9 Penyebab Gusi Berdarah dan Cara Tepat Mengatasinya


Gusi berdarah bisa terjadi karena berbagai hal, mulai dari cara sikat gigi yang salah, karang gigi, periodontitis, kekurangan vitamin C, diabetes dan lainnya. Cara mengatasinya adalah hindari merokok, konsumsi suplemen.

(0)
30 Jul 2019|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Gusi berdarah dapat disebabkan oleh karang gigi yang menumpukGusi berdarah bisa dipicu oleh penyakit sistemik seperti diabetes
Gusi berdarah mungkin sudah sering Anda alami. Kebanyakan orang mengalaminya saat sedang menyikat gigi. Namun sebenarnya, menyikat gigi bukanlah satu-satunya penyebab gusi berdarah.Kondisi lain seperti kekurangan vitamin hingga diabetes, juga bisa menyebabkan gusi berdarah. Gusi yang berdarah bisa diatasi dengan lebih tepat dan efektif, apabila Anda mengetahui penyebab awal munculnya kondisi ini.

Penyebab gusi berdarah yang perlu Anda ketahui

Gusi berdarah bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari cara menyikat gigi yang salah, hingga penyakit lain seperti diabetes. Berikut ini berbagai penyebab gusi berdarah yang perlu Anda kenali, agar lebih waspada.
Karang gigi yang menumpuk dapat menyebabkan gusi berdarah
Karang gigi yang menumpuk akan membuat gusi mudah berdarah

1. Karang gigi yang menumpuk

Karang gigi yang menumpuk adalah biang kerok dari banyak masalah gusi, termasuk gusi berdarah. Sebab, karang gigi adalah sarangnya bakteri, dan bakteri tersebut dapat memicu peradangan pada gusi (gingivitis) yang kemudian menimbulkan gejala seperti bengkak, merah, dan mudah berdarah.

2. Radang jaringan pendukung gigi (periodontitis)

Masalah kesehatan gusi lain yang juga bisa memicu gusi sering berdarah adalah periodontitis. Kondisi ini bisa terjadi saat radang gusi tidak segera diobati, sehingga peradangan meluas hingga ke tulang dan jaringan pendukung gigi lainnya. Orang yang mengalami periodontitis akan sangat sering mengalami gusi berdarah, bahkan tanpa ada pemicunya. Gusi bisa berdarah dengan sendirinya saat Anda bahkan sedang diam saja. Kondisi ini disebut sebagai perdarahan spontan dan merupakan gejala yang khas pada periodontitis.Pada keadaan yang parah, periodontitis bahkan bisa membuat gigi lepas dengan sendirinya karena kerusakan tulang penyangga gigi yang terjadi.

3. Kekurangan vitamin C

Vitamin C dapat membantu jaringan di tubuh untuk berkembang dan memperbaiki diri ketika terjadi kerusakan. Vitamin ini juga dapat membantu proses penyembuhan luka, dan menguatkan tulang serta gigi.Saat tubuh kekurangan vitamin C, maka dampaknya juga akan terasa ke rongga mulut. Selain membuat gusi menjadi bengkak, kekurangan vitamin ini juga menimbulkan gusi berdarah.

4. Kekurangan vitamin K

Jika perdarahan yang terjadi di gusi cukup banyak, maka bisa saja hal ini disebabkan oleh kurangnya kadar vitamin K di tubuh. Vitamin ini berfungsi dalam proses penggumpalan darah dan menghentikan perdarahan.Sehingga, apabila kadarnya kurang, maka Anda bisa mengalami gangguan yang berkaitan dengan perdarahan, seperti gusi berdarah.Baca Juga: Mengenal Dampak Kekurangan Vitamin K yang Berbahaya Bagi Tubuh
Penderita diabetes rentan terhadap gusi berdarah
Jika kadar gula darah tinggi maka gusi berdarah sulit dihindari

5. Diabetes

Gusi berdarah adalah salah satu ciri diabetes tipe 1 dan 2 yang juga perlu disadari. Penderita diabetes tidak bisa melawan kuman atau bakteri yang bisa menyebabkan berbagai gangguan di tubuh, termasuk radang gusi. Sehingga gusi menjadi lebih mudah berdarah.Kadar gula darah yang tinggi, juga akan membuat tubuh sulit sembuh apabila terluka, atau mengalami gangguan seperti peradangan. Sehingga, kemungkinan kondisi gusi semakin memburuk pun akan semakin tinggi.

6. Menyikat gigi terlalu keras

Mungkin masih banyak orang yang berpikir bahwa agar gigi menjadi bersih, maka menyikat gigi semakin kencang, akan semakin baik. Padahal, kebiasaan tersebut salah, dan justru bisa membuat gigi lama-kelamaan terkikis serta merusak gusi.Cara menyikat gigi yang benar adalah dari arah gusi ke gigi, bukan dari kiri ke kanan atau sebaliknya. Menggunakan bulu sikat yang keras, juga bisa membuat gusi terluka hingga berdarah.

7. Flossing gigi terlalu keras

Membersihkan gigi sebenarnya tidak hanya bisa dilakukan dengan sikat gigi. Pasalnya, sikat gigi tidak akan bisa menjangkau hingga ke sela-sela gigi. Karena itulah, Anda disarankan juga untuk membersihkan gigi menggunakan dental floss (benang gigi).Namun, penggunaan dental floss juga harus dilakukan secara perlahan. Jika benang gigi digesekkan terlalu keras di sela-sela gigi, maka gusi yang berada di area tersebut bisa terluka, sehingga terjadi perdarahan.

8. Perubahan hormon saat hamil

Radang gusi, kerap terjadi pada ibu hamil. Sebab, ada perubahan hormon yang menyebabkan bakteri di rongga mulut menjadi lebih mudah berkembang biak.Karena perubahan ini, ibu hamil dengan kondisi rongga mulut yang baik pun tetap bisa mengalami radang gusi. Sementara itu, ibu hamil dengan kondisi rongga mulut yang kurang baik, lebih berisiko mengalami periodontitis.

9. Gangguan pada darah

Pada beberapa kondisi yang jarang terjadi, gusi berdarah juga bisa menandakan adanya gangguan pada darah, seperti leukimia atau kanker darah, trombositopenia atau kekurangan platelet untuk proses pembekuan darah, dan hemofilia.

Cara mengatasi sekaligus mencegah gusi beradarah

Pemeriksaan rutin dapat mencegah terjadinya gusi berdarah
Perawatan gigi rutin bisa bantu cegah gusi berdarah
Untuk mengatasi gusi berdarah, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, tergantung dari penyebabnya., seperti berikut ini.

1. Mengompres gusi dengan es

Mengompres gusi dengan es atau berkumur dengan air dingin adalah langkah perawatan pertama saat gusi berdarah. Langkah ini akan menghentikan peradarahan yang terjadi untuk sementara waktu saja, sehingga tepat dilakukan untuk Anda yang mengalami gusi berdarah karena benturan.

2. Membersihkan karang gigi

Karang gigi adalah penyebab paling umum dari gusi berdarah. Sehingga, saat Anda mengalami kondisi ini, segeralah datang ke dokter gigi untuk menjalani scaling gigi atau prosedur pembersihan karang gigi. Dengan diangkatnya karang gigi, maka bakteri-bakteri yang menyebabkan gusi berdarah akan pergi dan kesehatan mulut pun akan kembali.Baca Juga: Dapatkan diskon scaling gigi di sini

3. Menggosok gigi dengan cara yang baik dan benar

Menggosok gigi memang tidak akan menghilangkan karang gigi atau langsung menyembuhkan peradangan pada gusi dan jaringan pendukung lainnya. Tapi, cara ini bisa mencegah menumpuknya plak gigi, yang merupakan cikal bakal karang gigi.Saat menggosok gigi, pastikan Anda menggunakan bulu sikat yang halus dan sikat gigi dari arah gusi ke gigi, bukan sebalikanya atau malah menyamping dari kiri ke kanan. Sikatlah gigi minimal dua kali sehari, setelah sarapan dan sebelum tidur.

4. Jaga kebersihan gigi dengan baik

Selain dengan menyikat gigi, perawatan gigi lain seperti berkumur dengan obat kumur yang menggunakan benang gigi atau dental floss  juga bisa menghambat penumpukan plak sehingga mencegah sekaligus menahan keparahan gusi berdarah. 

5. Penuhi kebutuhan vitamin harian

Apabila gusi berdarah yang Anda alami ternyata disebabkan oleh kekurangan vitamin C atau vitamin K, maka solusi untuk menghentikannya adalah dengan memenuhi kebutuhan harian vitamin-vitamin tersebut. Konsumsilah makanan sehat yang merupakan sumber vitamin C dan K alami seperti buah-buahan dan sayur-sayuran.

6. Jalani gaya hidup sehat

Menjalani gaya hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi dan berolahraga teratur akan membuat kadar gula darah di dalam tubuh tetap terjaga. Sehingga, dampak negatif diabetes seperti gusi mudah berdarah, jadi bisa dihentikan dan dihindari.Semakin cepat gusi berdarah diatasi, maka risiko kondisi ini berkembang menjadi lebih parah, juga akan semakin kecil. Tidak hanya gigi, Anda juga perlu untuk selalu menjaga kesehatan rongga mulut, termasuk gusi serta jaringan di sekitarnya.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar gusi berdarah maupun perawatan dan kesehatan gigi lainnya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kesehatan gigiradang gusigusi berdarah
WebMD. https://www.webmd.com/oral-health/guide/gum-problem-basics-sore-swollen-and-bleeding-gums#1
Diakses pada 29 Juli 2019
WebMD. https://www.webmd.com/oral-health/bleeding-gums-other-conditions#1
Diakses pada 29 Juli 2019
Healthline. https://www.healthline.com/symptom/bleeding-gums
Diakses pada 29 Juli 2019
Nicklaus Children’s Hospital. https://www.nicklauschildrens.org/health-information-library/symptoms/bleeding-gums
Diakses pada 29 Juli 2019
Dentaly. https://www.dentaly.org/us/bleeding-gums/#Bleeding_gums_during_pregnancy
Diakses pada 29 Juli 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait