dari ukuran normal

Ketika Anda melahirkan, bidan atau dokter yang menangani persalinan akan mencatat kondisi fisik bayi Anda, salah satunya lingkar kepala bayi baru lahir. Hal ini dilakukan untuk mengeliminasi kemungkinan bayi Anda mengalami hidrosefalus bawaan lahir.

Hidrosefalus, yang juga dikenal dengan air di otak, adalah kondisi ketika terdapat penumpukan cairan otak (cerebrospinal fluid atau CSF) di rongga (ventrikel) otak bayi. Penumpukan cairan ini biasanya terjadi karena terdapat halangan yang mencegah cairan keluar dari otak.

Penumpukan cairan di otak ini otomatis membuat lingkar kepala bayi baru lahir lebih besar dari bayi normal pada umumnya. Jika tidak segera ditangani, hidrosefalus bisa menyebabkan kerusakan otak, keterbatasan mental dan fisik anak, bahkan kematian.

Apa saja penyebab hidrosefalus?

Dalam kondisi normal, CSF mengalir melewati beberapa rongga di otak bayi (disebut juga ventrikel) hingga keluar dari otak menuju tengkorak dan tulang belakang. CSF kemudian ‘dibuang’ ke aliran darah.

Jika ada penyumbatan di ventrikel atau siklus pembuangan CSF terganggu, maka cairan itu akan kembali ke otak dan memenuhi rongga-rongga otak. Hal inilah yang menjadi penyebab hidrosefalus.

Hingga kini, penyebab hidrosefalus secara spesifik belum diketahui. Hanya saja, lingkar kepala bayi baru lahir berisiko mengalami pembesaran jika memiliki faktor-faktor sebagai berikut:

  • Bayi lahir prematur. Bayi yang lahir sebelum bulannya memiliki risiko lebih tinggi akan terjadinya pendarahan intraventrikular yang berujung pada terjadinya hidrosefalus.
  • Masalah selama kehamilan. Infeksi uterus ketika Anda tengah hamil dapat memperbesar risiko bayi lahir dengan hidrosefalus.
  • Masalah pada perkembangan janin, misalnya tulang belakang bayi tidak menutup sempurna.

Faktor risiko lain yang bisa menjadi penyebab hidrosefalus pada bayi, di antaranya:

  • Terdapat benjolan atau tumor pada tulang belakang atau otak
  • Infeksi di sistem saraf
  • Pendarahan di otak
  • Cedera parah pada otak

Penyebab hidrosefalus pada bayi baru lahir

Pembesaran lingkar kepala bayi baru lahir disebut juga sebagai hidrosefalus kongengital. Dalam kondisi ini, biasanya bayi lahir sudah dengan kondisi ventrikel otak yang tersumbat, sedangkan otak juga lebih banyak memproduksi CSF.

Kondisi kesehatan bayi ketika masih di dalam kandungan menjadi penyebab hidrosefalus yang utama pada bayi baru lahir. Biasanya, pembesaran lingkar kepala bayi baru lahir juga disertai masalah kesehatan lain, misalnya spina bifida parah.

Penyebab hidrosefalus kongengital ini biasanya dikarenakan virus yang membuat Anda menderita infeksi selama masa kehamilan, misalnya:

Bagaimana cara mendeteksi hidrosefalus pada bayi?

Hidrosefalus bisa dideteksi ketika janin masih berada di dalam kandungan dengan pemeriksaan ultrasound (USG) biasa. Sementara jika bayi sudah dilahirkan, sangat penting untuk memantau lingkar kepalanya, setidaknya dalam kurun satu tahun pertama kehidupan bayi.

Gejala hidrosefalus pada bayi memang bisa beragam. Pada bayi di bawah satu tahun, kepalanya akan terlihat sangat bengkak atau membesar.

Hal ini dikarenakan tengkorak bayi di bawah satu tahun belum sepenuhnya keras sehingga kepala akan melebar untuk menyimpan kelebihan CSF yang tidak mampu dibuang ke aliran darah. Hasilnya, kepala bayi akan terlihat lebih besar dari ukuran kepala bayi normal pada umumnya.

Tanda-tanda lain bahwa bayi mengalami hidrosefalus adalah:

  • Terdapat benjolan di ubun-ubun
  • Terdapat jarak antara dua tulang tengkorak yang belum sepenuhnya keras
  • Terjadi peningkatan ukuran yang drastis pada lingkar kepala bayi
  • Pembengkakan pembuluh nadi yang bisa terlihat jelas oleh mata telanjang
  • Kelopak mata menurun (disebut juga sunsetting)

Jika hidrosefalus pada bayi sudah sangat parah, ia bisa juga memperlihatkan gejala yang lain, seperti mengantuk secara berlebihan, sangat rewel, muntah, hingga mengalami kejang. Bayi dengan hidrosefalus juga bisa mengalami keterlambatan perkembangan (milestones), atau bahkan kemunduran. Pada kasus yang ekstrem, bayi bisa mengalami gagal tumbuh (failure to thrive).

Meskipun demikian, hidrosefalus yang terdeteksi dini sangat mungkin disembuhkan. Inilah alasan Anda harus terus memantau perkembangan buah hati dan memeriksakannya ke dokter jika menemui tanda-tanda hidrosefalus seperti yang sebelumnya telah dijelaskan.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/181727.php
Diakses pada 30 Juli 2019

Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/hydrocephalus.html
Diakses pada 30 Juli 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed