BAB Bayi Hijau, Orang Tua Perlu Tahu Penyebabnya


BAB bayi hijau merupakan hal yang kerap ditemukan. Penyebab feses bayi berwarna hijau diakibatkan ibu mengonsumsi asupan berwarna hijau hingga bayi sakit diare.

(0)
04 Nov 2019|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
BAB bayi hijau merupakan indikator kesehatan bayiBAB bayi hijau terjadi akibat asupan ASI hingga terkena penyakit tertentu
BAB bayi hijau terjadi akibat hal-hal yang berkaitan dengan konsumsi ASI, bayi sakit ataupun alergi, makanan ataupun suplemen yang dikonsumsi ibu dan bayi tinggi zat besi, serta bayi mengalami pertumbuhan gigi.Orang tua biasanya selalu memerhatikan perubahan apa pun yang terjadi pada bayinya, termasuk masalah buang air besar.Hal ini dikarenakan warna feses bayi, termasuk tekstur dan ukurannya, merupakan salah satu indikator yang menunjukkan kesehatan bayi. Sebagai contoh, feses bayi berwarna hijau sehabis BAB dapat menjadi pertanda dari banyak hal.

Penyebab BAB bayi berwarna hijau

Setelah beberapa hari kelahirannya, feses bayi mengalami perubahan dari warna hitam tebal menjadi kuning seperti mustard. Namun selama masa transisi, akan terlihat BAB bayi hijau.Seiring bertambahnya usia, pola makan bayi juga akan berpengaruh pada warna fesesnya. Ketika BAB bayi berwarna hijau dan encer, Anda mungkin merasa kaget dan khawatir jika sesuatu terjadi pada dirinya.Menurut La Leche League International, bayi yang mengeluarkan feses bayi berwarna hijau umumnya masih dianggap sebagai hal yang normal. Di sisi lain, BAB bayi hijau ini kadang juga bisa menandakan adanya suatu masalah.Beberapa hal yang mampu menyebabkan BAB bayi hijau, di antaranya:

1. Makanan yang dikonsumsi ibu

BAB bayi hijau terjadi karena ibu mengonsumsi sayuran hijau, seperti brokoli
Apa yang ibu makan dapat memengaruhi kualitas ASI yang diberikan pada bayi.Jika ibu terlalu banyak mengonsumsi makanan berwarna hijau, seperti bayam atau brokoli, akan terlihat perubahan warna BAB bayi hijau.Selain itu, mengonsumsi makanan atau minuman dengan pewarna hijau juga bisa menyebabkan terjadinya hal ini.

2. Bayi terlalu banyak minum ASI foremilk daripada hindmilk

Terlalu banyak mengonsumsi foremilk sebabkan BAB bayi hijau
BAB bayi hijau bisa disebabkan karena terlalu banyak menghisap ASI jenis foremilk. ASI ini keluar pertama kali saat bayi menyusu dan mengandung rendah kalori.Semakin lama bayi menyusu, maka akan keluar ASI hindmilk, ASI tinggi lemak dan lebih kental.

3. Bayi sakit

BAB bayi hijau merupakan tanda bayi mengalami diare
Ketika bayi BAB berwarna hijau, kondisi ini juga bisa menandakan bahwa bayi sedang sakit, diare contohnya.Jika si Kecil terkena diare, ia dapat menunjukkan gejala, seperti:
  • Sering BAB.
  • Lemas.
  • Demam.
  • Mulut kering.
  • Mudah mengantuk.
  • Mata atau pipi terlihat lebih cekung.
  • Tidak mengeluarkan air mata saat menangis.
  • Rewel.
  • Pup cair.
Feses bayi berwarna hijau juga dapat menjadi tanda terjadinya infeksi lainnya pada bayi.

4. Terlalu cepat menelan ASI

Terlalu cepat menelan ASI membuat udara tertelan, sebabkan BAB bayi hijau
Ketika bayi meminum banyak susu sekaligus, udara bisa banyak terisap olehnya sehingga menciptakan gelembung-gelembung udara bergas dan kotoran hijau.Cobalah posisi menyusui yang santai, seperti berbaring agar ASI tidak mengalir terlalu cepat dan bayi dapat rileks selama menyusu.

5. Bayi sensitif atau alergi terhadap makanan yang ibu konsumsi

Alergi juga sebabkan BAB bayi hijau
Meski jarang terjadi, feses bayi dapat berwarna hijau atau memiliki tekstur berlendir setelah BAB baik karena ia sensitif ataupun alergi terhadap makanan yang Anda konsumsi.Selain itu, warna BAB bayi  hijau juga dikarenakan obat atau suplemen yang Anda minum. Menurut riset yang diterbitkan pada National Center for Biotechnology Information, asupan zat besi mampu menyebabkan pup bayi warna hijau atau hitam pekat.Selain itu, menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), bayi yang minum susu formula khusus, seperti susu formula asam amino, susu formula kedelai, maupun susu formula hipoalergenik juga membuat warna bab bayi hijau. Hal ini juga diakibatkan oleh tingginya kadar zat besi pada susu formula tersebut.Bayi juga dapat sensitif terhadap obat apa pun yang diminumnya, atau vaksin yang baru saja dimilikinya.Dalam kasus feses bayi hijau berlendir, biasanya disertai dengan gejala lain berupa masalah pada perut, kulit, atau pernapasan.

6. Makanan yang dikonsumsi bayi

MPASI bayam membuat warna BAB bayi hijau
Ketika bayi bertambah besar dan mulai mengonsumsi makanan padat, keadaan ini dapat mengubah warna kotoran bayi.Feses bayi akan berubah menjadi berwarna hijau jika Anda memperkenalkan mereka makanan hijau, seperti kacang hijau, kacang polong, dan bayam.Pada beberapa kasus, feses bayi dapat pula berwarna hijau jika ia terlalu sering minum susu formula.

7. Bayi tumbuh gigi

Tumbuh gigi membuat air liur tertelan sehingga BAB bayi hijau
Garis-garis hijau berlendir yang terdapat di feses bayi dapat terjadi karena bayi tumbuh gigi. Ketika tumbuh gigi, tubuh si Kecil akan memproduksi air liur secara berlebih.Bayi pun dapat menelan air liur tersebut secara tidak sengaja. Terlalu banyaknya air liur yang tertelan dapat mengubah warna feses bayi menjadi hijau.

Cara mengatasi BAB bayi hijau

Pastikan bayi menghabiskan ASI di salah satu sisi payudara untuk mengatasi BAB bayi hijau
Cara mudah agar feses bayi berwarna hijau bisa teratasi adalah dengan memastikan Si Kecil menghabiskan ASI di salah satu sisi payudara terlebih dahulu. Tujuannya, agar bayi mengonsumsi hindmilk dengan jumlah yang mencukupi.Saat menyusui Si Kecil, pastikan pelekatan bayi tepat. Perhatikan jika mulut bayi harus mengisap puting dan areola, bukan putingnya saja.Hal ini bertujuan agar ASI keluar dengan lancar. Asupan ASI hindmilk dan foremilk pun mencukupi.

Hubungi dokter jika BAB bayi hijau diikuti gejala berikut

Segera bawa ke dokter jika BAB bayi hijau diikuti dengan demam tinggi
Selalu pantau kondisi bayi Anda jika feses si Kecil terlihat berwarna hijau habis BAB. Perhatikan apakah ada gejala lain yang timbul atau tidak.Jika feses berwarna pucat dengan disertai gejala terlihat kesakitan dan muntah, atau jika kotoran berwarna gelap dengan disertai adanya darah, segera periksakan bayi Anda ke dokter.Selain itu, segera berkunjung ke dokter jika feses hijau pada bayi disertai gejala diare yang parah, seperti:Ketika bayi telah mengalami dehidrasi, maka hal ini dapat menyebabkan bayi tidak mengompol selama 3 jam atau lebih, menangis tanpa air mata, bibir atau mulut bayi kering, dan mata atau pipi bayi terlihat cekung.

Catatan dari SehatQ

BAB bayi hijau terjadi akibat beberapa hal. Umumnya, penyebab pup bayi warna hijau berkaitan dengan konsumsi ASI, obat dan suplemen tertentu, serta makanan yang dikonsumsi ibu maupun bayi.Namun, tak jarang, feses bayi berwarna hijau juga merupakan tanda bayi menderita penyakit tertentu atau sedang mengalami tumbuh kembang, tepatnya pertumbuhan gigi.Jika BAB warna hijau dan diikuti gejala penyakit tertentu, segera hubungi dokter melalui chat di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ dan bawa segera ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. dan bawa ia ke dokter.Apabila Anda ingin mendapatkan keperluan bayi dan ibu menyusui, kunjungi untuk mendapatkan penawaran menarik.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
feses bayidiare pada bayidiarefeses
Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/green-poop-in-kids#summary
Diakses pada 04 November 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322595.php
Diakses pada 04 November 2019
Baby Center. https://www.babycentre.co.uk/x543050/why-are-my-breastfed-babys-poos-often-green
Diakses pada 04 November 2019
La Leche League International. https://www.llli.org/babys-poop/
Diakses pada 16 Oktober 2020
National Center for Biotechnology Information. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK557376/
Diakses pada 29 November 2020
Ikatan Dokter Anak Indonesia. https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/warna-tinja-apakah-berhubungan-dengan-penyakit
Diakses pada 29 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait