logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

9 Penyebab Gatal di Paha yang Harus Diwaspadai

open-summary

Gatal di paha dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Penyebabnya pun bermacam-macam, mulai dari kulit kering hingga biang keringat.


close-summary

15 Agt 2020

| Fadli Adzani

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Gatal di paha dapat disebabkan oleh kulit kering ataupun eksim.

Tenang saja, sebenarnya gatal di paha dapat dihindari, kok!

Table of Content

  • Gatal di paha, apa penyebabnya?
  • Segera ke dokter jika hal ini terjadi

Menggaruk-garuk paha di tempat publik tentu bisa bikin malu. Siapapun yang pernah merasakan gatal di paha, tentu paham betapa menjengkelkannya kondisi ini.

Advertisement

Namun tenang, dengan mengetahui berbagai penyebabnya, Anda dapat mencegah dan mengobatinya. 

Gatal di paha, apa penyebabnya?

Kabar baiknya, gatal di paha dapat dicegah dan diobati. Namun dengan syarat, Anda harus mengenali berbagai penyebabnya! Dengan mengetahui “dalang” di balik gatal di paha, Anda dapat mencari pengobatan paling tepat yang ampuh mengusir gatal di bagian paha.

Berikut ini adalah beberapa penyebab gatal di paha yang tak boleh disepelekan:

1. Kulit kering

Terkadang, kondisi medis yang sering disepelekan, dapat menyebabkan gatal di paha. Salah satunya kulit kering, yang mengakibatkan kulit terasa kasar dan bersisik saat disentuh.

Ketika kulit kering muncul di paha, maka rasa gatal akan terasa di sana. Cuaca yang dingin, tingkat kelembapan yang rendah, hingga faktor usia dapat menyebabkan kulit kering.

Untuk mengatasi kulit kering, cobalah oleskan krim pelembap di area yang terdampak dan hindari mandi dengan air panas.

2. Luka lecet

Gatal di paha
Gatal di paha, bisa jadi ada luka lecet!

Luka lecet dapat terjadi saat kulit bergesekan dengan pakaian berbahan kasar, seperti celana jeans yang terlalu ketat misalnya. Kulit paha adalah bagian yang sering menjadi korbannya.

Saat luka lecet tiba, gatal di paha bisa melanda. Jangan salah, luka lecet juga memiliki gejala, seperti kulit kemerahan, sensasi terbakar, dan gatal!

Mengoleskan petroleum jelly dianggap bisa mengurangi risiko luka lecet dan berpotensi mengobatinya juga.

3. Eksim dan dermatitis kontak alergi

Dermatitis adalah peradangan kulit yang memiliki beberapa jenis, seperti eksim dan dermatitis kontak alergi. Keduanya dapat menyebabkan gatal di paha.

Eksim dapat menyebabkan kulit kemerahan, bersisik serta kering. Eksim dapat muncul di bagian kulit mana saja. Sementara itu, dermatitis kontak alergi terjadi saat kulit Anda bereaksi terhadap alergen (pemicu alergi).  

Umumnya, dokter akan memberikan obat oles steroid untuk mengatasi eksim maupun dermatitis kontak alergi.

4. Biang keringat

Biang keringat terjadi saat Anda mengalami keringat berlebihan, sehingga saluran kelenjar keringat tersumbat. Biang keringat dapat menyebabkan gatal di paha.

Umumnya, biang keringat akan muncul di ketiak, dada, leher, hingga paha. Namun, gangguan pada kulit ini adalah kondisi medis yang bisa sembuh dengan sendirinya.

5. Infeksi jamur

Sekelompok jamur bernama dermatofita dapat menyebabkan infeksi di bagian selangkangan dan menyebar ke paha. Jamur ini tumbuh di bagian kulit yang lembap dan sering berkeringat, serta berkembang biak dengan cepat, tanpa menimbulkan rasa gatal.

Hati-hati, infeksi jamur dapat menyebar lewat benda seperti handuk dan pakaian. Dokter akan merekomendasikan obat resep ataupun krim antijamur untuk mengobati penyebab gatal di paha ini.

6. Swimmer’s itch

Dari namanya saja, kita sudah tahu kalau kondisi ini sering dirasakan oleh atlet atau orang-orang yang hobi renang. Sebab, swimmer’s itch seringkali terjadi akibat parasit yang ada di air tawar.

Umumnya ruam gatal yang disebabkan swimmer’s itch mulai timbul saat penderitanya masih ada di dalam air. Kondisi ini kemudian hilang setelah beberapa jam. Namun hati-hati, pada 10-15 jam setelahnya, kulit akan kembali memerah dan gatal.

Kondisi ini dapat ditangani dengan mengoleskan losion anti-gatal ataupun krim kortikosteroid untuk mengatasi gejala kulit kemerahan dan gatal-gatalnya.

7. Pityriasis rosea

Paha gatal
Gatal di paha dapat disebabkan banyak hal

Pityriasis rosea adalah ruam kulit yang gatal, dan dapat menyerang siapapun yang berusia 10-35 tahun. Para ahli belum tahu penyebab gatal di paha ini, namun virus dianggap sebagai pelaku utamanya.

Sebelum muncul gatal, gejala seperti kelelahan dan sakit kepala akan datang. Kemudian, ruam gatal pun tiba. Mengerikannya, pityriasis rosea dapat bertahan hingga 1-2 bulan pada kulit.

8. Meralgia paresthetica

Meralgia paresthetica adalah kondisi yang seringkali menyerang paha bagian luar, gejalanya meliputi gatal, sensasi terbakar, mati rasa, hingga kesemutan.

Meralgia paresthetica disebabkan oleh tekanan pada saraf di bagian paha. Tekanan ini dapat dipicu oleh celana yang terlalu ketat, berat badan berlebih, hingga kehamilan.

Sebenarnya, meralgia paresthetica dapat diatasi dengan menggunakan pakaian yang lebih longgar, mengurangi berat badan, mengonsumsi ibuprofen, atau mengoleskan krim anti-gatal.

9. Pruritic urticarial papules and plaques of pregnancy

Pruritic urticarial papules and plaques of pregnancy alias PUPPP adalah penyebab gatal di paha yang terjadi saat kehamilan. Sebagian besar kasus PUPPP terjadi di trimester ketiga, namun kondisi ini juga dapat terjadi setelah persalinan.

PUPPP ditandai dengan ruam gatal yang berwarna merah. Biasanya, PUPPP juga menyebabkan stretch mark gatal-gatal. Ruam gatal ini dapat menyebar ke bagian kulit mana saja, termasuk paha. Anda bisa mengatasi PUPPP dengan antihistamin maupun obat oles kortikosteroid.

Baca Juga

  • Ragam Obat Eksim Kering Menahun di Kaki, dari Obat-obatan hingga Bahan Rumahan
  • Kenali Gejala Dini dari Penyakit Mata Macular Degeneration
  • Apa Itu Efek Plasebo atau Obat Kosong dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Segera ke dokter jika hal ini terjadi

Terkadang, kasus gatal di paha memerlukan penanganan medis yang lebih serius. Segera buat janji dengan dokter jika beberapa hal di bawah ini terjadi:

  • Gatal di paha yang mengganggu aktivitas sehari-hari
  • Ruam gatal yang muncul di area kulit lebih besar
  • Gejala yang tidak kunjung sembuh walau sudah diobati
  • Keluar nanah di area kulit yang gatal-gatal
  • Demam
  • Mengalami reaksi alergi anafilaksis

Itulah mengapa Anda diharapkan untuk tidak meremehkan kondisi gatal di paha. Sebab, beberapa kasus gatal di paha dapat menandakan adanya kondisi medis yang lebih serius.

Advertisement

penyakitalergigatalkulit dan kecantikankulit keringeksim

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved