7 Penyebab BAB Bayi Berwarna Hijau dan Encer (Haruskah Orangtua Khawatir?)

macam-macam penyebab feses bayi berwarna hijau saat BAB
Tumbuh gigi (teething) merupakan salah satu penyebab BAB bayi berwarna hijau

Orangtua biasanya selalu memerhatikan perubahan apa pun yang terjadi pada bayinya, termasuk masalah buang air besar. Hal ini dikarenakan warna feses bayi, termasuk tekstur dan ukurannya, merupakan salah satu indikator yang menunjukkan kesehatan bayi. Sebagai contoh, feses bayi yang berwarna hijau sehabis BAB dapat menjadi pertanda dari banyak hal.

Penyebab BAB bayi berwarna hijau

Setelah beberapa hari kelahirannya, feses bayi mengalami perubahan dari warna hitam tebal menjadi kuning seperti mustard. Namun selama masa transisi, feses bayi akan terlihat sedikit hijau.

Seiring bertambahnya usia, pola makan bayi juga akan berpengaruh pada warna fesesnya. Ketika BAB bayi berwarna hijau dan encer, Anda mungkin merasa kaget dan khawatir jika sesuatu terjadi pada dirinya.

Bayi yang mengeluarkan feses berwarna hijau saat BAB umumnya masih dianggap sebagai hal yang normal. Di sisi lain, warna feses ini kadang juga bisa menandakan adanya suatu masalah.

Beberapa hal yang mampu menyebabkan BAB bayi berwarna hijau, di antaranya:

1. Makanan yang dikonsumsi ibu

Apa yang ibu makan dapat memengaruhi kualitas ASI yang diberikan pada bayi.

Jika ibu terlalu banyak mengonsumsi makanan berwarna hijau, seperti bayam atau brokoli, maka BAB bayi pun dapat berubah warna menjadi hijau.

Selain itu, mengonsumsi makanan atau minuman dengan pewarna hijau juga bisa menyebabkan terjadinya hal ini.

2. Bayi terlalu banyak minum ASI foremilk daripada hindmilk

BAB bayi berwarna hijau bisa disebabkan karena terlalu banyak menghisap ASI jenis foremilk. ASI ini keluar pertama kali saat bayi menyusu dan mengandung rendah kalori.

Semakin lama bayi menyusu, maka akan keluar ASI hindmilk yang mengandung tinggi lemak dan lebih kental.

3. Bayi sakit

Ketika bayi BAB berwarna hijau, kondisi ini juga bisa menandakan bahwa bayi sedang sakit, diare contohnya.

Jika si Kecil terkena diare, ia dapat menunjukkan gejala, seperti sering BAB, lemas, rewel, dan mencret.

Feses berwarna hijau juga dapat menjadi tanda terjadinya infeksi lainnya pada bayi.

4. Terlalu cepat menelan ASI

Ketika bayi meminum banyak susu sekaligus, udara bisa banyak terisap olehnya sehingga menciptakan gelembung-gelembung udara bergas dan kotoran hijau.

Cobalah posisi menyusui yang santai, seperti berbaring agar ASI tidak mengalir terlalu cepat dan bayi dapat rileks selama menyusu.

5. Bayi sensitif atau alergi terhadap makanan yang ibu konsumsi

Meski jarang terjadi, feses bayi dapat berwarna hijau atau memiliki tekstur berlendir setelah BAB baik karena ia sensitif ataupun alergi terhadap makanan yang Anda konsumsi.

Selain itu, bayi juga bisa sensitif terhadap obat yang Anda minum, seperti antibiotik atau suplemen zat besi.

Bayi juga dapat sensitif terhadap obat apa pun yang diminumnya, atau vaksin yang baru saja dimilikinya.

Dalam kasus feses bayi hijau berlendir, biasanya disertai dengan gejala lain berupa masalah pada perut, kulit, atau pernapasan.

6. Makanan yang dikonsumsi bayi

Ketika bayi bertambah besar dan mulai mengonsumsi makanan padat, keadaan ini dapat mengubah warna kotoran bayi.

Feses bayi akan berubah menjadi berwarna hijau jika Anda memperkenalkan mereka makanan hijau, seperti kacang hijau, kacang polong, dan bayam.

Pada beberapa kasus, feses bayi dapat pula berwarna hijau jika ia terlalu sering minum susu formula.

7. Bayi tumbuh gigi

Garis-garis hijau berlendir yang terdapat di feses bayi dapat terjadi karena bayi tumbuh gigi. Ketika tumbuh gigi, tubuh si Kecil akan memproduksi air liur secara berlebih.

Bayi pun dapat menelan air liur tersebut secara tidak sengaja. Terlalu banyaknya air liur yang tertelan dapat mengubah warna feses bayi menjadi hijau.

Kapan harus menghubungi dokter?

Selalu pantau kondisi bayi Anda jika feses si Kecil terlihat berwarna hijau habis BAB. Perhatikan apakah ada gejala lain yang timbul atau tidak.

Jika feses berwarna pucat dengan disertai gejala terlihat kesakitan dan muntah, atau jika kotoran berwarna gelap dengan disertai adanya darah, segera periksakan bayi Anda ke dokter.

Selain itu, segera berkunjung ke dokter jika feses hijau pada bayi disertai gejala diare yang parah, seperti:

  • Menunjukkan tanda-tanda dehidrasi
  • Muntah lebih dari sehari
  • Demam lebih tinggi dari 38 derajat celcius
  • Tidak nafsu makan.

Ketika bayi telah mengalami dehidrasi, maka hal ini dapat menyebabkan bayi tidak mengompol selama 3 jam atau lebih, menangis tanpa air mata, bibir atau mulut bayi kering, dan mata atau pipi bayi terlihat cekung.

Sebaiknya, konsultasikan pada dokter mengenai perubahan kebiasaan BAB atau warna feses selain hijau yang dialami bayi Anda jika Anda merasa khawatir. Dokter akan memberi jawaban dan saran mengenai permasalahan yang terjadi.

Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/green-poop-in-kids#summary
Diakses pada 04 November 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322595.php
Diakses pada 04 November 2019

Baby Center. https://www.babycentre.co.uk/x543050/why-are-my-breastfed-babys-poos-often-green
Diakses pada 04 November 2019

Artikel Terkait