Inilah Faktor Risiko yang Merupakan Penyebab Hamil Anggur pada Wanita

Ada beberapa faktor penyebab hamil anggur yang harus dihindari wanita
Hamil anggur memiliki beberapa penyebab

Setiap pasangan tentu sangat mengharapkan kehadiran buah hati sehingga kehamilan biasanya menjadi hal yang paling diinginkan setelah menikah. Oleh karena itu, saat hamil, ibu perlu menjaganya dengan baik karena kehamilan tidak lepas dari masalah pada kandungan. Salah satunya adalah hamil anggur.

Hamil anggur adalah kehamilan yang gagal, di mana janin tidak bisa tumbuh dalam rahim. Sel telur dan plasenta yang tidak dapat berkembang malah menjadi sekumpulan kista yang berbentuk seperti anggur putih. Hal ini terjadi ketika sperma salah dalam membuahi sel telur sehingga tumbuh sel-sel abnormal. Sekitar 1 dari setiap 1.000 kehamilan didiagnosis mengalami hamil anggur.

Penyebab Hamil Anggur

Untuk menjadi janin yang normal, dibutuhkan 46 kromosom (23 dari sperma dan 23 dari sel telur). Jika jumlah kromosom dalam kehamilan tidak seimbang, hamil anggur mungkin terjadi. Berdasarkan jenisnya, penyebab hamil anggur dibedakan menjadi dua, di antaranya:

  • Penyebab hamil anggur parsial

Hamil anggur parsial terjadi karena sel telur dibuahi oleh dua sperma sehingga menyebabkan jumlah kromosom berlebih. Kromosom dari sel telur tetap 23, sementara dari sperma jumlahnya meningkat menjadi 46 sehingga totalnya 69. Akibatnya, plasenta menjadi abnormal dan perkembangan janin terhambat sehingga bisa menyebabkan gagal tumbuh.

  • Penyebab hamil anggur lengkap

Hamil anggur lengkap terjadi karena gagalnya kromosom dari sperma dan sel telur untuk bersatu. Hal ini menyebabkan jumlah kromosom terbatas menjadi hanya 23 saja sehingga tidak mampu menjadi janin. Yang ada hanya plasenta yang abnormal.

[[artikel-terkait]]

Faktor risiko penyebab hamil anggur yang harus dihindari wanita

Terdapat beberapa penyebab hamil anggur yang harus dihindari wanita. Hal ini sebenarnya berkaitan dengan faktor risiko karena penyebab pasti dari hamil anggur belum dapat diidentifikasi hingga saat ini. Beberapa faktor risiko penyebab hamil anggur, antara lain:

  • Hamil di usia terlalu muda atau terlalu tua

Semua wanita memiliki risiko untuk mengalami hamil anggur, namun kemungkinannya kecil. Hamil anggur lebih sering terjadi pada kelompok usia tertentu. Hamil di usia terlalu muda (di bawah 18 tahun) atau terlalu tua (di atas 35 tahun) dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami hamil anggur. Kehamilan pada usia tersebut memang sangat berisiko mengalami berbagai masalah. Oleh sebab itu, sebaiknya ibu menghindari untuk hamil pada usia yang terlalu muda atau terlalu tua.

  • Tidak melakukan diet rendah karoten (vitamin A)

Rendahnya karoten (vitamin A) dalam tubuh mampu meningkatkan risiko seseorang terkena hamil anggur. Hal ini tentu tidak baik, bahkan dapat menyebabkan berbagai masalah lain dalam tubuh. Oleh karena itu, Anda harus memperbanyak asupan vitamin A agar terhindar dari hamil anggur. Vitamin A dapat Anda temukan dengan mudah, khususnya pada wortel. Anda bisa mengonsumsinya dengan cara direbus ataupun dijadikan sup dan jus.

  • Tidak berkonsultasi pada dokter saat akan hamil lagi, meski sebelumnya pernah hamil anggur

Jika dulu Anda pernah mengalami hamil anggur, maka Anda berisiko mengalami hamil anggur kembali. Kemungkinan Anda hamil anggur kembali sekitar 1-20%, tergantung pada banyaknya hamil anggur yang pernah dialami.

Oleh sebab itu, ketika berniat untuk hamil lagi, Anda harus berkonsultasi pada dokter terlebih dahulu. Dokter akan memberitahu Anda kapan waktu yang tepat untuk hamil kembali agar terhindari dari masalah kehamilan ini.

Ketiga faktor risiko tersebut harus Anda hindari untuk mencegah hamil anggur. Namun, memiliki faktor risiko tidak selamanya berarti Anda pasti mengalami hamil anggur. Wanita yang memiliki satu faktor atau lebih juga bisa saja tidak mengalami hamil anggur. Sementara yang tidak memiliki risiko bisa mengalaminya.

Persiapkan kehamilan Anda dengan baik. Jangan sampai terjadi masalah yang menyebabkan Anda gagal untuk hamil. Setelah hamil, jangan lupa pula untuk selalu menjaga kandungan Anda. Kandungan yang bermasalah akan berbahaya bagi janin maupun diri Anda sendiri.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/molar-pregnancy/symptoms-causes/syc-20375175
Diakses pada Juni 2019

WebMD. https://www.webmd.com/baby/what-is-molar-pregnancy#1
Diakses pada Juni 2019

Cancer Research UK. https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/gestational-trophoblastic-disease-gtd/molar-pregnancy/risks-causes
Diakses pada Juni 2019

Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000909.htm
Diakses pada Juni 2019

News Medical Life Science. https://www.news-medical.net/health/Causes-of-Molar-Pregnancy.aspx
Diakses pada Juni 2019

The Womens. https://www.thewomens.org.au/health-information/pregnancy-and-birth/pregnancy-problems/early-pregnancy-problems/hydatidiform-mole#Why%20did%20I%20develop%20a%20molar%20pregnancy?
Diakses pada Juni 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed