Gangguan Tidur pada Lansia, Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya


Layaknya orang di usia muda, kaum usia lanjut pun sering mengeluhkan kualitas tidurnya. Salah satu gangguan tidur pada lansia yang sering terjadi adalah insomnia.

0,0
22 Oct 2019|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
gangguan tidur pada lansiaGangguan tidur pada lansia disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari pengaruh obat hingga masalah kesehatan
Gangguan tidur tidak hanya dialami oleh kaum muda. Faktanya, banyak orang yang sudah memasuki usia lanjut pun mengalami penurunan kualitas istirahat di malam hari. Adanya gangguan tidur pada lansia tentu tidak bisa dipandang sebelah mata.Penting bagi anggota keluarga maupun caregiver untuk mengetahui penyebab insomnia pada lansia dan cara mengatasinya menjadi hal. Anda mungkin memerlukan bantuan dokter untuk mencari tahu penyebabnya, sehingga penanganan tepat pun bisa dilakukan.

Berapa lama waktu tidur lansia yang ideal?

Seiring bertambahnya usia, organ-organ tubuh akan mengalami penurunan fungsi. Kondisi ini lantas turut memengaruhi produksi hormon di dalam tubuh, salah satunya hormon melatonin. Padahal, hormon ini berrtugas untuk mengatur siklus tidur seseorang.Akibat terganggunya produksi hormon melatonin tersebut, siklus tidur pun jadi mengalami perubahan. Dalam hal ini, jam tidur lansia akan lebih sedikit ketimbang kelompok usia di bawahnya. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), lansia berusia 61-64 tahun umumnya akan tidur selama 7-9 jam di malam hari. Sementara untuk lansia usia 65 tahun ke atas, jam tidur maksimal biasanya 7-8 jam per hari. 

Penyebab gangguan tidur pada lansia

Penyebab gangguan pola tidur pada lansia dapat beraneka ragam. Penyebab tersebut bisa berasal dari jenis-jenis gangguan tidur yang memang harus ditangani, penyakit lain yang sedang diderita, maupun obat-obatan yang tengah dikonsumsi.Berikut ini adalah sejumlah faktor yang menjadi alasan mengapa lansia sulit tidur:

1. Gangguan tidur primer

Apabila lansia tidur kurang dari durasi ideal, kemungkinan ia mengalami gangguan tidur primer. Kondisi-kondisi yang termasuk ke dalam jenis gangguan tidur pada lansia yang satu ini antara lain meliputi:
  • Insomnia. Insomnia pada lansia adalah kondisi ketika lansia sulit untuk tertidur, mempertahankan tidur, dan atau susah tertidur dengan lelap
  • Sleep apnea, yaitu berhenti bernapas selama beberapa saat, tatkala Anda tidur
  • Restless legs syndrome (RLS), yang membuat penderitanya memiliki keinginan tak terkontrol, untuk menggerakkan kaki secara tidak sengaja saat tidur
  • Gangguan tidur ritme sirkadian, sebagai bagian kelompok gangguan tidur yang berkaitan dengan siklus tidur dan bangun
  • Gangguan perilaku tidur REM, atau beraksi saat tidur sesuai dengan mimpi yang dialami
  • Periodic limb movement disorder, yaitu gangguan tidur yang ditandai dengan menggerakkan lengan saat tidur, tanpa sadar

2. Gangguan medis tertentu

Tak hanya gangguan tidur primer di atas yang membuat malam-malam kelompok lansia terasa menyiksa. Beberapa jenis penyakit juga menjadi penyebab jam tidur lansia mengalami gangguan, yaitu
  • Penyakit Parkinson
  • Penyakit Alzheimer
  • Peradangan sendi
  • Penyakit jantung
  • Masalah pencernaan
  • Penurunan kontrol kandung kemih
  • Gangguan pernapasan
  • Masalah pada saraf

3. Obat-obatan dan zat lain

Karena lansia rentan menderita penyakit tertentu, jenis obat-obatan yang dikonsumsi pun dapat memicu gangguan tidur pada lansia. Beberapa obat dengan efek samping yang mengganggu tidur, di antaranya:
  • Obat diuretik, untuk penanganan tekanan darah tinggi dan glukoma
  • Obat antikolinergik, sebagai penanganan penyakit paru-paru obsktruktif kronis
  • Obat antihipertensi, untuk mengatasi tekanan darah tinggi
  • Obat kortikosteroid, obat untuk mengatasi rheumatoid arthritis (peradangan sendi karena sistem imun. menyerang jaringan sehat
  • Obat antidepresan, untuk mengatasi depresi
  • Obat penghambat H2, untuk menangani penyakit asam lambung atau GERD, serta tukak lambung
  • Levodopa, untuk mengobati penyakit Parkinson
  • Obat adrenergik, yang digunakan untuk serangan asma dan henti jantung
Selain itu, penggunaan alkohol, rokok, serta kopi, juga bisa meningkatkan risiko insomnia pada lansia.

4. Penyebab lain gangguan tidur pada lansia

Selain penyakit dan obat-obatan, lansia juga berisiko mengalami sulit tidur karena hal-hal berikut ini:
  • Kurang berolahraga
  • Sulit mengendalikan stres
  • Kurang bersosialisasi
  • Kurang mendapatkan sinar matahari
  • Memiliki kebiasaan tidur yang buruk, seperti tidak memerhatikan jam tidur, serta tidak memperhatikan kondisi kamar

Cara mengatasi gangguan tidur pada lansia

Untungnya, ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi gangguan tidur pada lansia, yaitu:

1. Mencari penyebab gangguan tidur

Ada banyak faktor mengapa lansia sulit tidur, mulai penyakit yang diderita atau konsumsi obat-obatan tertentu. Dengan mengetahui penyebabnya, Anda bisa membicarakan dengan dokter untuk menemukan solusi penanganan terhadap penyebab gangguan tidur tersebut.

2. Memperhatikan kamar dan tempat tidur

Lansia tidak menderita penyakit yang kronis tetapi masih sulit tidur? Kondisi ruang tidur bisa jadi akar permasalahannya. Untuk mengatasinya, Anda bisa melalukan sejumla hal berikut ini:
  • Meningkatkan produksi melatonin, caranya dengan menggunakan lampu watt rendah, serta mematikan gadget, televisi, atau komputer satu jam sebelum waktu tidur
  • Memastikan kamar tenang, nyaman, dan gelap. Menggunakan sleep mask, juga disarankan.
  • Gunakan kamar hanya untuk tidur dan aktivitas intim bersama pasangan
  • Jauhkan alarm dari jangkauan.

3. Melakukan rutinitas positif sebelum tidur

Selain kamar, perhatikan pula kebiasaan lansia sebelum tidur. Beberapa poin yang perlu diperhatikan, yaitu:
  • Mengatur jam tidur dan waktu bangun, agar konsisten setiap hari
  • Menerapkan ritual positif, seperti mandi dengan air hangat, menyalakan musik yang menenangkan, serta melakukan relaksasi
  • Menghabiskan waktu bersama pasangan

4. Memperhatikan konsumsi makanan

Makanan dan minuman yang dikonsumsi juga berkontribusi terhadap kualitas tidur. Oleh sebab itu, pastikan agar lansia:
  • Menghindari konsumsi kafein di siang hari
  • Tidak minum alkohol sebelum tidur
  • Menyantap camilan sehat boleh dilakukan sebelum tidur, seperti yogurt, susu hangat, dan sereal rendah gula
  • Menghindari makanan berat dan makanan pedas
  • Memperhatikan asupan gula agar tidak berlebihan

5. Berolahraga

Usia senja bukanlah penghalang bagi lansia untuk berolahraga. Beberapa opsi olahraga lansia yang bisa ia lakukan untuk mengatasi gangguan tidur insomnia dan lainnya adalah:
  • Berenang
  • Olahraga golf
  • Bersepeda
  • Lari santai
  • Menari
Itulah beberapa kemungkinan penyebab gangguan tidur pada lansia serta tips yang bisa Anda atau caregiver lakukan untuk menanganinya. Jangan lupa, kendalikan stres, karena kondisi emosi juga berpengaruh terhadap kualitas tidur.Jika masih punya pertanyaan terkait hal ini, jangan ragu untuk menghubungi dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasi SehatQ di App Store dan Google Play sekarang juga. 
gangguan lansialansiakesehatan lansiatidurgangguan tidur
CDC. https://www.cdc.gov/sleep/about_sleep/how_much_sleep.html
Diakses pada 24 Juni 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/sleep/sleep-disorders-in-the-elderly
Diakses pada 21 Oktober 2019
Help Guide. https://www.helpguide.org/articles/sleep/how-to-sleep-well-as-you-age.htm
Diakses pada 21 Oktober 2019
Web MD. https://www.webmd.com/sleep-disorders/news/19991207/combating-sleep-problems-elderly
Diakses pada 21 Oktober 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait