Penyebab Hepatitis C, Mulai dari Transfusi Darah hingga Berhubungan Seksual


Penyebab hepatitis C adalah penggunaan jarum suntik berulang dari penderita dan transfusi darah. Berhubungan seks tanpa kondom juga bisa jadi penyebab penularan penyakitnya.

0,0
Penyebab hepatitis C adalah transfusi darahDarah yang terkontaminasi virus hepatitis C dapat menjadi salah satu penyebab hepatitis C.
Tak seperti penyakit hepatitis A dan hepatitis B, penyakit hepatitis C belum memiliki vaksin untuk pencegahan. Penyakit ini sangat menular bahkan menyebabkan kematian. Penyebab hepatitis C adalah infeksi virus yang menyebar melalui kontaminasi darah.
Infeksi hepatitis C terbagi menjadi infeksi akut dan kronis. Hepatitis C dikatakan kronis jika hasil laboratorium menunjukkan adanya infeksi virus hepatitis C, padahal sebelumnya hasilnya negatif selama 12 bulan terakhir.Sekitar 71 juta jiwa penduduk di dunia mengalami infeksi kronis hepatitis C. Sebagian besar dari penderita infeksi kronis akan berlanjut menderita sirosis (kerusakan hati) atau kanker hati. Diperkirakan 399.000 jiwa meninggal setiap tahunnya akibat infeksi hepatitis C, kebanyakan mengalami kondisi sirosis dan kanker hati.

Penyebab hepatitis C

Penyebab hepatitis C adalah infeksi virus Hepatitis C (HCV) yang membuat adanya peradangan hati hingga mengakibatkan kerusakan hati yang serius. Virus ini dapat menyebar atau menular melalui kontaminasi darah.HCV dapat ditularkan melalui suntikan yang terpapar darah yang terinfeksi atau cairan tubuh lain yang mengandung darah terinfeksi, seperti:
  • Pengguna obat suntik
  • Menerima donor darah, produk darah, atau pencangkokan organ
  • Luka jarum suntik dalam lingkungan fasilitas kesehatan
  • Lahir dari ibu yang terinfeksi HCV
Selain itu, ada pula beberapa cara penyebaran HCV yang lebih jarang terjadi tetapi mungkin, seperti:
  • Hubungan seks dengan penderita HCV
  • Menggunakan barang pribadi bersama seperti alat cukur atau sikat gigi
  • Tindakan medis lain dengan prosedur invasif seperti injeksi
  • Pembuatan tato

Faktor yang meningkatkan risiko penyebab hepatitis C

Berdasarkan cara penularan atau penyebab hepatitis C dan data yang ada, risiko Anda memiliki infeksi hepatitis C meningkat jika:
  • Anda merupakan tenaga medis yang telah terpapar darah terinfeksi atau jika jarum yang terkena darah terinfeksi melukai Anda.
  • Pernah menggunakan obat-obatan terlarang dengan cara dihisap atau disuntikan.
  • Memiliki HIV.
  • Membuat tindik atau tato pada lingkungan yang tidak bersih dan menggunakan peralatan yang tidak steril.
  • Menerima transfusi darah atau pencangkokan organ sebelum tahun 1992.
  • Menerima faktor pembekuan darah sebelum tahun 1987.
  • Melakukan terapi cuci darah untuk waktu yang lama.
  • Pernah dipenjara.
  • Lahir pada tahun 1945-1965.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/ CDC) Amerika menyarankan adanya pemeriksaan bagi generasi Baby Boomers. Mereka adalah kelompok orang yang lahir pada tahun 1945 hingga 1965.Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Ditemukan 75% dari penderita infeksi hepatitis C lahir pada rentang tahun tersebut. Data yang ada menunjukkan bahwa mereka yang lahir pada tahun tersebut memiliki kecenderungan terinfeksi hepatitis C lima kali lebih besar daripada orang pada umumnya.Penyebab ada kecenderungan hepatitis C pada orang yang lahir pada tahun 1945 – 1965 belum diketahui secara pasti. Namun, angkatan ini mengalami infeksi pada rentang tahun 1960 – 1980-an.Hal ini bisa saja disebabkan oleh infeksi yang didapat dari prosedur maupun alat medis karena belum adanya prosedur kewaspadaan (universal precaution) yang baru dipublikasikan pada tahun 1985. Selain itu, kontaminasi darah atau produk darah juga berpeluang menjadi penyebab infeksi sebelum adanya pengecekan virus hepatitis C yang baru ada pada tahun 1992.

Gejala hepatitis C

Penyebab hepatitis C kronis pasti diawali fase akut dari hepatitis C. Sayangnya, fase akut ini sering kali tidak bergejala atau memiliki gejala yang terlalu umum dan mirip dengan gejala penyakit lain. Masa inkubasi hepatitis C sekitar 2 minggu sampai 6 bulan. Sayangnya, 80 persen mereka yang terkena infeksi tidak menunjukkan gejala apa pun. Hanya gejala akut saja pada setiap orang, seperti:
  • Demam
  • Tubuh merasa lelah
  • Mual
  • Muntah
  • Nyeri perut
  • Nafsu makan berkurang
  • Nyeri sendi
  • Urine berwarna gelap
  • Tinja berwarna pucat
  • Kulit dan mata berwarna kuning
Kebanyakan orang dengan hepatitis C kronis juga tidak mengalami gejala apapun sampai terjadi kerusakan hati berat yang disebut sebagai sirosis hati. Gejala awal hepatitis C kronis adalah rasa lelah, nyeri otot, dan penurunan nafsu makan. Ketika sudah terjadi kerusakan hati berat atau sirosis hati dapat terjadi gejala seperti:
  • penurunan berat badan
  • gangguan pembekuan darah (gampang berdarah dan lebam)
  • perut membesar akibat penumpukan cairan dalam perut
  • pada wanita dapat terjadi gangguan menstruasi
  • pada pria dapat terjadi penurunan gairah seks dan pembesaran payudara
Komplikasi serius hepatitis C kronis adalah menyebabkan kanker hati dan penumpukan zat racun pada otak yang menyebabkan gangguan berpikir bahkan hingga koma.

Cara penularan hepatitis C

Penularan hepatitis C ketika darah seseorang yang terinfeksi virus Hepatitis C masuk ke tubuh orang yang sehat.Aktivitas yang berisiko tinggi menyebabkan penularan virus hepatitis C adalah:
  • penggunaan jarum suntik obat bersama
  • penggunaan jarum/alat tusuk yang digunakan untuk membuat tato bersama
  • mendapat donor darah dari orang yang menderita Hepatitis C.
  • penggunaan alat-alat kesehatan yang tidak steril
  • penggunaan bersama alat-alat kebersihan pribadi seperti alat cukur, sikat gigi, penggunting kuku, pembalut bekas pakai, atau apapun yang bisa terkontaminasi darah.
  • hubungan seksual dengan tidak memakai kondom. Penularan hepatitis C dapat terjadi terutama bila dilakukan saat menstruasi. Risiko penularan tinggi pada orang yang menderita HIV/AIDS atau infeksi menular seksual lain.
  • bayi yang dilahirkan oleh ibu yang menderita hepatitis C. Terdapat risiko kecil seorang ibu menularkan hepatitis C ke bayinya sebelum atau selama melahirkan. Risiko penularannya meningkat bila Ibu menderita HIV/AIDS

Aktivitas yang tidak menularkan Hepatitis C

Bukan berarti Anda harus menjauhi para pengidap hepatitis C secara berlebihan. Namun, tetap batasi aktivitas yang dilakukan. Biarpun begitu, tetap ada aktivitas yang bisa dilakukan dengan pengidap hepatitis C:
  • batuk pilek
  • kontak tubuh biasa seperti berpelukan atau bersalaman
  • berciuman
  • menyusui (kecuali bila puting susu berdarah)
  • menggunakan alat makan Bersama
  • digigit nyamuk

Catatan dari SehatQ

Hepatitis C merupakan salah satu penyakit berbahaya yang sudah memakan banyak korban. Karena belum ada vaksin untuk pencegahannya, Anda perlu terus waspada dengan penggunaan jarum suntik sendiri. Lakukan juga hubungan seksual yang aman karena aktivitas tersebut juga bisa menularkan virusnya.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar penyakit hepatitis C, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
hepatitis csirosis hatipenyakit hati
CDC. https://wwwn.cdc.gov/nndss/conditions/hepatitis-c-chronic/case-definition/2016/
Diakses 25 April 2019
CDC. https://www.cdc.gov/hepatitis/hcv/hcvfaq.htm#section2
Diakses 25 April 2019
CDC. https://www.cdc.gov/hepatitis/populations/1945-1965.htm
Diakses 25 April 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hepatitis-c/symptoms-causes/syc-2035427
Diakses 25 April 2019 
WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hepatitis-c
Diakses 25 April 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait