Penyebab diare saat puasa adalah penerapan pola makan yang tidak tepat saat sahur maupun berbuka puasa
Diare saat puasa bisa terjadi pada saat minggu-minggu pertama menjalani ibadah puasa

Diare saat puasa mungkin saja terjadi pada saat minggu-minggu pertama menjalani ibadah puasa. Salah satu gangguan pencernaan ini dapat muncul karena Anda tidak menerapkan pola makan yang tepat saat sahur dan berbuka puasa. Apa penyebab diare saat puasa dan bagaimana cara mengatasinya?

Kenali penyebab diare saat puasa ini

Gangguan pencernaan merupakan salah satu masalah kesehatan yang kerap dijumpai pada minggu-minggu pertama puasa. Kondisi ini wajar terjadi karena tubuh sedang menyesuaikan perubahan pola makan yang berbeda dari biasanya.

Salah satu gangguan pencernaan yang cukup sering dikeluhkan saat puasa, yaitu diare. Diare adalah gangguan pencernaan yang ditandai dengan buang air secara terus menerus.

Sebenarnya, diare bisa muncul setelah berbuka puasa, pada malam hari, atau saat sahur. Namun, pada beberapa kondisi tertentu, diare bisa muncul saat Anda tengah menjalani puasa.

Hal tersebut dapat terjadi karena penerapan pola makan yang tidak tepat saat sahur maupun berbuka puasa. Selain itu, berkurangnya kemampuan usus untuk bekerja mencerna makanan karena Anda sedang berpuasa, juga bisa menjadi penyebab Anda diare saat puasa.

Walaupun puasa bukan jadi penyebab utama munculnya masalah diare, tetapi ada faktor pemicu yang menyebabkan Anda mengalami diare saat puasa, yakni:

1. Sering makan pedas saat sahur dan berbuka puasa

Sering makan pedas saat sahur bisa sebabkan diare saat puasa
Sering makan pedas saat sahur dan buka puasa bisa menyebabkan diare

Salah satu penyebab diare saat puasa adalah sering makan pedas saat sahur dan berbuka puasa.

Makan makanan pedas memang nikmat dan meningkatkan nafsu makan. Tetapi pada beberapa orang, terlalu banyak makan pedas, terutama saat bulan puasa, bisa berisiko memicu beberapa gangguan pencernaan, seperti diare.

Kandungan capsaicin yang berasal dari lada dan cabai dapat mengiritasi usus kecil sehingga menimbulkan perut mulas dan anus terasa panas seperti terbakar.

Capsaicin juga dapat mengaktifkan reseptor tubuh sehingga menyebabkan makanan bergerak ke usus besar lebih cepat. Kondisi tersebut yang bisa mengakibatkan Anda jadi sering bolak-balik ke kamar mandi untuk buang air.

2. Makan makanan yang berbumbu tajam

Makan makanan berbumbu tajam juga berisiko mengalami diare saat puasa
Hindari makanan berbumbu tajam saat sahur agar tidak menyebabkan diare

Makan makanan yang berbumbu tajam, seperti mengandung banyak rempah-rempah dan santan, juga berisiko menyebabkan Anda mengalami diare saat puasa.

Bagi Anda yang memiliki riwayat gangguan pencernaan, sebaiknya hindari makanan berbumbu tajam, seperti rendang, gulai, dan opor, saat sahur dan berbuka puasa agar terhindar dari masalah diare.

3. Makan makanan berlemak dan berminyak

Makan makanan berlemak dan berminyak bisa bikin diare saat puasa
Sering makan makanan berminyak saat sahur dan berbuka puasa berisiko mengakibatkan diare

Makanan yang berminyak memiliki kandungan lemak yang tinggi. Ketika Anda makan makanan berlemak dan berminyak saat sahur dan berbuka puasa, perut menjadi lebih lamban dalam mencerna atau mengosongkan makanan dari lambung Anda.

Akibatnya, tidak jarang Anda mengalami mual, muntah, dan sakit perut. Pada beberapa orang dengan riwayat gangguan pencernaan tertentu, seperti irritable bowel syndrome (IBS), penyakit Celiac, penyakit Crohn, mengonsumsi makanan berlemak dan berminyak bisa memicu munculnya sakit perut hingga diare.

4. Minum minuman berkafein terlalu banyak

Minuman berkafein terlalu banyak bisa sebabkan diare saat puasa
Terlalu banyak minum kopi saat sahur dan berbuka puasa bisa bikin Anda sering buang air

Diare saat puasa bisa terjadi karena sistem pencernaan bekerja terlalu berat dalam menyerap air dan garam. Ada berbagai penyebab yang dapat memicu kondisi ini, termasuk minuman yang mengandung kafein, seperti teh, kopi, atau minuman bersoda.

Jika terlalu banyak minum minuman berkafein saat sahur dan berbuka puasa, maka bukan tidak mungkin Anda dapat mengalami diare saat puasa.

5. Mengidap intoleransi laktosa

Diare saat puasa yang terjadi terus menerus bisa karena intoleransi laktosa
Sering diare saat puasa bisa jadi gejala intoleransi laktosa

Jika sering diare atau diare lebih parah, termasuk saat puasa, setelah minum susu atau mengonsumsi produk olahan susu, bisa jadi Anda mengidap intoleransi laktosa.

Laktosa adalah gula yang terkandung dalam susu dan produk olahan susu lainnya, seperti yogurt dan keju. Kondisi intoleransi laktosa dapat meningkat seiring bertambahnya usia karena menurunnya kadar enzim yang berfungsi mencerna laktosa.

Perlukah membatalkan puasa saat terkena diare?

Sebenarnya, hal ini bergantung pada tingkat keparahan diare yang Anda alami. 

Apabila diare saat puasa yang dialami tergolong ringan, tidak memengaruhi aktivitas puasa, dan tidak terlalu menyebabkan kelelahan atau dehidrasi, maka orang yang berpuasa dianjurkan tidak membatalkan puasa. Ini artinya, Anda harus menyelesaikan puasa hingga waktu berbuka tiba.

Namun, jika diare saat puasa yang Anda alami terbilang berat. Bahkan, Anda sampai merasa sangat kelelahan karena tubuh Anda kehilangan cairan, maka Anda harus menyegerakan berbuka puasa. Sebab jika tidak, kondisi tersebut dapat berakibat fatal.

Jika ragu ingin membatalkan puasa atau tidak saat mengalami diare, Anda juga bisa menanyakannya pada seseorang yang lebih ahli dalam agama.

Cara mengatasi diare saat menjalani ibadah puasa

Jika Anda mengalami diare saat puasa dan berisiko mengalami dehidrasi, berikut beberapa cara mengatasinya yang bisa dilakukan.

1. Perbanyak konsumsi cairan

Diare bisa menyebabkan Anda kekurangan cairan dalam tubuh. Terlebih saat berpuasa, Anda tidak akan mendapatkan asupan cairan tubuh selama beberapa jam.

Kondisi ini dapat memperburuk kondisi tubuh Anda sehingga mengakibatkan dehidrasi. Anda pun jadi tidak maksimal melakukan berbagai aktivitas selama berpuasa karena tubuh merasa lelah karena kekurangan energi.

Jika Anda harus berbuka puasa akibat mengalami diare, segera perbanyak konsumsi cairan, seperti air putih.

Anda juga bisa mengonsumsi oralit apabila memiliki risiko dehidrasi. Oralit terdiri dari campuran air dengan gula dan garam. Cairan ini berfungsi untuk menggantikan karbohidrat, elektrolit atau ion, dan mineral penting lainnya yang hilang dalam tubuh.

Selain air putih dan cairan oralit, Anda dapat memenuhi konsumsi cairan tubuh melalui jus buah-buahan (tanpa gula) atau sup sayur. Sebaiknya, hindari minum minuman yang berkafein atau minuman manis yang dapat memperparah kondisi diare.

2. Konsumsi yogurt

Meski mengonsumsi produk olahan susu tidak dianjurkan saat sedang diare, Anda masih bisa mengonsumsi yogurt saat waktu berbuka tiba sebagai salah satu cara mengatasi diare saat puasa.

Yogurt mengandung bakteri probiotik yang berfungsi melawan bakteri jahat pada sistem pencernaan dan membantu perjalanan makanan di saluran cerna. Mengonsumsi yogurt dapat membantu mengembalikan bakteri probiotik dalam sistem pencernaan yang ikut terbuang.

3. Lakukan pola makan BRAT

BRAT adalah singkatan dari banana (pisang), rice (nasi), apple sauce (saus apel, yakni apel yang dihaluskan tetapi bukan dijus), dan toast (roti panggang).

Pola makan BRAT adalah konsumsi jenis makanan yang memiliki serat yang padat namun mudah dihaluskan sehingga baik bagi organ pencernaan.

Sumber kalori utama dalam pola makan BRAT berasal dari roti dan nasi yang merupakan karbohidrat sederhana, tetapi mudah dicerna dan dapat membantu menghasilkan energi.

Sedangkan, buah apel dan pisang bermanfaat untuk mengatasi diare. Buah pisang dipilih karena dapat mengembalikan mineral tubuh, terutama kalium, yang hilang.

informasi selengkapnya mengenai tips puasa

Catatan dari SehatQ

Diare saat puasa memang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman. Jadi, pastikan Anda juga banyak beristirahat untuk membantu memulihkan fisik sehingga Anda bisa kembali melakukan ibadah puasa.

Jika diare saat puasa bertambah parah disertai dengan gejala, seperti feses berdarah dan muncul rasa sakit saat buang air besar, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter.

Healthline. https://www.healthline.com/health/diarrhea-during-fasting#other-symptoms

Diakses pada 15 April 2020

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/greasy-food

Diakses pada 15 April 2020

Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/how-to-make-diarrhea-go-away-1324506

Diakses pada 15 April 2020

Drugs. https://www.drugs.com/mmx/oral-rehydration-salts.html

Diakses pada 15 April 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diarrhea/symptoms-causes/syc-20352241

Diakses pada 15 April 2020

Islam Question and Answer. https://islamqa.info/en/answers/221232/does-diarrhoea-make-it-permissible-for-the-fasting-person-to-break-his-fast

Diakses pada 15 April 2020

Artikel Terkait