Hernia pada bayi atau hernia umbilikalis berbentuk benjolan di sekitar pusar bayi
Hernia umbilikalis berbentuk seperti benjolan di sekitar pusar bayi

Jika bayi memiliki benjolan di sekitar pusar, mungkin ia menderita kondisi yang dinamakan hernia umbilikalis. Berbagai faktor risiko bisa jadi penyebab hernia pada bayi ini, namun hernia pada bayi biasanya tidak membahayakan.

Saat bayi masih berada di dalam kandungan, tali pusar menjadi penghubung antara bayi dengan ibu. Ketika ia lahir dan tali pusar puput, pusar bayi seharusnya langsung menutup.

Namun, pada beberapa bayi, otot di sekitar perut atau pusar tidak menutup dengan sempurna. Saat itulah bagian dari usus atau jaringan lemak menyodok area di sekitar pusar bayi sehingga terjadilah hernia umbilikalis.

Penyebab hernia pada bayi dan gejalanya

Hernia umbilikalis kerap dijumpai pada bayi atau anak-anak. Penyebab hernia pada bayi tidak diketahui secara pasti, tapi bayi yang memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita hernia umbilikal adalah bayi yang lahir belum cukup bulan alias prematur serta memiliki berat lahir rendah, yakni di bawah 1,5 kg.

Selain itu, bayi yang mengalami obesitas dan batuk dalam jangka panjang juga berisiko mengalami hernia umbilikal. Sementara dari faktor ibu, kehamilan dengan lebih dari satu janin (kembar dua, tiga, atau lebih) juga berisiko membuat bayi lahir dengan risiko hernia umbilikalis.

Anda mungkin pernah mendengar bahwa cara dokter memotong tali pusar bisa jadi penyebab hernia pada bayi ini. Namun, anggapan itu hanyalah mitos.

Hernia umbilikalis terlihat seperti benjolan di pusar. Hernia pada bayi akan terlihat lebih jelas ketika ia sedang tertawa, menangis, ingin buang air kecil, atau batuk. Sedangkan ketika bayi sedang istirahat atau tidur, hernianya akan terlihat menyusut.

Kapan harus menemui dokter?

Hernia pada bayi ini biasanya tidak menimbulkan rasa sakit. Sekitar 90% hernia umbilikal akan sembuh dengan sendirinya. Tetapi, jika hernia tidak tertutup saat anak menginjak usia 4 tahun, ia mungkin harus menjalani perawatan medis.

Dokter pun biasanya akan menunggu hingga anak mencapai usia tersebut sebelum melakukan tindakan medis. Namun, Anda bisa langsung memeriksakan bayi ke dokter bila:

  • Bayi merasakan sakit di area sekitar pusar yang menonjol
  • Bayi muntah yang disertai dengan benjolan yang membesar
  • Benjolan di pusar menjadi lebih besar atau berubah warna
  • Pusar akan terasa sangat sakit ketika ditekan

Dokter akan memeriksa hernia pada bayi secara fisik dan memastikan apakah benjolan bisa kembali dimasukkan ke dalam perut (reducible) atau sudah ajeg pada tempatnya (incarcerated). Hernia yang sudah ajeg merupakan kondisi yang lebih serius karena mungkin membuat kerusakan permanen pada jaringan di dalam perut atau menghambat aliran darah.

Dokter bisa merekomendasikan pemeriksaan X-ray atau ultrasound di area perut untuk memastikan tidak ada komplikasi akibat hernia ini. Tes darah juga mungkin diperlukan untuk mengetahui ada atau tidaknya infeksi, terutama jika hernia pada bayi dalam kondisi ajeg.

Bagaimana cara mengobati hernia pada bayi?

Untuk mengobati hernia umbilikalis pada anak, dokter akan melakukan prosedur operasi. Namun, prosedur ini terbilang sederhana dan hanya membutuhkan waktu 20-30 menit dengan anak diberikan bius total.

Pada anak, area pusar yang terbuka biasanya ditutup dengan jahitan. Namun jika hernia berukuran besar, jahitan juga akan ditopang dengan alat khusus untuk memperkuat area di sekitar bekas operasi hernia.

Pasien operasi hernia biasanya diperbolehkan pulang satu hari setelah operasi. Anak biasanya akan mengeluhkan rasa kebas atau tidak nyaman di area bekas operasi, tapi itu adalah keluhan yang normal.

Meskipun demikian, 1 dari 10 anak yang menjalani operasi hernia mungkin mengalami komplikasi pascaoperasi. Ciri-cirinya adalah:

  • Infeksi (ditandai dengan bekas jahitan operasi memerah, bernanah, atau terasa sakit)
  • Pendarahan
  • Robek pada bekas jahitan
  • Hernia kambuh
  • Pusar terlihat tidak normal

Untuk meminimalisir kemungkinan komplikasi, batasi aktivitas anak selama masa pemulihan. Bila anak sudah sekolah, ia direkomendasikan untuk meliburkan diri selama 1-2 minggu pascaoperasi. Jika hasil operasi sudah benar-benar pulih, biasanya dokter akan memperbolehkan Anak untuk kembali beraktivitas normal.

Healthline. https://www.healthline.com/health/umbilical-hernia
Diakses pada 1 Agustus 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/189580.php
Diakses pada 1 Agustus 2019

WebMD. https://www.webmd.com/parenting/baby/what-are-umbilical-hernias#1
Diakses pada 1 Agustus 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed