Anak Ompong Terlalu Lama Setelah Gigi Susu Tanggal, Apa Penyebabnya?


Setelah gigi susu anak copot, gigi dewasa akan segera menggantinya. Namun, gigi anak bisa saja ompong lebih lama karena gigi barunya tak kunjung muncul. Hal ini bisa disebabkan karena gigi susu tanggal terlalu cepat atau gigi barunya yang tak kunjung muncul. Kondisi ini disebut dengan delayed eruption.

0,0
gigi anak ompongPertumbuhan gigi permanen anak yang terlambat menyebabkan anak ompong
Gigi anak ompong biasanya terjadi karena copotnya gigi susu. Hal ini tentu sangat normal terjadi. Nantinya, gigi permanen akan tumbuh untuk menggantikan gigi susu yang copot. Namun, bagaimana jika gigi permanen tak kunjung tumbuh sehingga anak jadi ompong?
Kenali lebih jauh tentang penyebab gigi anak lama tumbuh dan cara mengatasinya berikut ini. 

Penyebab gigi anak ompong terlalu lama 

Biasanya, gigi susu tumbuh pertama kali saat anak memasuki usia 6-12 bulan dan akan lengkap saat anak mencapai usia 3 tahun. Pada usia 6-7 tahun, gigi susu ini kemudian akan tanggal karena ada gigi permanen yang mendorongnya. Lantas, berapa lama biasanya gigi baru akan tumbuh setelah dicabut atau tanggal? Umumnya, gigi susu yang copot akan segera digantikan dengan gigi baru yang permanen. Jadi, setelah gigi tanggal, Anda mungkin akan bisa melihat bayangan putih di gusi anak, atau bahkan gigi dewasa sudah mulai sedikit keluar.
Anak ompong karena gigi baru belum muncul untuk menggantikan gigi susu
Anak ompong karena gigi baru belum muncul untuk menggantikan gigi susu
Namun, jika gigi permanen tak kunjung tumbuh lebih dari 2 tahun, hal ini perlu diwaspadai. Lamanya pertumbuhan gigi baru pada anak juga disebut dengan delayed eruption. Ini akan membuat gigi anak ompong dalam waktu yang lebih lama.Berikut ini beberapa penyebab gigi anak lama tumbuh.  

1. Cedera atau penyakit tertentu

Sebagaimana penjelasan sebelumnya, gigi susu copot setelah ada gigi permanen yang mendorongnya dari bawah.Lamanya pertumbuhan gigi baru setelah copot bisa terjadi karena anak kehilangan gigi susu sebelum gigi permanennya muncul. Hal ini bisa disebabkan oleh kecelakaan atau penyakit gigiHal inilah yang menyebabkan gigi anak ompong dalam waktu yang lebih lama. 

2. Gusi mengeras

Gigi permanen tak kunjung tumbuh setelah gigi susu copot juga bisa disebabkan oleh gusi mengeras. Gusi yang mengeras membuat gigi permanen kesulitan mencari celah atau mendorong dirinya keluar. Inilah yang menyebabkan delayed eruption pada gigi anak. Belum diketahui secara pasti penyebab gusi mengeras. Kondisi ini juga termasuk jarang terjadi. 

3. Status gizi 

Tidak hanya memengaruhi tumbuh kembang anak secara keseluruhan, status gizi yang buruk juga berpengaruh terhadap lamanya gigi permanen keluar, sehingga membuat anak ompong.Jurnal BMC Pediatrics menyatakan bahwa keterlambatan pertumbuhan gigi permanen pada anak bisa disebabkan oleh status gizi kurang dan stunting. Dalam hal ini, kesehatan mulut dan gigi juga berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. 

4. Pemberian ASI

Pemberian air susu ibu (ASI) juga berpengaruh terhadap pertumbuhan gigi anakDalam International Journal of Clinical Pediatric Dentistry diketahui bahwa kebiasaan makan memengaruhi pertumbuhan gigi. Anak yang diberi ASI cenderung memiliki jumlah gigi yang lebih banyak dibandingkan dengan anak yang diberi susu botol atau susu formula. Penelitian terdahulu dalam jurnal yang sama juga menyatakan bahwa keterlambatan munculnya gigi lebih besar terjadi pada anak yang tidak diberi ASI. Memang ASI adalah makanan terbaik untuk buah hati. Namun, keadaan tertentu membuat pemberian ASI jadi tidak memungkinan.Jika ini yang terjadi, Anda tidak perlu segera berkecil hati. Pastikan bahwa kebutuhan gizi anak Anda terpenuhi, baik dari susu ataupun makanan padat lainnya.

5. Jenis kelamin 

Anak perempuan biasanya lebih awal mengalami copot gigi susu daripada anak laki-laki. Semakin awal gigi anak ompong, maka semakin cepat pula gigi baru tumbuh. Gigi susu yang copot pertama kali biasanya merupakan gigi susu yang pertama kali muncul, yakni gigi depan atas atau bawah. 

Adakah cara agar gigi cepat tumbuh kembali?

Menjaga kebersihan gigi anak sejak bayi membantu mencegah ompong
Menjaga kebersihan gigi anak sejak bayi membantu mencegah ompong
Ketika gigi susu Anak mulai copot penting bagi orang tua untuk menekankan pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut. Anda bisa mulai melatih dan membantu anak menyikat gigi dua kali sehari dan membatasi makanan manis. Rutin mengajak anak pergi ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali juga membantu merawat gigi dewasa anak.Jika  gigi dewasa anak lama tumbuh, segera konsultasikan ke dokter gigi. Dokter gigi akan melihat penyebab gigi anak ompong terlalu lama dan memberikan perawatan yang tepat. Misalnya, pada kasus gigi lama tumbuh akibat cedera, dokter akan memasang placeholder plastik sampai gigi permanen siap tumbuh. Ini berguna untuk mempertahankan jarak antargigi. Dengan demikian, anak terhindar dari gigi renggangPada kasus delayed eruption akibat gusi mengeras, dokter gigi akan membuat sayatan kecil untuk membantu gigi permanen muncul. Ini bisa menjadi cara mengatasi gigi ompong pada anak.

Catatan dari SehatQ

Pertumbuhan dan perkembangan anak bisa berbeda-beda, termasuk pertumbuhan gigi. Hal ini wajar mengingat banyak faktor yang turut memengaruhinya. Keterlambatan pertumbuhan gigi pada anak normal terjadi. Namun, jika keterlambatan munculnya gigi permanen lebih dari 2 tahun, orang tua harus segera berkonsultasi dengan dokter gigi. Jika masih ada pertanyaan seputar penyebab gigi anak ompong dan cara mengatasinya, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang!
tumbuh gigi pada bayikesehatan gigigigi putih
Baby Centre. https://www.babycenter.com/health/teething-and-tooth-care/losing-baby-teeth-what-to-expect-and-when_3658971
Diakses pada 1 Oktober 2021
BMC Pediatrics. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/artiRANScles/PMC6137874/
Diakses pada 1 Oktober 2021
Healthline. https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/teething-tooth-care/Pages/Babys-First-Tooth-Facts-Parents-Should-Know.aspx
Diakses pada 1 Oktober 2021
Better Health Channel. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/teeth-development-in-children#loss-of-baby-teeth
Diakses pada 1 Oktober 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/childrens-health/expert-answers/baby-teeth/faq-20058532
Diakses pada 1 Oktober 2021
International Journal of Clinical Pediatric Dentistry. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5661043/
Diakses pada 1 Oktober 2021
Baby Centre. https://www.babycenter.com/health/teething-and-tooth-care/my-child-lost-a-baby-tooth-a-year-ago-and-her-permanent-toot_3659080
Diakses pada 1 Oktober 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait