Salah satu penyebab infeksi vulva vagina adalah cacing kremi
Cacing kremi ternyata menjadi salah satu penyebab infeksi vulva vagina.

Keputihan sebenarnya berperan membantu menjaga vulva dan vagina tetap lembap. Tak hanya itu, keputihan juga menghilangkan sel-sel mati dan bakteri.

Akan tetapi, bila terjadi masalah pada vulva wanita, maka keputihan pun akan terganggu. Misalnya, terasa gatal. Kondisi ini sering disebabkan oleh infeksi vulva vagina.

Faktor Penyebab Infeksi Vulva Vagina

Infeksi vulva vagina terjadi pada bagian luar dari alat kelamin wanita. Infeksi ini dapat terjadi pada wanita dari semua usia, termasuk anak-anak. Namun, kondisi ini paling sering terjadi pada masa subur. Berikut ini tujuh penyebabnya.

1. Bakteri:

Berkembangbiaknya bakteri Streptococcus, Gardnerella, dan Staphylococcus, dapat menyebabkan infeksi vulva vagina, yang ditandai dengan keluarnya keputihan berwarna putih keabu-abuan, dengan aroma tak sedap.

2. Ragi:

Infeksi ragi candida albicans menjadi salah satu penyebab paling umum dari infeksi ink.

3. Parasit:

Kutu, kudis, dan cacing kremi dapat menyebabkan infeksi vulva vagina.

4. Infeksi Menular Seksual:

Herpes, trichomonas, gonore, chlamydia, dan human papillomavirus (HPV) merupakan bakteri serta virus yang ditularkan secara seksual, dan dapat menyebabkan infeksi ini.

5. Reaksi iritasi atau alergi:

Reaksi iritasi atau alergi terhadap suatu zat, biasanya bahan kimia yang sering ditemukan dalam sabun, deterjen atau parfum dapat menyebabkan infeksi vulva vagina.

6. Kebersihan yang kurang terjaga:

Kebersihan area kewanitaan yang buruk, dan celana dalam yang ketat, dapat menyebabkan infeksi ini.

7. Hormon:

Penurunan hormon yang terjadi setelah melahirkan atau selama menopause, bisa menjadi salah satu penyebab kondisi ini

Gejala Infeksi Vulva Vagina

Berikut ini beberapa gejala infeksi vulva vagina yang terjadi pada area genital.

  • Pembengkakan
  • Kemerahan
  • Gatal
  • Kulit pecah-pecah
  • Terasa kering atau terbakar
  • Adanya lepuhan atau benjolan
  • Sakit saat buang air kecil atau berhubungan seks
  • Perdarahan ringan berupa bercak
  • Keputihan abnormal

Keputihan abnormal merupakan gejala umum dari infeksi vulva vagina. Keputihan yang dikategorikan abnormal, adalah yang berbau, bertekstur tebal, gatal, dan berwarna keabu-abuan, kuning atau hijau.

Sementara, keputihan yang normal memiliki tekstur tipis dan licin, serta berlangsung selama ovulasi. Teksturnya berubah menjadi tebal dan berwarna putih sebelum menstruasi. keputihan yang normal terjadi bervariasi sepanjang siklus menstruasi.

Pengobatan Infeksi Vulva Vagina

Keputihan dapat menandakan penyebab infeksi vulva vagina Anda. Dokter akan mengambil sampel keputihan dan mengujinya. Selain itu, pengujian ini juga diperlukan untuk diagnosis, sebelum dokter menentukan pengobatan yang tepat.

Anda mungkin juga dapat melakukan pengobatan sendiri di rumah. Namun akan lebih baik bila Anda memeriksakan diri ke dokter. 

Dokter Anda mungkin akan memberikan obat untuk meredakan gatal dan pengobatan tergantung pada penyebab infeksi. Jika infeksi disebabkan oleh jamur, maka dokter akan memberikan obat antijamur, baik obat minum maupun krim.

Namun jika infeksi disebabkan oleh bakteri, maka dokter akan memberikan antibiotik, dalam bentuk obat minum dan krim.

Langkah Antisipasi terhadap Infeksi Vulva Vagina

Selalu jaga kebersihan area kewanitaan Anda, untuk mempercepat penyembuhan, maupun mencegah infeksi vulva vagina. Terlebih, yang bisa menyebabkan keputihan gatal.

Kenakanlah celana dalam yang pas tapi tidak ketat, dan berbahan katun, agar area kewanitaan Anda tidak lembap.

Keputihan yang gatal sangatlah mengganggu. Anda mungkin akan tidak nyaman dalam melakukan berbagai aktivitas.

Rasa gatal terutama sangat terasa di malam hari. Setiap garukan akan menimbulkan risiko iritasi, yang memperparah kondisi ini.

Oleh karena itu, keputihan akibat infeksi vulva vagina harus segera diobati. Jangan sampai Anda mengabaikannya.

Healthline. https://www.healthline.com/health/vulvovaginitis#treatment
Diakses pada 25 April 2019

WebMD. https://www.webmd.com/women/guide/what-is-vulvovaginitis
Diakses pada 25 April 2019

Jean Hailes. https://jeanhailes.org.au/health-a-z/vulva-vagina-ovaries-uterus/vulva-vaginal-irritation
Diakses pada 25 April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed