Penyebab Epilepsi Kambuh saat Tidur dan Penanganannya


Penyebab epilepsi kambuh saat tidur belum bisa dipastikan. Namun, masalah ini dianggap berkaitan dengan gangguan sinyal listrik selama tahap tertentu dari siklus tidur dan bangun.

0,0
19 Jul 2021|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Epilepsi kambuh saat tidur dapat menyebabakan sejumlah gangguanEpilepsi bisa kambuh saat tidur pada sebagian orang
Epilepsi terjadi ketika ada gangguan pada sinyal listrik otak. Penyakit ini dapat kambuh kapan saja, termasuk saat tidur. Kondisi epilepsi kambuh saat tidur juga dikenal dengan istilah epilepsi nokturnal.Penderita jenis epilepsi apa pun bisa mengalami masalah ini. Di samping itu, ada sejumlah jenis epilepsi tertentu yang hanya menyebabkan kejang saat tidur.Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai masalah di malam hari, seperti bangun tanpa alasan, mengompol, tubuh tersentak, hingga gemetar. Akan tetapi, hingga saat ini, penyebab epilepsi kambuh saat tidur belum dapat dipastikan.

Penyebab epilepsi kambuh saat tidur

Sel-sel di otak berkomunikasi dengan berbagai bagian tubuh melalui sinyal listrik. Sinyal ini kadang mengalami gangguan, misalnya dengan mengirim pesan terlalu banyak atau terlalu sedikit.Kondisi tersebut menyebabkan tubuh mengalami kejang. Jika kejang terjadi dua kali dengan jarak terpisah setidaknya dalam 24 jam dan tanpa didasari gangguan medis lainnya, maka kondisi ini disebut dengan epilepsi.Penyebab kejang saat tidur dipercaya dipicu oleh perubahan aktivitas listrik di otak selama tahap tertentu dari siklus tidur dan bangun. Kebanyakan kasus epilepsi kambuh saat tidur terjadi pada tahap tidur 1 dan 2, tepatnya saat tidur belum lelap. Epilepsi nokturnal juga bisa terjadi saat bangun tidur.Selain itu, kejang saat tidur dikaitkan dengan beberapa jenis epilepsi tertentu, di antaranya:
  • Kejang tonik klonik saat bangun tidur
  • Epilepsi mioklonik juvenil
  • Epilepsi rolandik jinak, yang juga disebut sebagai epilepsi fokal jinak masa kanak-kanak
  • Sindrom Landau-Kleffner
  • Epilepsi lobus frontal.
Kurang tidur merupakan salah satu pemicu umum kambuhnya kejang pada penderita epilepsi. Oleh karena itu, epilepsi nokturnal yang mengganggu tidur dapat meningkatkan risiko kambuhnya kejang lagi di masa depan.

Gejala epilepsi kambuh saat tidur

Berikut adalah sejumlah gejala yang dapat ditunjukkan saat seseorang mengalami epilepsi kambuh saat tidur.
  • Menangis atau membuat suara yang tidak biasa, terutama sebelum otot menegang
  • Tiba-tiba tampak sangat kaku
  • Tubuhnya berkedut atau tersentak
  • Mengompol
  • Jatuh dari tempat tidur
  • Lidah tergigit
  • Sulit untuk bangun setelah kejang
  • Bangun tiba-tiba tanpa alasan yang jelas
  • Bingung atau menunjukkan perilaku tidak biasa lainnya setelah kejang.
Epilepsi nokturnal biasanya terjadi setelah tertidur, sebelum terbangun, atau tepat setelah terbangun. Namun, tidak semua orang yang mengalami epilepsi kambuh saat tidur menyadari kondisinya. Terkadang, satu-satunya gejala yang muncul hanyalah sakit kepala atau memar saat bangun tidur.Epilepsi kambuh saat tidur dapat membuat Anda merasa lelah atau kurang tidur. Kondisi ini menyebabkan Anda merasa mengantuk sepanjang hari dan memiliki suasana hati yang buruk, misalnya mudah tersinggung.

Cara mengatasi epilepsi kambuh saat tidur

Dokter umumnya mendiagnosis epilepsi dengan elektroensefalografi (EEG), yaitu tes untuk mengukur aktivitas listrik di otak. Dalam beberapa kasus, dokter juga dapat merekomendasikan MRI atau CT scan untuk melihat adanya area cedera otak atau tumor di otak.Perawatan yang tepat dapat membantu mengobati dan mengontrol epilepsi kambuh saat tidur. Jenis perawatan yang dberikan bergantung pada penyebab kejang saat tidur, jenis kejang, serta faktor kesehatan lainnya.Berikut adalah beberapa jenis perawatan untuk mengatasi epilepsi saat tidur.
  • Pemberian obat antikejang, misalnya fenitoin
  • Diet tinggi lemak, diet rendah karbohidrat, atau diet ketogenik
  • Menghindari pemicu kejang, misalnya kurang tidur
  • Stimulator saraf vagus atau operasi implan stimulasi otak dalam sehingga dapat mengirimkan impuls listrik ke otak yang bisa memblokir atau mengubah aktivitas abnormal yang berpotensi menyebabkan masalah ini.
Melacak gejala dan pemicu epilepsi kambuh saat tidur dapat membantu mengidentifikasi pola gejala dan menilai apakah rencana perawatan yang dilakukan efektif atau tidak.Selain itu, diagnosis yang lengkap juga diperlukan untuk mengeliminasi kemungkinan lain penyebab kejang saat tidur, misalnya gangguan tidur, cedera kepala, atau tumor.Jika Anda merasa memiliki perilaku yang tidak biasa di malam hari, kerap merasa sakit kepala di pagi hari, atau perubahan suasana hati yang tidak dapat dijelaskan, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk menjalani pemeriksaan.Tindakan ini perlu dilakukan untuk memastikan Anda tidak mengalami epilepsi kambuh saat tidur yang tidak disadari.Apabila Anda memiliki pertanyaan seputar masalah kesehatan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
kejangepilepsi
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/326864
Diakses pada 6 Juli 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/epilepsy/nocturnal-seizures
Diakses pada 6 Juli 2021
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/21088-deep-brain-stimulation
Diakses pada 6 Juli 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait