Hati-hati, Ini Penyebab Hidrosefalus yang Harus Diwaspadai Ibu Hamil

(0)
30 Jul 2019|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Penyebab hidrosefalus salah satunya adalah bayi prematurHidrosefalus ditandai dengan lingkar kepala bayi yang jauh lebih besar dari ukuran normal
Hidrosefalus adalah kasus yang kerap terjadi pada bayi dan anak. Namun, orang dewasa pun juga bisa mengidap hidrosefalus.Hidrosefalus, baik pada bayi dan anak maupun orang dewasa, terjadi karena adanya cairan otak (serebrospinal) yang berlebih. Jika jumlah cairan berlebih ini tidak ditangani menimbulkan risiko serius.

Bagaimana kondisi otak saat hidrosefalus?

Penumpukan cairan pada rongga otak sebabkan hidrosefalus
Pada kasus hidrosefalus, penumpukan cairan otak ini biasanya terjadi karena terdapat halangan yang mencegah otak untuk mengeluarkan jumlah cairan berlebih.Jumlah cairan otak yang menumpuk menyebabkan lingkar kepala bayi baru lahir lebih besar dari bayi normal pada umumnya. Jika tidak segera ditangani, penyakit otak ini bisa mengakibatkan kerusakan otak, keterbatasan mental dan fisik anak, bahkan kematian.Dalam kondisi normal, cairan otak mengalir melewati beberapa rongga di otak hingga keluar menuju tengkorak dan tulang belakang. Dalam hal ini, cairan di otak kemudian ‘dibuang’ ke aliran darah.Jika ada penyumbatan di rongga otak atau saluran pembuangan cairan otak terganggu, maka cairan itu akan kembali ke otak. Efeknya, cairan pun menumpuk di rongga-rongga otak.Hal inilah yang menjadi penyebab hidrosefalus. Sebenarnya, hingga kini, penyebab hidrosefalus secara spesifik belum diketahui. 

Apa saja penyebab hidrosefalus?

Infeksi virus toksoplasma saat hamil sebabkan hidrosefalus bayi
Penyebab kasus hidrosefalus dipicu oleh adanya beberapa faktor, baik gangguan kehamilan ataupun setelah bayi lahir.Akibat gangguan kehamilan, inilah penyebab hidrosefalus pada kelainan bawaan bayi baru lahir:Sementara itu, inilah faktor penyebab hidrosefalus yang muncul akibat otak yang terganggu setelah bayi lahir:

Bagaimana cara mendeteksi dini hidrosefalus pada bayi?

Peningkatan lingkar kepala drastis pertanda hidrosefalus
Kasus hidrosefalus bisa dilihat dengan memerhatikan kepala bayi saat baru lahir. Memang, sebenarnya, penyakit otak ini memiliki gejala yang cukup beragam.Tanda-tanda lain bahwa bayi mengalami hidrosefalus adalah:
  • Terdapat benjolan di ubun-ubun.
  • Terdapat jarak antara dua tulang tengkorak yang belum sepenuhnya keras.
  • Terjadi peningkatan ukuran yang drastis pada lingkar kepala bayi.
  • Pembengkakan pembuluh nadi yang bisa terlihat jelas oleh mata telanjang.
  • Kelopak mata menurun (disebut juga sunsetting).
Jika hidrosefalus pada bayi sudah sangat parah, ia bisa juga memperlihatkan gejala yang lain, seperti mengantuk secara berlebihan, sangat rewel, muntah, hingga mengalami kejang.

Bagaimana dokter mendiagnosis hidrosefalus?

USG saat hamil bantu lihat risiko hidrosefalus saat bayi lahir
Inilah cara yang biasa dipilih dokter untuk mengecek penyakit otak hidrosefalus pada bayi dan anak maupun pada orang dewasa:
  • Ultrasound (USG), untuk mengetahui penyebab hidrosefalus, ibu hamil bisa mengecek kandungannya kandungan dengan pemeriksaan ultrasound (USG) biasa. Sementara, jika bayi sudah dilahirkan, sangat penting untuk memantau lingkar kepalanya, setidaknya dalam kurun satu tahun pertama kehidupan bayi.
  • Magnetic Resonance Imaging (MRI), pemindaian ini berguna untuk mendapatkan gambaran otak secara utuh dan mendetail dengan menggunakan gelombang radio.
  • Computerized Tomography scan (CT Scan), tujuan pemindaian ini adalah untuk melihat pembesaran rongga otak yang terjadi pada kasus hidrosefalus.

Bagaimana cara mengobati hidrosefalus?

Pembedahan hidrosefalus dilakukan dengan membuat lubang
Ini yang akan direkomendasikan dokter untuk menangani hidrosefalus pada bayi dan anak serta orang dewasa:
  • Memasang shunt atau shunting, pemasangan dua selang (kateter) dan katup untuk mengalirkan cairan otak ke perut. Sayangnya, riset yang terbit pada National Center for Biomedical Information menemukan, shunting berisiko pendarahan di bawah kulit hingga kebocoran cairan otak dari selang. Pengobatan ini bahkan harus dijalani seumur hidupnya.
  • Bedah Endoscopic Third Ventriventriculostomy (ETV), bedah ini dilakukan dengan cara membuat lubang di permukaan otak. Ini berguna untuk menyebar cairan yang menumpuk di rongga otak.
Bayi dengan hidrosefalus juga bisa mengalami keterlambatan atau bahkan kemunduran perkembangan. Pada kasus yang ekstrem, bayi bisa mengalami gagal tumbuh (failure to thrive).

Catatan dari SehatQ

Hidrosefalus adalah penyakit otak yang terjadi akibat jumlah cairan yang berlebih pada otak. Penyebab hidrosefalus bisa dideteksi sejak kehamilan. Meski kerap dijumpai pada bayi dan anak, kasus hidrosefalus bisa ditemukan pada orang dewasa.Hidrosefalus yang terdeteksi dini sangat mungkin disembuhkan. Inilah alasan Anda harus terus memantau perkembangan buah hati Anda. Jika Anda maupun buah hati mengalami faktor penyebab hidrosefalus ataupun anak Anda memperlihatkan ciri-cirinya, segera konsultasikan dengan dokter melalui chat di aplikasi kesehatan keluarga SehatQDownload aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
hidrosefaluspenyakit otakmasalah kehamilan
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/181727.php
Diakses pada 30 Juli 2019
Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/hydrocephalus.html
Diakses pada 30 Juli 2019
National Center for Biotechnology Information. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK459351/ Diakses pada 09 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait