Mengenal Penyebab Ejakulasi Dini, Gejala, dan Cara Mengobatinya


Penyebab ejakulasi dini dapat mengganggu keharmonisan hubungan seksual Anda dan pasangan. Selain gangguan psikologis, hal ini juga bisa terjadi karena trauma.

(0)
09 Apr 2019|Aby Rachman
Penyebab ejakulasi dini adalah stresPenyebab ejakulasi dini bermacam-macam
Seiring bertambah usia, keharmonisan hubungan di kamar tidur bisa berubah. Jika Anda mencapai klimaks lebih cepat dari yang Anda inginkan, tentunya kehidupan seks tidak akan memuaskan bagi pasangan. Inilah yang kondisi kerap disebut ejakulasi dini (ED).Ejakulasi dini bisa membuat frustrasi dan bahkan memalukan bagi sebagian penderitanya. Tidak perlu khawatir, ejakulasi dini bisa diatasi untuk mengembalikan antusias hubungan seksual Anda. Ketahui lebih dalam tentang penyebab ejakulasi dini dan penanganannya berikut untuk mencari solusinya

Apa itu ejakulasi dini?

Sebenarnya, tidak ada patokan yang pasti tentang seberapa lama waktu yang ditentukan ketika seorang pria harus berejakulasi saat berhubungan seks. Tetapi, jika Anda mengalami orgasme sebelum berhubungan intim atau penetrasi dalam waktu kurang dari 1 menit, hal ini bisa berarti ejakulasi dini.Ejakulasi dini dapat memicu masalah karena Anda kehilangan ereksi dan tidak dapat berhubungan seks yang memuaskan pasangan.

Apa saja penyebab ejakulasi dini

Penyebab ejakulasi dini dapat dipengaruhi oleh faktor psikologis dan fisik. Penyebab psikologis dari ejakulasi dini umumnya stres, depresi, atau rasa cemas dan takut. Sedangkan penyebab fisik dari ejakulasi dini bisa berupa, gangguan hormon tiroid.Berikut adalah beberapa penyebab ejakulasi dini yang mungkin terjadi:

1. Mengalami gangguan psikologis

Gangguan psikologis seperti gangguan kecemasan, depresi, atau stres berkepanjangan bisa jadi salah satu penyebab pria mengalami ejakulasi dini.Kondisi ini juga termasuk adanya kepercayaan diri yang rendah, perasaan tidak dapat memuaskan pasangan, dan takut  akan mengalami ejakulasi yang lebih awal dibandingkan keinginan.Faktor lain seperti perasaan tidak nyaman dan rasa bersalah juga dapat mengakibatkan pria mengalami ejakulasi dini.

2. Memiliki pengalaman traumatis

Memiliki trauma juga bisa jadi salah satu penyebab ejakulasi dini. Hal ini bisa terjadi saat pria merasa dilecehkan secara seksual atau pernah tertangkap basah melakukan masturbasi.Faktor dari kebiasaan masturbasi juga dapat menyebabkan kulit penis menjadi sangat sensitif terhadap rangsangan kecil sekalipun. Hal ini disebabkan oleh penis sudah terbiasa ‘diminta’ bekerja dan sensitifitas otak untuk cepat mencapai klimaks atau orgasme.

3. Mengalami gangguan pada tiroid

Gangguan pada tiroid juga bisa jadi salah satu penyebab ejakulasi dini. Tiroid adalah kelenjar penting yang berada di bagian bawah laring di leher. Hormon ini dapat mengalami kerusakan karena kelainan genetika, stres dan juga kekurangan gizi.Faktor-faktor tersebut tak jarang menyebabkan kinerja tiroid terganggu dan menjadi terlalu aktif atau sama sekali tidak bekerja. Jika hal tersebut terjadi, hubungan seksual bisa terganggu karena menurunnya libido.

4. Mengalami gangguan serotonin

Adanya gangguan pada hormon serotonin juga bisa menyebabkan adanya ejakulasi dini. Serotonin adalah merupakan hormon yang diproduksi oleh otak dan berfungsi untuk memberikan rasa kepuasan seksual, kenikmatan serta gairah pada saat orgasme.Agar otak bisa menghasilkan hormon ini secara normal, Anda disarankan untuk mengonsumsi karbohidrat, vitamin dan mineral yang cukup dalam asupan makanan sehari-hari.Dengan terpenuhinya asupan penting tersebut, Anda bisa meningkatkan kadar triptophan yang selanjutnya mampu meningkatkan kadar serotonin.

5. Mengalami gangguan prostat

Gangguan prostat pada pria juga kerap dianggap sebagai salah satu penyebab terganggunya kehidupan seksual. Terlebih jika gangguan prostat berwujud sel kanker.Hal ini akan menjadi dampak yang buruk saat pengobatan terapi hormon mulai dilakukan. Terapi hormon yang diberikan dapat menurunkan kadar testosteron pada tubuh, dan mengakibatkan dorongan seksual menjadi berkurang.  Kadang-kadang ejakulasi dini bisa menjadi masalah bagi pria karena penis tidak bisa ereksi yang kuat untuk bercinta. Pria yang khawatir kehilangan momentum ereksi lantas terburu-buru menyelesaikan permainannya, sehingga pasangan tidak dapat menikmati hubungan seksual. Ada banyak pilihan obat-obatan yang membantu pria untuk mempertahankan ereksi lebih lama, seperti Viagra, Cialis atau Levitra, dan masih banyak lagi.

Gejala ejakulasi dini

Bila pria tidak mampu menunda ejakulasi lebih dari 1 menit setelah penetrasi, bisa jadi hal ini termasuk ejakulasi dini. Tetapi, bisa saja pria juga mengalaminya ketika masturbasi.Ejakulasi seringkali membuat pasangan tertekan karena tidak dapat menikmati hubungan seksual seperti seharusnya. Apabila terdapat gejala lain yang mengganggu kehidupan seksual Anda, segeralah berkonsultasi dengan dokter.

Cara mengatasi ejakulasi dini

Hampir 95% pria merasa terbantu masalahnya ED-nya dengan beberapa cara mengatasi ejakulasi dini ini. Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan:

1. Berhenti dan mulai

Anda bisa melakukan stimulasi terhadap penis atau meminta pasangan merangsang penis hingga Anda merasa akan mencapai orgasme.Hentikan gairah ini selama sekitar 30 detik atau sampai perasaan berlalu. Mulai stimulasi lagi dan ulangi hingga 2-3 kali sebelum Anda benar-benar berejakulasi.

2. Meremas kepala penis

Sama seperti metode berhenti dan mulai. Ketika Anda merasa akan mencapai orgasme, mintalah pasangan untuk meremas kepala penis sampai Anda kehilangan ereksi. Ulangi metode ini beberapa kali sebelum berejakulasi.

3. Mengatur konsentrasi

Beberapa pria menemukan bahwa jika mereka memikirkan hal lain saat berhubungan seks, mereka bisa bertahan lebih lama.

4. Memperkuat otot panggul

Otot-otot dasar panggul yang lebih kadang bisa menyebabkan ejakulasi dini. Latihan senam kegel dapat membantu memperkuat otot bawah panggul.Caranya cukup mudah. Ketika sedang pipis, hentikan aliran urine selama 3 detik, kemudian lepaskan kembali selama 3 detik. Lakukan senam kegel ini 10 kali, minimal 3x sehari.

5. Memakai kondom

Memakai kondom bisa membuat pria bertahan lebih lama saat berhubungan seksual karena akan mengurangi sensitivitas penis.

Cara mengobati ejakulasi dini secara medis

Terapi psikologis, terapi perilaku dan obat-obatan adalah metode pengobatan utama untuk ejakulasi dini. Anda dapat berbicara dengan penyedia layanan kesehatan Anda untuk memutuskan pilihan terbaik untuk Anda.Lebih dari satu jenis perawatan dapat digunakan pada waktu yang bersamaan. Menurut Urology Care, beberapa diantaranya adalah:

1. Melakukan konseling

Seorang psikolog atau psikiater bisa membantu Anda mengatasi masalah ejakulasi dini yang muncul karena efek samping dari gangguan psikologis seperti depresi, kecemasan, maupun stres.

2. Terapi psikologis

Terapi psikologis adalah cara untuk mengatasi perasaan dan emosi yang dapat menyebabkan masalah dengan hubungan seksual. Tujuan dari terapi jenis ini adalah untuk mempelajari sumber masalah dan menemukan solusi yang dapat membantu ejakulasi dini Anda.Terapi juga dapat membantu pasangan belajar untuk merasa lebih dekat. Terapi psikologis dapat membantu Anda mengurangi rasa gugup tentang kinerja seksual.Tak hanya itu saja, kepercayaan diri dan pemahaman seksual yang lebih besar untuk membantu kepuasan pasangan Anda juga bisa didapatkan dengan melakukan terapi psikologis.Jenis terapi ini dapat digunakan sebagai satu-satunya pengobatan, atau dapat digunakan bersama dengan terapi medis dan perilaku.

3. Terapi perilaku

Terapi perilaku dapat dilakukan sebagai latihan untuk membantu membangun toleransi dalam menunda ejakulasi. Tujuannya adalah untuk membantu Anda melatih tubuh agar menjauh dari ejakulasi dini. Terapi ini terbagi menjadi dua pilihan, yaitu metode squeeze dan metode stop-start
  • Metode squeeze
Dengan metode ini, Anda atau pasangan Anda akan merangsang penis hingga mendekati ejakulasi. Saat Anda dekat, Anda atau pasangan Anda akan meremas penis dengan kuat sehingga sebagian ereksi Anda hilang.Hal ini bertujuan agar Anda menyadari sensasi yang mengarah ke klimaks. Metode pemerasan dapat membantu Anda mengontrol dan menunda klimaks dengan lebih baik.
  • Metode stop-start
Dalam metode ini, Anda atau pasangan Anda akan merangsang penis sampai sebelum ejakulasi. Ketika Anda akan mencapai klimaks, Anda atau pasangan Anda akan berhenti sampai dorongan untuk mencapai klimaks berhenti.Saat Anda kembali mendapatkan kendali, Anda dan pasangan bisa mulai merangsang penis Anda lagi. Proses ini diulangi sebanyak 3 kali. 

4. Terapi medis

Tidak ada obat yang disetujui di Amerika Serikat untuk mengobati ejakulasi dini. Namun, ada sejumlah obat, krim penghilang rasa dan semprotan penghilang rasa yang dapat memperlambat ejakulasi pada pria dengan ejakulasi dini.Jika Anda mengalami masalah dalam berhubungan seksual karena ejakulasi dini, segera temui dokter urologi, psikolog, atau terapis seks yang dapat membantu Anda.
ejakulasi dini
WebMD. https://www.webmd.com/men/what-is-premature-ejaculation#1
Diakses pada Februari 2019
Urology Health. https://www.urologyhealth.org/urologic-conditions/premature-ejaculation
Diakses pada Februari 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/premature-ejaculation/symptoms-causes/syc-20354900
Diakses pada Februari 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait