8 Penyebab Haid Tidak Teratur pada Remaja

(0)
03 May 2021|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Penyebab haid tidak teratur pada remaja perempuan cukup beragam, salah satunya akibat stres.Ada banyak penyebab haid tidak teratur pada remaja perempuan, salah satunya akibat stres.
Menstruasi tidak teratur tak hanya dialami perempuan dewasa. Remaja perempuan pun bisa mengalaminya. Mari kita pahami lebih jauh mengenai berbagai penyebab haid tidak teratur pada remaja beserta solusi terbaik yang bisa diambil.

8 penyebab haid tidak teratur pada remaja

Menstruasi tidak teratur pada remaja selama beberapa tahun pertama dianggap normal. Meski begitu, sebagai orangtua, Anda perlu mewaspadai berbagai kondisi dan faktor yang bisa menjadi penyebab haid tidak teratur pada remaja.Perlu diketahui, siklus menstruasi setiap remaja bisa berbeda-beda. Rata-rata adalah 28 hari, namun siklus yang berlangsung antara 21 - 35 hari masih masuk terhitung normal. Sementara itu, durasi menstruasi yang normal adalah 2-7 hari.Siklus menstruasi dan durasi menstruasi adalah dua hal yang berbeda. Siklus menstruasi dihitung dari hari pertama haid bulan ini hingga hari pertama haid bulan berikutnya. Sedangkan durasi menstruasi adalah hari pertama hingga hari terakhir darah haid keluar setiap bulannya. Apa saja penyebab haid tidak teratur pada remaja?

1. Stres

Siklus menstruasi yang tidak teratur pada remaja perempuan dapat disebabkan oleh stres. Menurut sebuah studi, stres dapat mengganggu bagian otak tertentu yang bertugas untuk mengontrol hormon pengatur siklus haid perempuan.Namun, Anda tidak perlu khawatir karena jika stres yang dialami remaja sudah diatasi, maka siklus haid merekaa dapat kembali normal seperti sedia kala.

2. Olahraga berlebihan

Olahraga adalah aktivitas fisik yang dapat menyehatkan tubuh perempuan. Namun, jika dilakukan berlebihan, kegiatan ini malah bisa menjadi penyebab haid tidak teratur pada remaja.Menurut sebuah riset, olahraga berlebihan dapat mengganggu hormon yang bertanggung jawab dalam proses menstruasi.Riset ini melibatkan atlet perempuan dan partisipan perempuan lain yang melakukan olahraga intens (balet) sering mengalami amenore, yaitu siklus haid yang terlewat atau terhenti.Untuk mengatasinya, cobalah kurangi tingkat intensitas olahraga yang dilakukan dan menambah asupan kalori untuk disantap.

3. Penurunan berat badan secara tiba-tiba

Dilansir dari Medical News Today, penurunan berat badan yang ekstrem atau tiba-tiba bisa jadi penyebab haid tidak teratur pada remaja. Sebab, saat tubuh kekurangan kalori, produksi hormon yang dibutuhkan untuk ovulasi akan terganggu.Di samping haid yang tidak teratur, anak Anda mungkin akan mengalami gejala lain, seperti rasa letih, sakit kepala, dan kerontokan rambut.Segera periksakan anak remaja Anda ke dokter jika siklus haidnya tidak teratur dan berat badannya tiba-tiba turun.

4. Memiliki berat badan berlebihan

Memiliki berat badan berlebihan atau obesitas juga bisa menjadi penyebab haid tidak teratur pada remaja.Sejumlah ahli meyakini, berat badan berlebih dapat berdampak pada kadar hormon dan insulin di dalam tubuh sehingga siklus haid terganggu.Kenaikan berat badan dan menstruasi tidak teratur ini juga dapat mengindikasikan gejala dari kondisi-kondisi tertentu yang perlu segera mendapatkan penanganan, seperti hipotiroidisme dan sindrom ovarium polikistik (PCOS).

5. Gangguan pada tiroid

Sebuah studi dari tahun 2015 menyatakan, 44 persen partisipan yang mengalami siklus haid tidak teratur juga memiliki gangguan tiroid, salah satunya hipotiroidisme.Hipotioridisme dapat menyebabkan siklus menstruasi lebih lama dan lebih banyak perdarahan. Gejala lain yang dapat Anda alami adalah rasa lelah, sensitif terhadap dingin, dan peningkatan berat badan.Selain itu, sebagian kasus hipertiroidisme bisa menyebabkan siklus haid menjadi lebih pendek dan darah menstruasinya sedikit. Penderitnya juga dapat mengalami penurunan berat badan tiba-tiba, cemas, dan jantung berdebar-debar.Pembengkakan pada bagian leher adalah salah satu gejala umum dari gangguan tiroid. Segera periksakan anak remaja Anda ke dokter jika menunjukkan gejala-gejala di atas.

6. Obat-obatan tertentu

Menstruasi tidak teratur pada remaja dapat disebabkan oleh obat-obatan tertentu, di antaranya:
  • Terapi penggantian hormon
  • Obat pengencer darah
  • Obat tiroid
  • Obat epilepsi
  • Obat antidepresan
  • Obat kemoterapi
  • Aspirin
  • Ibuprofen.
Jika anak Anda sedang mengonsumsi salah satu dari obat di atas, berkonsultasilah pada dokter untuk meminta obat lain yang tidak mengganggu siklus haid. Namun, jangan pernah berhenti mengonsumsi obat-obatan di atas tanpa izin dari dokter.

7. Endometriosis

Endometriosis dapat berdampak pada 1 dari 10 perempuan yang berada pada usia reproduksi. Kondisi medis ini menyebabkan jaringan yang biasanya melapisi rahim, justru tumbuh di luar rahim.Endometriosis dapat menyebabkan kram menstruasi yang sangat menyakitkan, perdarahan menstruasi yang banyak, durasi haid yang panjang, serta munculnya perdarahan saat tidak menstruasi.Saat ini, belum ada obat yang bisa menyembuhkan endometriosis. Namun, beberapa obat-obatan dan terapi hormon dapat membantu mengontrol gejalanya.

8. Fibroid rahim

Fibroid rahim adalah pertumbuhan nonkanker yang biasanya dialami perempuan saat berada di usia reproduksi. Sebagian penderitan fibroid rahim tidak dapat mendeteksi keberadaan fibroid pada rahimnya karena kondisi ini sering kali tak menimbulkan gejala.Namun, sebagian lainnya dapat merasakan sejumlah gejala, yaitu:
  • Perdarahan menstruasi yang banyak
  • Menstruasi yang berlangsung lebih dari satu minggu
  • Merasa nyeri pada panggul
  • Sering buang air kecil
  • Sulit mengosongkan kandung kemih
  • Sembelit
  • Sakit punggung
  • Sakit pada kaki.

Catatan dari SehatQ

Sebagian penyebab haid tidak teratur pada remaja di atas, seperti olahraga terlalu berat, dapat diatasi dengan mengubah gaya hidup. Namun, penyebab menstruasi tidak teratur lainnya, seperti fibroid rahim atau gangguan pada tiroid, harus segera ditangani dokter.Jika Anda memiliki pertanyaan seputar kesehatan anak remaja, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga.
tips parentingsiklus haidmenstruasikesehatan wanita
Kids Health. https://kidshealth.org/en/teens/still-irregular.html#:~:text=It%20is%20normal%20to%20have,between%2021%20and%2035%20days.
Diakses pada 18 April 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322643#stress
Diakses pada 18 April 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/uterine-fibroids/symptoms-causes/syc-20354288#:~:text=Uterine%20fibroids%20are%20noncancerous%20growths,almost%20never%20develop%20into%20cancer.
Diakses pada 18 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait