Penyebab Hamil Kosong dan Tanda-tandanya, Plus Risiko Keguguran Dini yang Perlu Diwaspadai


Hamil kosong terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi tidak membelah dan membentuk embrio. Kondisi ini disebabkan oleh kelainan kromosom, yang terjadi saat pembuahan sel telur.

(0)
28 Jun 2019|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Gejala hamil kosong salah satunya mengalami keguguran diniHamil kosong terjadi karena tidak berkembangnya sel telur yang telah dibuahi.
Hamil kosong (blighted ovum) atau yang juga dikenal dengan kehamilan anembrionik, terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi tidak membelah dan membentuk embrio. Sel tersebut menempel pada dinding rahim, layaknya pada kehamilan biasa, tapi akan menghilang dari kantung kehamilan.Lantas bagaimana kehamilan kosong bisa terjadi dan apakah kondisi tersebut memengaruhi kehamilan selanjutnya?

Penyebab hamil kosong

Hamil kosong biasanya terjadi pada awal-awal kehamilan
Untuk memastikan ibu hamil mengalami kehamilan kosong, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan USG kehamilan untuk melihat kantong janin terisi embrio atau tidak.Blighted ovum biasanya terjadi pada awal-awal kehamilan, yakni sekitar minggu ke-8 hingga minggu ke-13. Kondisi tersebut akan berakhir dengan kegagalan kehamilan atau keguguran.Dikutip dari Mayo Clinic, penyebab hamil kosong belum diketahui secara pasti. Namun, para ahli memperkirakan kondisi ini dipicu salah satunya oleh kelainan kromosom yang terjadi saat pembuahan sel telur.Kelainan pada kromosom tersebut, bisa disebabkan oleh faktor genetik, maupun buruknya kualitas sperma atau sel telur.Saat tubuh mengenali kondisi sel telur atau sperma tersebut gagal berkembang menjadi embrio, sehingga kehamilan pun akan dihentikan melalui proses keguguran.Selain kelainan kromosom, risiko kehamilan kosong juga dapat meningkat, apabila pasangan suami istri memiliki hubungan darah dan kualitas sel telur maupun sel sperma buruk.Perlu Anda ketahui bahwa tanda kehamilan kosong awalnya mirip dengan kehamilan normal.

Gejala hamil kosong blighted ovum 

Blighted ovum adalah kondisi di mana pembentukan embrio gagal terjadi di dalam rahim. Kondisi ini dapat menimbulkan gejala keguguran.Beberapa gejala kehamilan normal yang juga bisa muncul saat mengalami kehamilan kosong, di antaranya seperti:
  • Tes kehamilan hasilnya positif
  • Terlambat haid
  • Mual
  • Muntah
  • Payudara terasa nyeri
Dilansir dari laman American Pregnancy, kehamilan kosong atau anembrionik juga bisa menunjukkan hasil test pack yang positifkarena pengaruh hormon hCG yang tetap ada dari plasenta meski embrionya tidak ada.Namun jika Anda mengalami kehamilan kosong, tanda-tanda tersebut tidak akan bertahan lama karena hormon kehamilan (HCG) bisa menurun drastis.Pada kondisi blighted ovum, gejala keguguran akan mulai terlihat sejak usia kehamilan 8-13 minggu.Gejala keguguran yang akan dirasakan meliputi keluarnya flek atau perdarahan dari vagina yang banyak, nyeri payudara yang menyurut hilang, hingga kram perut yang tidak tertahankan.Keguguran dapat terjadi bahkan sebelum penderita menyadari bahwa dirinya sedang hamil.Baca juga: Kehamilan Kosong Tapi Tidak Pendarahan, Mengapa Bisa Terjadi?

Kehamilan kosong bisakah dipertahankan?

Ibu yang pernah mengalami hamil kosong tetap dapat memiliki anak
Saat mengalami blighted ovum atau kehamilan kosong, maka kehamilan tersebut tidak bisa dipertahankan. Namun, potensi memiliki anak setelah hamil kosong tetap ada.Para ahli mengungkapkan, suatu kegagalan dalam kehamilan, tidak mengindikasikan adanya kelainan pada ibu maupun ayah.Biasanya, dokter akan menunggu hingga tiga kali keguguran terlebih dahulu, untuk melakukan pemeriksaan darah maupun tes genetik. Ibu yang pernah mengalami blighted ovum, tetap akan bisa mendapatkan kehamilan yang normal setelahnya. Komplikasi kehamilan kosong bertahan berapa minggu? Kondisi ini hanya bisa bertahan kurang lebih selama 8-13 minggu usia kandungan atau tiga bulan pertama kehamilan untuk selanjutnya mengalami keguguran. 

Waktu yang tepat untuk merencanakan kehamilan pasca hamil kosong

Waktu yang tepat untuk merencanakan kehamilan pasca hamil kosong adalah setelah haid
Menanti hingga sang ibu kembali mendapatkan periode haid, merupakan waktu untuk menunggu yang disarankan oleh para ahli, untuk kembali merencanakan kehamilan.Waktu tunggu ini diperkirakan 4-6 minggu setelah keguguran terjadi, atau setelah ibu menjalani pengangkatan jaringan kehamilan.Disarankan bagi Anda, untuk hamil dalam jangka waktu enam bulan setelah mengalami keguguran.Sebuah studi di Skotlandia yang melibatkan lebih dari 30.000 wanita menunjukkan, ibu yang hamil dalam jangka waktu enam bulan pascakeguguran, memiliki kemungkinan lebih kecil,untuk kembali mengalami keguguran.Walau begitu, kondisi emosional sang ibu yang baik, menjadi kunci untuk kembali menjalani usaha kehamilan. Beberapa ibu akan membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk pulih dari trauma pascahamil dan sebelum kembali menjalani program kehamilan.Baca juga: Deteksi Dini Kehamilan Kosong dan Langkah Penanganannya

Tips menjaga kesehatan setelah hamil kosong

Kehamilan kosong akan membawa perubahan bagi kondisi fisik dan mental. Oleh karena itu, sebaiknya Anda melakukan langkah-langkah ini setelah mengalami kehamilan kosong, sebagai pemulihan.
  • Rutin melakukan pemeriksaan kehamilan
  • Apabila masih mengalami kram 2-3 hari pascahamil segera laporkan hal tersebut ke dokter. Dokter mungkin akan memberikan obat penghilang nyeri seperti ibuprofen.
  • Jika mengalami perdarahan berkepanjangan, yang sakitnya melebihi menstruasi terberat Anda, segera berkonsultasi dengan dokter.
  • Konsumsilah makanan yang tinggi akan zat besi dan vitamin C. Makanan seperti daging merah, telur, dan sayuran hijau, dapat menjadi pilihan. Sebab, setelah mengalami keguguran Anda mungkin akan kehilangan banyak darah.
  • Hindari kegiatan yang berat hingga perdarahan selesai. Tetap prioritaskan pemulihan kesehatan diri Anda, sebelum kembali ke aktivitas normal.
  • Sebaiknya Anda menunda rencana kehamilan, apabila perdarahan belum berhenti. Sangat disarankan bagi Anda, untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter maupun bidan, sebelum kembali merencanakan kehamilan.
  • Jika merasa sangat sedih dan emosional  Anda bisa mengikuti konseling dengan psikolog.
Karena dapat berakhir pada keguguran, blighted ovum mungkin akan menyebabkan trauma bagi sebagian ibu. Namun harus dipahami, kondisi ini bukanlah kesalahan Anda dan pasangan.Perlu juga digarisbawahi, wanita yang pernah mengalami kondisi ini tetap dapat mendapatkan kehamilan yang sehat, walaupun pernah mengalami blighted ovum.Jika Anda mengalami kehamilan kosong, penanganan yang dapat dilakukan adalah menjalani prosedur kuret atau mengonsumsi obat-obatan yang diberikan oleh dokter. Jika dibandingkan dengan kuret, penggunaan obat umumnya dapat menyebabkan perdarahan yang lebih berat pada pasien.Jika Anda ingin berkonsultasi langsung pada dokter terkait kehamilan kosong, Anda bisa chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
menjaga kehamilanhamilkehamilantrimester pertama kehamilantes kehamilanmerencanakan kehamilanmasalah kehamilanpemeriksaan kehamilanibu hamilhamil kosongkehamilan anembrionik
BabyCenter. https://www.babycenter.com/0_early-pregnancy-failure-blighted-ovum_1355753.bc
Diakses pada 27 Juni 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pregnancy-loss-miscarriage/expert-answers/blighted-ovum/faq-20057783
Diakses pada 27 Juni 2019
Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/understanding-blighted-ovum-2371492
Diakses pada 27 Juni 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait