Penyebab Gigi Retak dan Pilihan Cara Mengatasinya

0,0
07 Jul 2021|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Gigi retak dapat disebabkan oleh benturan kerasGigi retak dapat disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya benturan keras.
Gigi adalah bagian tubuh paling keras yang dimiliki manusia. Meski begitu, gigi juga bisa retak akibat beberapa hal, seperti mengunyah makanan yang bertekstur keras, kecelakaan, kebiasaan menggertakkan gigi saat tidur, hingga faktor usia. Mari kita kenali lebih lanjut seputar penyebab gigi retak dan cara mengatasinya.

Berbagai penyebab gigi retak

Sejumlah kemungkinan penyebab gigi retak, di antaranya:
  • Tekanan yang datang dari kebiasaan menggertakan atau menggesekkan gigi (bruxism).
  • Tambalan yang terlalu besar sehingga membuat gigi melemah.
  • Mengunyah atau menggigit makanan yang bertesktur keras, seperti es batu, kacang, atau permen.
  • Benturan ke mulut yang bisa terjadi saat kecelakaan lalu lintas, olahraga, terjatuh, hingga perkelahian.
  • Perubahan suhu yang mendadak di dalam mulut (misalnya saat mengonsumsi makanan yang sangat panas, lalu langsung minum air dingin).
  • Faktor usia, di mana orang berusia 50 tahun ke atas lebih berisiko mengalami gigi retak.

Gejala gigi retak yang mengganggu

Berikut adalah sejumlah gejala gigi retak yang dapat mengganggu keseharian Anda.
  • Rasa sakit saat mengunyah atau menggigit, terutama saat Anda melepas gigitannya.
  • Gigi menjadi lebih sensitif terhadap panas, dingin, atau makanan manis.
  • Rasa nyeri yang hilang timbul.
  • Pembengkakan gusi di dekat gigi retak.
Terkadang, sebagian kasus gigi retak tidak menimbulkan gejala sama sekali. Hal ini kemungkinan disebabkan karena retakannya sangat kecil.

Beragam jenis gigi retak

Letak dan ukuran dari retakan pada gigi dapat berbeda-beda. Pahami lebih lanjut beragam jenis gigi retak yang perlu diwaspadai.
  • Craze lines

Jenis gigi retak ini ditandai dengan retakan kecil pada enamel gigi. Kondisi ini umumnya tidak menyebabkan rasa nyeri dan tidak membutuhkan perawatan.
  • Fractured cusp

Jenis gigi retak ini biasanya muncul di dekat tambalan gigi. Kondisi ini biasanya tidak berdampak pada pulpa (bagian tengah gigi yang berisi saraf dan pembuluh darah) sehingga tidak menyebabkan rasa nyeri berlebihan.
  • Retakan yang melebar ke gusi

Terkadang, retakan pada gigi dapat memanjang lurus ke atas sehingga mengenai gusi. Jika hal ini terjadi, maka gigi yang terdampak harus segera dicabut.Namun, jika retakan yang memanjang belum mengenai gusi, gigi tersebut masih bisa diselamatkan. Segera periksakan diri Anda ke dokter gigi jika Anda mengalami jenis gigi retak ini.
  • Gigi terbelah

Jenis gigi retak yang satu ini terjadi saat retakan menjalar dari permukaan gigi ke bawah garis gusi. Dengan retakan yang begitu besar, hampir tidak mungkin seluruh gigi dapat diselamatkan. Namun dokter dapat menyelamatkan sebagian dari gigi Anda.
  • Vertical root fracture

Vertical root fracture terjadi saat ada retakan di bagian bawah garis gusi dan menjalar ke bagian atas. Jenis gigi retak ini umumnya tidak menyebabkan gejala yang begitu terasa, kecuali giginya mengalami infeksi. Akan tetapi, kemungkinan gigi Anda harus dicabut jika mengalami jenis gigi retak ini.

Cara mengatasi gigi retak

Cara mengatasi gigi retak dilakukan berdasarkan ukuran retakannya, letaknya, gejala yang Anda rasakan, dan apakah retakan giginya mencapai garis gusi atau belum.Berdasarkan berbagai faktor di atas, dokter dapat merekomendasikan berbagai prosedur di bawah ini.
  • Bonding

Dalam prosedur ini, dokter akan menggunakan resin plastik untuk menambal retakan pada gigi Anda. Dengan begitu, tampilan dan fungsi gigi dapat kembali normal.
  • Crown

Crown adalah alat prostetik yang biasanya terbuat dari porselen atau keramik. Nantinya, crown dapat dipasang ke bagian gigi yang retak untuk menutupinya.Supaya crown dapat sesuai ke dalam retakan gigi, dokter dapat mengangkat sebagian enamel dari gigi Anda.Setelah itu, dokter akan membuat cetakan gigi, memilih warna yang cocok dengan gigi Anda, dan mengirim cetakannya ke laboratorium untuk dijadikan crown.Proses ini mungkin dapat memakan waktu beberapa minggu. Saat sudah selesai, dokter gigi dapat memasang atau menempelkannya di atas gigi yang retak.Dengan perawatan yang tepat, crown dapat bertahan seumur hidup.
  • Perawatan saluran akar

Jika retakannya mencapai bagian pulpa gigi, dokter dapat merekomendasikan perawatan saluran akar (PSA) untuk mengatasi pulpa gigi yang rusak dan mengembalikan keutuhannya. Prosedur ini dapat mencegah gigi semakin melemah dan infeksi.
  • Mencabut gigi

Jika retakannya sampai merusak struktur, saraf, dan akar gigi, maka mencabut gigi merupakan satu-satunya jalan keluar yang harus diambil.

Komplikasi gigi retak

Waspadalah, gigi retak dapat mengundang komplikasi yang tak boleh diremehkan. Komplikasi terbesar dari gigi retak adalah infeksi yang bisa menyebar sampai ke tulang dan gusi.Berikut adalah sejumlah gejala infeksi gigi yang perlu Anda waspadai:
  • Demam
  • Sakit saat mengunyah
  • Gusi bengkak
  • Sensitif terhadap panas dan dingin
  • Bau mulut tak sedap
  • Rasa nyeri pada kelenjar di leher.
Jika infeksi gigi terjadi, dokter dapat mengeringkan nanah dari infeksi tersebut dan meresepkan obat antibiotik untuk membunuh bakterinya.Jika Anda memiliki pertanyaan mengenai gigi retak, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga.
kesehatan gigikesehatan mulutsakit gigi
Aurora Dentist. https://www.auroradentist.com/how-strong-are-your-teeth/#:~:text=Your%20bones%20have%20living%2C%20soft,of%20pressure%20per%20square%20inch.
Diakses pada 23 Juni 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/cracked-tooth#causes
Diakses pada 23 Juni 2021
 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait