Penyebab Feses Hitam, Mulai dari Makanan Hingga Penyakit di Organ Pencernaan

Feses hitam dapat disebabkan oleh makanan yang dikonsumsi, maupun penyakit yang berbahaya
Waspada jika Anda mendapati feses hitam yang disertai dengan darah dan nyeri yang hebat

Anda pernah mengalami buang air besar dengan kotoran berwarna hitam? Feses hitam menimbulkan perasaan tidak nyaman, karena Anda lantas menduga ada yang tidak beres di sistem pencernaan. Normalnya, feses memang berwarna cokelat sedang hingga cokelat tua.

Ada banyak faktor yang memicu feses hitam. Kotoran berwarna hitam bisa disebabkan oleh makanan, obat-obatan, dan suplemen yang Anda konsumsi. Walau begitu, feses hitam juga menjadi penanda dari beberapa penyakit, termasuk kanker rektum dan di organ pencernaan lain, sehingga perlu Anda waspadai.

Penyebab feses hitam: makanan dan obat-obatan

Feses hitam dapat disebabkan oleh benda-benda yang Anda konsumsi, termasuk makanan dan suplemen. Makanan yang berwarna biru tua, hijau, atau hitam (termasuk biskuit terkenal kesukaan Anda), dapat membuat kotoran menjadi hitam.

Selain makanan, obat-obatan dan suplemen juga bisa menimbulkan feses hitam. Suplemen zat besi, misalnya, dapat memicu kondisi ini. Bahkan suplemen zat besi juga sering membuat feses berwarna hijau.

Berikut ini makanan, obat, dan zat yang bisa membuat feses Anda menjadi hitam.

  • Blueberry
  • Suplemen zat besi
  • Akar manis berwarna hitam (black licorice)
  • Obat yang mengandung bismut, seperti bismut subsalisilat
  • Gelatin yang berwarna merah
  • Buah bit
  • Biskuit cokelat yang berwarna kehitaman

Penyebab feses hitam: perdarahan di saluran pencernaan

Selain karena zat makanan dan obat-obatan, feses hitam juga bisa dipicu oleh perdarahan pada saluran pencernaan. Perdarahan di saluran pencernaan juga disebabkan oleh beberapa kondisi medis, termasuk polip dan kanker.

  • Polip usus

Polip usus adalah benjolan kecil pada usus besar atau bagian rektum (usus besar bagian akhir). Kondisi medis ini dapat menyebabkan perdarahan, sehingga membuat feses Anda berwarna hitam. Kebanyakan polip usus tidak menimbulkan kanker. Meski demikian, risiko kanker tetap ada.

Sebagai tindakan medis terhadap polip usus, dokter mungkin akan menyarankan pembedahan untuk mengangkat polip tersebut.

  • Kanker dan tumor jinak

Kanker dan tumor jinak dapat terjadi pada organ-organ pencernaan, termasuk lambung, kerongkongan, usus besar, dan rektum. Munculnya kanker dan tumor jinak tersebut dapat menimbulkan perdarahan, sehingga membuat feses menjadi hitam.

Tumor jinak tidak akan berkembang menjadi kanker. Walau begitu, adanya tumor jinak di saluran pencernaan dapat melemahkan dinding organ di saluran tersebut, sehingga menimbulkan perdarahan.

[[artikel-terkait]]

  • Angiodisplasia

Feses hitam juga bisa disebabkan oleh angiodysplasia, kelainan pada pembuluh darah di bagian membran mukosa saluran pencernaan. Para ahli belum menemukan penyebab pasti dari angiosdisplasia.

Tindakan umum untuk menangani angiodisplasia yakni koagulasi plasma, untuk menutupi pembuluh darah.

  • Kolitis ulseratif

Kolitis ulseratif adalah peradangan pada usus besar. Peradangan ini juga dapat menimbulkan perdarahan, sehingga feses yang dikeluarkan menjadi hitam. Sayangnya, belum diketahui penyebab peradangan ini.

Untuk menangani kolitis ulseratif, dokter mungkin akan memberikan obat-obatan, maupun merekomendasikan tindakan pembedahan.

  • Varises esofagus

Beberapa gangguan di saluran kerongkongan juga dapat memicu feses hitam, karena adanya perdarahan. Salah satu gangguan pada kerongkongan ini yakni varises esofagus.

Varises esofagus adalah pembesaran pembuluh darah, di saluran yang menghubungkan tenggorokan dan lambung. Beberapa kondisi medis yang menyebabkannya adalah gangguan hati, penyakit trombosis (pembuluh vena porta di saluran pencernaan yang tersumbat), serta infeksi parasit.

Penanganan varises esofagus akan bergantung pada penyebabnya, serta fokus untuk menghentikan perdarahan. Untuk menyetop perdarahan, dokter mungkin akan mengikat varises menggunakan karet khusus melalui prosedur endoskopi, memberikan obat-obatan, atau mengalihkan aliran darah di pembuluh vena porta.

Kapan harus ke dokter jika feses hitam?

Pada banyak kasus, feses hitam disebabkan oleh makanan dan obat-obatan yang Anda konsumsi. Apabila Anda mendapati kotoran berwarna hitam, dan mengingat setiap makanan maupun obat yang dikonsumsi, maka feses hitam tidak menjadi masalah yang serius.

Namun, jika Anda merasa tidak mengonsumsi makanan penyebab feses hitam di atas, ada kemungkinan terjadi gangguan medis pada saluran pencernaan. Sehingga, Anda sangat dianjurkan untuk mencari pertolongan medis, terutama jika feses hitam disertai kondisi diare, muntah-muntah, sakit yang luar biasa, atau bahkan terdapat feses yang disertai darah.

Healthline. https://www.healthline.com/health/bloody-or-tarry-stools

Diakses pada 14 Februari 2019

 

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/esophageal-varices

Diakses pada 14 Februari 2019

 

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320938.php

Diakses pada 14 Februari 2019

 

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325109.php

Diakses pada 14 Februari 2019

 

The National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/colon-polyps/definition-facts

Diakses pada 14 Februari 2019

 

Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/causes-of-black-stool-1941711

Diakses pada 14 Februari 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed