7 Penyakit Telinga yang Umum Terjadi, Waspada Kehilangan Pendengaran!


Ada beberapa penyakit telinga yang umum terjadi. Beberapa di antaranya disebabkan oleh cara membersihkan telinga yang salah, seperti memakai cotton bud. Hal ini bisa menyebabkan infeksi hingga gangguan atau kehilangan pendengaran.

0,0
17 Nov 2021|Rena Widyawinata
Gangguan pada telinga sering dikaitkan dengan faktor usia seperti presbikusis. Ternyata gangguan telinga dapat dialami oleh siapa sajaTidak hanya pada lansia, gangguan telinga dapat dialami oleh siapa saja
Menjaga kesehatan telinga tidak kalah penting dibandingkan organ lain. Apalagi, telinga yang sehat dapat membantu kita mendengar dengan lebih jernih. Meski demikian, telinga juga bisa saja terserang penyakit.
Penumpukan kotoran telinga dan infeksi telinga (otitis) jadi masalah telinga yang paling umum dialami banyak orang. Meski begitu, ada beberapa kelainan atau gangguan lain yang bisa terjadi pada telinga dan membutuhkan penanganan dokter.

Berbagai macam penyakit telinga

Berikut ini adalah berbagai macam penyakit telinga yang umum terjadi:

1. Penumpukan kotoran telinga

Salah satu masalah telinga yang paling umum terjadi adalah penumpukan kotoran telinga atau disebut dengan serumen prop. Kotoran telinga, atau disebut dengan serumen, sebenarnya dibuat oleh tubuh untuk melindungi telinga.Dalam jumlah normal, kotoran telinga berfungsi sebagai antibakteri dan melembapkan telinga. Namun, penumpukan bisa saja terjadi jika Anda membersihkan telinga dengan cara yang salah dan menyebabkan gangguan pendengaran, telinga sakit, pusing, dan telinga berdenging.Cleveland Clinic menyebutkan, telinga manusia telah dirancang untuk membersihkan dirinya sendiri. Artinya, serumen ini akan keluar dengan sendirinya lewat gerakan mengunyah. Namun, cara membersihkan telinga yang salah, seperti menggunakan cotton bud, dapat mendorong kotoran masuk ke bagian telinga yang lebih dalam dan menyebabkan penumpukan.

2. Otitis media

Telinga memiliki 3 bagian utama, yaitu bagian telinga luar, tengah, dan dalam. Ketiganya sama-sama dapat terserang infeksi. Meski demikian, bagian telinga yang paling rentan kena masalah infeksi adalah telinga tengah. Kondisi ini disebut dengan otitis media.Otitis media bisa terjadi pada siapa pun. Namun, bayi dan anak-anak adalah kelompok yang paling rentan mengalaminya.Otitis media disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Penyakit telinga ini umumnya terjadi akibat ada penyakit lain yang lebih dulu, misalnya flu. Itu sebabnya, Anda mungkin akan merasakan sakit telinga saat flu.Kondisi ini biasanya dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, dokter juga dapat memberikan antibiotik jika infeksi disebabkan oleh bakteri.

3. Otitis eksterna

Selain saluran tengah, telinga luar juga bisa kena infeksi. Penyakit infeksi telinga luar disebut dengan otitis eksterna.National Center of Biotechnology Information menyebutkan bahwa otitis eksterna terjadi karena peradangan di saluran telinga luar. Telinga kemasukan air adalah salah satu faktor yang membuat Anda berisiko otitis eksterna. Perenang berisiko lebih tinggi mengalami otitis eksterna. Itu sebabnya, kondisi ini dikenal juga dengan swimmer’s ears.Penyakit telinga otitis eksterna terjadi karena infeksi bakteri. Mengingat salah satu faktor risikonya adalah telinga kemasukan air, hal ini membuat telinga menjadi lembap. Telinga yang terlalu lembap menjadi tempat yang ideal untuk bakteri berkembang biak.BACA JUGA: Bagaimana Cara Mengeluarkan Air dari Telinga?

4. Tinnitus

Salah satu gangguan pada telinga yang juga sering terjadi adalah tinnitus, alias telinga berdenging. Namun, tinnitus bukanlah penyakit, melainkan sebuah gejala dari kondisi telinga tertentu.Kondisi ini bisa terjadi di salah satu telinga ataupun keduanya. Biasanya, orang dewasa lebih sering mengalaminya dibandingkan anak-anak.Penyebab tinnitus antara lain berkurangnya kemampuan pendengaran seiring usia, infeksi, gangguan kecemasan atau depresi, hingga obat-obatan tertentu. 

5. Gendang telinga pecah

Gendang telinga pecah, atau dalam istilah medis disebut perforasi membran timpani, terjadi saat selaput yang memisahkan telinga bagian luar dan tengah mengalami robekan. Gendang telinga pecah jadi salah satu penyakit pada telinga yang umum terjadi.Pecahnya gendang telinga bisa disebabkan oleh:
  • Otitis media (infeksi telinga)
  • Perbedaan tekanan udara yang ekstrem, seperti menyelam terlalu dalam.
  • Suara yang terlalu keras
  • Cedera akibat benda asing di telinga, seperti cotton bud
  • Cedera kepala hebat
Gendang telinga yang pecah bisa menyebabkan seseorang kehilangan pendengaran. Kondisi biasanya dapat pulih dengan sendirinya dalam beberapa minggu, kecuali untuk kasus berat. Kasus yang berat mungkin membutuhkan pembedahan.

6. Otosklerosis

Di dalam telinga tengah terdapat tulang-tulang yang akan bergetar dan mengantarkan suara. Otosklerosis adalah penyakit yang menyebabkan pertumbuhan abnormal pada tulang di dalam telinga tengah. Akibatnya, tulang-tulang ini tidak dapat bergetar seperti seharusnya. Saat tulang di dalam telinga tidak dapat bergetar, maka suara pun tidak dapat diantarkan dengan baik. Hal ini menyebabkan Anda mengalami gangguan pendengaran.Tidak hanya masalah pendengaran, otosklerosis juga bisa menyebabkan gangguan keseimbangan jika pertumbuhan tulang mencapai telinga bagian dalam. Hal ini karena telinga juga berperan dalam mengatur keseimbangan. Gejala umum yang dirasakan adalah vertigo.Penyebab otosklerosis sendiri tidak diketahui dengan jelas. Namun, ada jenis kelamin, dalam hal ini wanita, keturunan, dan ras tertentu bisa meningkatkan risikonya. Operasi dan penggunaan alat bantu dengar jadi salah satu solusi pengobatan. 

7. Kehilangan pendengaran

Kehilangan atau berkurangnya kemampuan pendengaran juga menjadi salah satu masalah telinga yang umum terjadi. WHO menyebutkan, kehilangan pendengaran ini bisa terjadi dalam tingkatan yang bervariasi, mulai dari ringan, sedang, berat, hingga tuli (tidak dapat mendengar sama sekali).Gangguan pendengaran bisa terjadi di salah satu telinga ataupun keduanya dan menyebabkan penderitanya kesulitan berkomunikasi.Penuaan dan terus-terusan mendengar suara bising dalam jangka waktu lama bisa menyebabkan kemampuan mendengar Anda berkurang atau bahkan hilang sama sekali. Selain itu, penumpukan kotoran telinga dan penyakit telinga lainnya juga bisa menyebabkan masalah pendengaran.Gangguan pendengaran bisa pulih jika disebabkan oleh penyebab tertentu, seperti penumpukan kotoran telinga. Namun, jika disebabkan oleh usia, kebanyakan tidak dapat dipulihkan. Penggunaan alat bantu dengar sering kali dipilih dokter untuk mengatasinya.BACA JUGA: Implan Koklea VS Alat Bantu Dengar Biasa, Mana yang Lebih Baik untuk Anda?

Kapan harus ke dokter?

Beberapa penyakit telinga memang bersifat ringan dan dapat pulih dengan sendirinya. Namun, beberapa lainnya mungkin membutuhkan penanganan dokter agar tidak telanjur menjadi berat.Segera konsultasi dengan dokter THT jika Anda atau anak Anda mengalami gejala penyakit telinga, seperti:
  • Sakit pada telinga yang semakin hebat
  • Telinga berdenging tak kunjung hilang
  • Mengalami gangguan keseimbangan
  • Demam tinggi
  • Keluar darah atau cairan dari telinga
  • Tidak bisa mendengar secara tiba-tiba
BACA JUGA: Suka Membersihkan Telinga dengan Cotton Bud? Waspadai Bahaya IniMencegah memang selalu lebih baik dibandingkan mengobati. Itu sebabnya, jagalah kesehatan dan kebersihan telinga Anda sebaik mungkin.Hindari menggunakan korek kuping atau cotton bud saat membersihkan telinga. Keduanya tidak dianjurkan karena bisa memperbesar risiko terjadinya penyakit pada telinga Anda.Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter mengenai cara yang tepat untuk membersihkan telinga untuk mencegah masalah pada indra pendengaran Anda. Konsultasi dokter online lewat aplikasi kesehatan keluarga SehatQ juga jadi salah satu solusi yang bisa Anda pilih. Download aplikasinya sekarang di AppStore dan Google Play.
gangguan pendengarankebersihan telingainfeksi telingaradang telingapenyakit telinga
Better Health Channel. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/ears-otosclerosis
Diakses pada 12 November 2021
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/14428-ear-wax-buildup--blockage
Diakses pada 12 November 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ear-infections/symptoms-causes/syc-20351616
Diakses pada 12 November 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/swimmers-ear/symptoms-causes/syc-20351682
Diakses pada 12 November 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ruptured-eardrum/symptoms-causes/syc-20351879
Diakses pada 12 November 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hearing-loss/symptoms-causes/syc-20373072
Diakses pada 12 November 2021
National Center of Biotechnology Information. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK556055/
Diakses pada 12 November 2021
National Health Service. https://www.nhs.uk/conditions/tinnitus/
Diakses pada 12 November 2021
WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/deafness-and-hearing-loss
Diakses pada 12 November 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait