Penyebab Emotional Burnout dan Cara untuk Mengatasinya


Tanda emotional burnout muncul saat Anda terlalu lelah beraktivitas dengan beban yang berat. Menjalani pola hidup sehat dan terhubung dengan orang lain merupakan cara mengatasinya.

0,0
24 Jun 2021|Ade Irawan
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Emotional burnout bisa menyerang siapa sajaKelelahan dan stres bisa menyebabkan emotinal burnout
Setiap orang bisa saja terkena emotional burnout dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Kondisi yang mungkin menyerang siapa saja ini bisa terjadi akibat akumulasi stres yang didapat dari lingkungan pekerjaan dan kehidupan pribadi. Saat mengalami kondisi kelelahan emosional ini, Anda mungkin merasa terjebak dalam sebuah situasi sulit yang berkepanjangan.Dalam kehidupan sehari-hari, kondisi ini bisa terjadi akibat melakukan pekerjaan yang sama terlalu sering. Anda pun bisa mengalami kelelahan secara emosional karena beban kerja di kantor yang terlalu berat. Kelelahan emosional ini juga perlu diatasi untuk mengembalikan kondisi kesehatan mental dan fisik Anda.Mengetahui tanda-tanda saat Anda sudah mencapai emotional burnout merupakan langkah awal yang bisa dilakukan. Selanjutnya, mintalah bantuan kepada dokter atau melakukan langkah-langkah untuk mengatasi kelelahan ini.

Ciri-ciri emotional burnout

Ada kalanya Anda mengalami hari yang berat hingga enggan melakukan apa pun. Pada saat yang bersamaan, ada setumpuk aktivitas yang harus dikerjakan sehingga Anda terpaksa untuk bangkit dan melakukannya dengan setengah hati.Proses burnout terjadi sangat bertahap dan mungkin Anda sendiri tidak sadar sudah sangat kewalahan menghadapinya. Mengabaikannya hanya akan membuat Anda semakin kehabisan tenaga. Berikut beberapa ciri emotional burnout yang bisa Anda rasakan:
  • Kehilangan motivasi
  • Mudah tersinggung dan marah yang tidak logis
  • Selalu merasa kelelahan setiap waktu
  • Merasa putus asa
  • Kehilangan rasa percaya diri
  • Apati atau bersikap masa bodoh
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Selalu berpikir negatif terhadap sesuatu
  • Imun yang menurun hingga mudah sakit
  • Gugup dan cemas
  • Takut berlebihan
  • Depresi
Dalam dunia profesional, kelelahan emosional ini pun bisa memengaruhi  performa pekerjaan. Anda mungkin akan gagal memenuhi deadline hingga kurangnya komitmen dengan pekerjaan itu sendiri.

Penyebab emotional burnout

Stres berkepanjangan bisa menjadi penyebab Anda mengalami kondisi ini. Anda bisa mengalaminya di tempat kerja, komunitas, hingga lingkungan keluarga. Berikut beberapa penyebab kelelahan emosional bisa terjadi:
  • Terlalu banyak bekerja hingga tidak memiliki waktu senggang
  • Melakukan pekerjaan yang monoton dan tidak menantang
  • Mengerjakan sesuatu yang terlalu berat dan menuntut sehingga Anda tidak memiliki kendali
  • Bekerja di lingkungan yang penuh tekanan
  • Memiliki target yang terlalu tinggi
  • Memanggul tanggung jawab besar tanpa bantuan dari orang lain
  • Kurangnya dukungan dari orang-orang terdekat
  • Memiliki anak dan membesarkannya
  • Menghadapi masalah keuangan
  • Kehilangan orang yang dicintai

Cara mengatasi emotional burnout

Kelelahan emosional ini bisa diatasi asal ada kemauan yang keras. Anda bisa mengikuti beberapa langkah di bawah ini untuk mengatatasi emotional burnout

1. Olahraga

Aktivitas fisik merupakan jawaban dari banyak gangguan kesehatan mental. Olahraga bisa membuat tubuh lebih sehat sekaligus meningkatkan mood. Tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk ini. Melakukan 15-30 menit olahraga ringan secara rutin sudah bisa membantu menghilangkan kelelahan emosional.

2. Mengonsumsi makanan sehat

Rutin berolahraga harus diimbangi dengan mengonsumsi makanan sehat. Sejumlah makanan sehat dipercaya bisa meningkatkan mood di samping nutrisinya yang menyehatkan. Anda bisa memilih makanan yang mengandung omega-3 atau buah-buahan yang memiliki antioksidan tinggi.

3. Menghindari penyebab stres

Pekerjaan yang monoton dengan lingkungan kerja buruk menjadi salah satu penyebab stres. Bila memungkinkan, Anda bisa mengajukan untuk berganti divisi agar mendapatkan tantangan baru. Jika sudah tidak bisa lagi, cobalah untuk mengajukan pengunduran diri dan mencari lingkungan kerja baru.

4. Mencoba terhubung dengan orang lain

Terhubung dengan orang juga bisa mengatasi kelelahan akibat aktivitas yang monoton. Mengontak teman lama dan saling menanyakan kabar juga bisa membantu mengatasi kesehatan mental yang mulai terganggu. Untuk hal yang satu ini, Anda perlu mencari teman yang bisa dipercaya agar dapat menceritakan masalah yang dialami.

5. Tidur cukup

Tidur sangat penting untuk kesehatan emosional Anda. Cobalah untuk bisa beristirahat selama 7-9 jam setiap malamnya. Mendapatkan tidur yang cukup bisa membantu Anda untuk lebih rileks. Batasi juga konsumsi kafein agar lebih mudah terlelap di malam hari.

Catatan dari SehatQ

Emotional burnout bisa muncul saat Anda terlalu fokus dengan pekerjaan atau rutinitas harian yang monoton. Memanfaatkan hari libur untuk kembali terhubung dengan orang lain merupakan cara terbaik untuk mengatasi kondisi ini. Selain itu, cobalah menjalani hidup sehat dan istirahat yang cukup di malam hari.Untuk berdiskusi lebih lanjut tentang kelelahan emosional, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
streskelelahansindrom burnout
Healthline. https://www.healthline.com/health/emotional-exhaustion
Diakses pada 14 Juni 2021
Help Guide https://www.helpguide.org/articles/stress/burnout-prevention-and-recovery.htm
Diakses pada 14 Juni 2021
Medical News Today https://www.medicalnewstoday.com/articles/323441
Diakses pada 14 Juni 2021
Healthline https://www.healthline.com/health/tips-for-identifying-and-preventing-burnout
Diakses pada 14 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait