Tidak Perlu Khawatir, Ini 6 Penyebab Feses Bayi Berwarna Hijau

Feses bayi berwarna hijau dapat disebabkan oleh berbagai hal
Bayi bisa mengeluarkan feses berwarna hijau

Orangtua biasanya selalu memerhatikan perubahan apa pun yang terjadi pada bayinya, termasuk masalah buang air besar. Hal ini dikarenakan warna feses bayi, termasuk tekstur dan ukurannya, merupakan salah satu indikator yang menunjukkan kesehatan bayi.

Feses bayi dapat mengalami perubahan warna, mulai dari hitam, kuning, jingga, merah, hingga hijau. Khusus untuk feses bayi berwarna hijau, kondisi ini dianggap sebagai hal yang normal terjadi, namun kadang juga bisa menandakan adanya suatu masalah.

Penyebab feses bayi berwarna hijau

Setelah beberapa hari kelahirannya, feses bayi mengalami perubahan dari warna hitam tebal menjadi kuning seperti mustard. Namun selama masa transisi, feses bayi akan terlihat sedikit hijau.

Seiring bertambahnya usia, pola makan bayi juga akan berpengaruh pada warna fesesnya. Ketika bayi mengeluarkan BAB berwarna hijau, Anda mungkin merasa kaget dan khawatir jika sesuatu terjadi pada dirinya. Namun, ternyata ada beberapa hal yang mampu menyebabkan feses bayi berwarna hijau, di antaranya:

  • Makanan yang dikonsumsi ibu

Apa yang ibu konsumsi dapat memengaruhi kualitas ASI yang diberikan pada bayi. Jika ibu terlalu banyak mengonsumsi makanan berwarna hijau, seperti bayam atau brokoli, maka BAB bayi pun dapat berubah warna menjadi hijau. Selain itu, mengonsumsi makanan atau minuman dengan pewarna hijau juga bisa menyebabkan terjadinya hal ini.

  • Terlalu banyak mengonsumsi ASI foremilk daripada hindmilk

Kotoran bayi berwarna hijau bisa disebabkan karena terlalu banyak menghisap ASI jenis foremilk, ASI ini keluar pertama kali saat bayi menyusu dan mengandung rendah kalori. Semakin lama bayi menyusu, maka akan keluar ASI hindmilk yang mengandung tinggi lemak dan lebih kental.

  • Bayi sakit

Ketika feses bayi berwarna hijau, kondisi ini juga bisa menandakan bahwa bayi sedang sakit, seperti diare contohnya. Jika si Kecil terkena diare, ia dapat menunjukkan gejala, seperti sering BAB, lemas, rewel, dan mencret. Feses berwarna hijau juga dapat menjadi tanda terjadinya infeksi lainnya pada bayi.

  • Terlalu cepat menelan ASI

Ketika bayi meminum banyak susu sekaligus, udara bisa banyak terisap olehnya sehingga menciptakan gelembung-gelembung udara bergas dan kotoran hijau. Cobalah posisi menyusui yang santai, seperti berbaring agar ASI tidak mengalir terlalu cepat dan bayi dapat rileks selama menyusu.

  • Bayi sensitif atau alergi terhadap makanan yang ibu konsumsi

Meski jarang terjadi, namun feses bayi dapat berwarna hijau atau memiliki tekstur berlendir, baik karena sensitif ataupun alergi terhadap makanan yang Anda konsumsi. Selain itu, bayi juga bisa sensitif terhadap obat yang Anda minum, seperti antibiotik atau suplemen zat besi.

Bayi juga dapat sensitif terhadap obat apa pun yang diminumnya, atau vaksin yang baru saja dimilikinya. Dalam kasus feses bayi hijau berlendir, biasanya disertai dengan gejala lain berupa masalah pada perut, kulit, atau pernapasan.

  • Makanan yang dikonsumsi bayi

Ketika bayi bertambah besar dan mulai mengonsumsi makanan padat, keadaan ini dapat mengubah warna kotoran bayi. Feses bayi akan berubah menjadi berwarna hijau jika Anda memperkenalkan mereka makanan hijau, seperti kacang hijau, kacang polong, dan bayam.

  • Bayi tumbuh gigi

Garis-garis hijau berlendir yang terdapat di feses bayi dapat terjadi karena bayi tumbuh gigi. Ketika tumbuh gigi, tubuh si Kecil akan memproduksi air liur secara berlebih. Bayi pun dapat menelan air liur tersebut secara tidak sengaja. Terlalu banyaknya air liur yang tertelan dapat mengubah warna feses bayi menjadi hijau.

Kapan harus menghubungi dokter?

Selalu pantau kondisi bayi Anda jika fesesnya berubah jadi hijau. Perhatikan apakah ada gejala lain yang timbul atau tidak. Jika feses berwarna pucat dengan disertai gejala terlihat kesakitan dan muntah, atau jika kotoran berwarna gelap dengan disertai adanya darah, segera periksakan bayi Anda ke dokter.

Selain itu, segera berkunjung ke dokter jika feses hijau pada bayi disertai gejala diare yang parah, seperti:

  • Menunjukkan tanda-tanda dehidrasi
  • Muntah lebih dari sehari
  • Demam lebih tinggi dari 38?
  • Tidak nafsu makan.

Ketika bayi telah mengalami dehidrasi, maka hal ini dapat menyebabkan bayi tidak mengompol selama 3 jam atau lebih, menangis tanpa air mata, bibir atau mulut bayi kering, dan mata atau pipi bayi terlihat cekung.

Sebaiknya, konsultasikan pada dokter mengenai perubahan apapun yang terjadi pada bayi Anda yang membuat Anda merasa khawatir. Dokter akan memberi jawaban dan saran mengenai permasalahan yang terjadi.

Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/green-poop-in-kids#summary
Diakses pada 04 November 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322595.php
Diakses pada 04 November 2019

Baby Center. https://www.babycentre.co.uk/x543050/why-are-my-breastfed-babys-poos-often-green
Diakses pada 04 November 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed