Penyebab Gusi Belakang Bengkak yang Perlu Anda Waspadai

(0)
18 Aug 2020|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Salah satu penyebab gusi belakang bengkak adalah perikoronitisGusi belakang bengkak dapat disebabkan oleh perikoronitis
Jaringan gusi memiliki karakter lunak dan sensitif sehingga tidak mengherankan jika ada banyak hal yang dapat menyebabkan gangguan gusi. Gusi yang mengalami gangguan biasanya akan membengkak dan terasa sakit. Akan tetapi, tidak jarang gangguan pada gusi juga tidak menunjukkan gejala apa pun.Salah satu gangguan gusi yang sering diderita banyak orang adalah gusi bengkak. Gusi yang bengkak dapat bervariasi letaknya, mulai dari gusi depan hingga gusi belakang yang sulit diakses. Berikut adalah penjelasan mengenai gusi belakang bengkak yang perlu Anda simak.

Penyebab gusi belakang bengkak

Ada beberapa penyakit yang dapat menyebabkan gusi belakang bengkak. Sebagian besar merupakan penyakit yang juga dapat menyerang gusi pada bagian lain, seperti gingivitis, kandidiasis mulut (oral thrush), atau periodontitis. Di samping itu, penyakit yang secara khusus menyebabkan gusi belakang bengkak adalah perikoronitis.Perikoronitis adalah gangguan di sekitar gigi bungsu (gigi molar ketiga), di mana jaringan gusi belakang membengkak dan terinfeksi. Gigi molar ketiga merupakan geraham yang tumbuh paling terakhir dan terletak pada bagian paling belakang rahang. Gigi bungsu kebanyakan baru mulai tumbuh saat seseorang memasuki usia belasan bahakan pada usia dua puluhan.Perikoronitis dapat terjadi pada saat gigi bungsu baru muncul sebagian ke permukaan gusi dan menyebabkan permukaan gusi terbuka. Hal ini memberikan celah bagi bakteri masuk di sekitar gigi dan menyebabkan infeksi.Berbagai makanan dan plak yang tertinggal kemudian terperangkap di bawah lipatan gusi sekitar gigi (operkulum gigi) hingga akhirnya mengiritasi gusi dan menyebabkan perikoronitis. Saat perikoronitis semakin parah, infeksi dapat menyebabkan pembengkakan dan rasa sakit hingga ke rahang, pipi, bahkan leher penderitanya.Ada beberapa hal yang dapat menjadi faktor risiko terjadinya perikoronitis, antara lain:
  • Gigi bungsu tumbuh pada saat usia dewasa muda (20-29 tahun)
  • Gigi bungsu yang belum tumbuh sempurna
  • Terdapat operkulum (jaringan gusi berlebih) di atas gigi bungsu yang tumbuh
  • Tidak menjaga kebersihan gigi dan mulut
  • Kelelahan dan stres emosional
  • Kehamilan.

Gejala gusi belakang bengkak

Gejala gusi belakang bengkak karena perikoronitis meliputi beberapa hal sebagai berikut:
  • Rasa sakit pada gusi bagian belakang. Pada kondisi akut, rasa sakit ini dapat menjalar pada bagian lain termasuk rahang, pipi, dan leher
  • Gusi memerah
  • Gusi terasa empuk
  • Terjadi pembengkakan di jaringan gusi yang disebabkan oleh akumulasi cairan infeksi (nanah)
  • Adanya kebocoran nanah dari gusi yang memberikan rasa tidak enak pada mulut
  • Terjadi pembengkakan kelenjar getah bening di leher
  • Bau mulut (halitosis)
  • Kesulitan membuka mulut (trismus)
  • Demam
  • Kesulitan menelan (disfagia)
  • Kehilangan nafsu makan.

Cara mengobati gusi belakang bengkak

Dokter akan mengobati sakit pada gusi belakang berdasarkan gejala-gejalanya. Apabila gejala menunjukkan adanya penyakit perikoronitis, maka dokter akan memeriksa posisi dan kondisi gigi bungsu. Dokter juga mungkin akan melakukan rontgen secara berkala untuk melihat keselarasan deretan gigi geraham dan memeriksa adanya operkulum gigi pada area yang sakit.Jika perikoronitis hanya terbatas pada gigi dan tidak menyebar, Anda dapat coba berkumur dengan air garam hangat. Anda juga harus menjaga kebersihan area gigi molar ketiga dan memastikan tidak ada makanan yang tersangkut di bawah operkulum gigi.Namun, apabila rasa sakit dan bengkak juga menyebar pada gigi lain, serta rahang, pipi, dan leher Anda, segera temui dokter untuk mendapatkan penanganan. Biasanya, dokter akan memberikan antibiotik untuk mengobati infeksi. Anda juga mungkin diberikan obat pereda nyeri, seperti ibuprofen, aspirin, asetaminofen, atau obat penghilang rasa sakit lainnya.Dokter juga akan membersihkan area sekitar gusi dan gigi bungsu untuk mencegah penumpukan plak dan partikel makanan. Dokter mungkin akan memberikan bius lokal selama menjalankan prosedur ini.Apabila peradangan yang terjadi pada gusi belakang bengkak tergolong parah atau berulang, operasi mungkin perlu dilakukan. Operasi ini bertujuan untuk menghilangkan operkulum gigi atau mungkin pencabutan gigi bungsu. Ada kalanya operkulum gigi yang telah diangkat dapat tumbuh kembali sehingga diperlukan operasi yang kedua kali. Pembedahan ini akan dilakukan oleh dokter spesialis bedah mulut dan maksilofasial. 
kesehatan mulutradang gusi
Healthline
https://www.healthline.com/health/sore-gums
https://www.healthline.com/health/pericoronitis#causes-and-risk-factors
https://www.healthline.com/health/pericoronitis#treatment
diakses 4 Agustus 2020
Medicine Net
https://www.medicinenet.com/pericoronitis/article.htm
diakses 4 Agustus 2020
Web MD
https://www.webmd.com/oral-health/guide/pericoronitis
diakses 4 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait