logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
Forum
Penyakit

5 Penyebab Diare yang Bisa Muncul Saat Puasa

open-summary

Penyebab diare saat puasa adalah mengonsumsi makanan yang terlalu pedas dan berbumbu saat sahur dan berbuka. Cara ini bisa dicegah dengan yogurt dan obat diare lainnya.


close-summary

Ditinjau secara medis oleh dr. Anandika Pawitri

23 Mar 2023

penyebab diare saat puasa

Tentu saja karena makan sahur dan berbukanya enggak bener

Table of Content

  • Penyebab diare saat puasa
  • Perlukah membatalkan puasa saat terkena diare?
  • Cara mengobati diare saat puasa
  • Catatan dari SehatQ

Masalah pencernaan bisa muncul saat menjalani puasa, salah satunya diare. Masalahnya, gangguan pencernaan yang satu ini sering membuat ibadah puasa menjadi makin lemas dan tidak bertenaga. Mencari tahu penyebab diare bisa jadi jalan untuk mengatasi masalahnya. Yuk, cari tahu semua hal tentang gangguan diare di bawah ini!

Advertisement

Penyebab diare saat puasa

Gangguan pencernaan merupakan salah satu masalah kesehatan yang kerap dijumpai pada minggu-minggu pertama puasa. Kondisi ini wajar terjadi karena tubuh sedang menyesuaikan perubahan pola makan yang berbeda dari biasanya. Diare ditandai dengan buang air secara terus menerus. Jika berlarut-larut, kondisi ini membuat tubuh kekurangan cairan dan lemas.

Sebenarnya, diare bisa muncul setelah berbuka puasa, pada malam hari, atau saat sahur. Namun, pada beberapa kondisi tertentu, diare bisa muncul saat Anda tengah menjalani puasa. Hal tersebut dapat terjadi karena penerapan pola makan yang tidak tepat saat sahur maupun berbuka puasa. Selain itu, berkurangnya kemampuan usus untuk bekerja mencerna makanan karena sedang berpuasa juga bisa menjadi penyebab Anda diare saat berpuasa.

Walaupun puasa bukan jadi penyebab utama munculnya masalah diare, tetapi ada faktor pemicu yang menyebabkan Anda mengalami diare saat berpuasa, yakni:

1. Sering makan pedas saat sahur dan berbuka puasa

Sering makan pedas saat sahur bisa sebabkan diare saat puasa
Sering makan pedas saat sahur dan buka puasa bisa menyebabkan diare

Salah satu penyebab diare saat puasa adalah sering makan pedas saat sahur dan berbuka puasa. Makan makanan pedas memang nikmat dan meningkatkan nafsu makan.

Terlalu banyak makan pedas, terutama saat bulan puasa, bisa berisiko memicu beberapa gangguan pencernaan. Kandungan capsaicin yang berasal dari lada dan cabai dapat mengiritasi usus kecil sehingga menimbulkan perut mulas dan anus terasa panas seperti terbakar.

Capsaicin juga dapat mengaktifkan reseptor tubuh sehingga menyebabkan makanan bergerak ke usus besar lebih cepat. Kondisi tersebut yang bisa mengakibatkan Anda jadi sering bolak-balik ke kamar mandi untuk buang air.

BACA JUGA: Penderita Penyakit Jantung Boleh Puasa atau Tidak? Kenali Manfaat dan 5 Tips Aman Menjalankannya

2. Makan makanan yang berbumbu tajam

Makan makanan berbumbu tajam juga berisiko mengalami diare saat puasa
Hindari makanan berbumbu tajam saat sahur agar tidak menyebabkan diare

Makan makanan yang berbumbu tajam juga berisiko menyebabkan kamu mengalami diare. Bumbu tajam ini bisa berasal dari rempah yang dimasukkan saat memasak.

Sebaiknya hindari makanan berbumbu tajam, seperti rendang, gulai, dan opor, saat sahur dan berbuka puasa agar terhindar dari masalah diare. Terlebih untuk kamu yang memiliki riwayat gangguan pencernaan,

3. Makan makanan berlemak dan berminyak

Makan makanan berlemak dan berminyak bisa bikin diare saat puasa
Gorengan bisa bikin gangguan pencernaan juga, loh.

Mengonsumsi makanan tinggi lemak dan berminyak saat sahur dan berbuka puasa membuat perut menjadi lebih lamban dalam mencerna atau mengosongkan makanan dari lambung. Akibatnya, tidak jarang kamu mengalami mual, muntah, dan sakit perut.

Pada beberapa orang dengan riwayat gangguan pencernaan tertentu, seperti irritable bowel syndrome (IBS), penyakit Celiac, penyakit Crohn, mengonsumsi makanan tinggi lemak dapat memperparah gangguan pencernaan yang terjadi dan memicu munculnya sakit perut hingga diare.

4. Minum minuman berkafein terlalu banyak

Minuman berkafein terlalu banyak bisa sebabkan diare saat puasa
Kopi juga jadi pemicu tubuh lebih cepat buang air besar.

Diare saat puasa bisa terjadi karena sistem pencernaan bekerja terlalu berat dalam menyerap air dan garam. Ada berbagai penyebab yang dapat memicu kondisi ini, termasuk minuman yang mengandung kafein, seperti teh, kopi, atau minuman bersoda. Jika terlalu banyak minum minuman berkafein saat sahur dan berbuka puasa, bukan tidak mungkin kamu mengalami diare saat berpuasa.

5. Mengidap intoleransi laktosa

Diare saat puasa yang terjadi terus menerus bisa karena intoleransi laktosa
Sering diare saat puasa bisa jadi gejala intoleransi laktosa

Jika sering diare atau diare lebih parah setelah minum susu atau mengonsumsi produk olahan susu, bisa jadi kamu mengidap intoleransi laktosa. Laktosa adalah gula yang terkandung dalam susu dan produk olahan susu lainnya, seperti yogurt dan keju. Kondisi intoleransi laktosa dapat meningkat seiring bertambahnya usia karena menurunnya kadar enzim yang berfungsi mencerna laktosa.

Perlukah membatalkan puasa saat terkena diare?

Sebenarnya, hal ini bergantung pada tingkat keparahan diare yang dialami. Apabila diare saat puasa yang dialami tergolong ringan dan tidak terlalu menyebabkan kelelahan atau dehidrasi, dianjurkan tidak membatalkan puasa. Ini artinya, Anda harus menyelesaikan puasa hingga waktu berbuka tiba.

Jika diare yang Anda alami terbilang berat hingga kehilangan cairan, kamu perlu menyegerakan berbuka sebagai cara mengobati diare saat puasa. Kehilangan cairan bisa cukup berbahaya untuk tubuh

Baca juga: Cara Mencegah Dehidrasi Saat Puasa

Cara mengobati diare saat puasa

Jika mengalami diare dan berisiko mengalami dehidrasi, berikut beberapa cara mengatasinya yang bisa dilakukan.

1. Perbanyak konsumsi cairan

Diare bisa menyebabkan kekurangan cairan dalam tubuh. Terlebih saat berpuasa, kamu tidak akan mendapatkan asupan cairan tubuh selama beberapa jam.

Kondisi ini dapat memperburuk kondisi tubuh sehingga mengakibatkan dehidrasi. Kamu pun jadi tidak maksimal melakukan berbagai aktivitas selama berpuasa karena tubuh merasa lelah karena kekurangan energi.

Jika harus berbuka puasa akibat mengalami diare, segera perbanyak konsumsi air putih maupun cairan lainnya. Kamu juga bisa mengonsumsi oralit sebagai cara mengobati diare saat puasa yang menyebabkan dehidrasi. Oralit terdiri dari campuran air dengan gula dan garam.

Cairan ini berfungsi untuk menggantikan karbohidrat, elektrolit atau ion, dan mineral penting lainnya yang hilang dalam tubuh. Selain air putih dan cairan oralit, kamu dapat memenuhi konsumsi cairan tubuh melalui jus buah-buahan (tanpa gula) atau sup sayur. Sebaiknya hindari minum minuman yang berkafein atau minuman manis yang dapat memperparah kondisi diare.

2. Konsumsi yogurt

Sebenarnya, mengonsumsi produk olahan susu sebagai cara mengobati diare saat puasa tidak dianjurkan saat diare masih berlangsung. Namun, kamu masih bisa mengonsumsi yogurt saat waktu berbuka tiba sebagai salah satu cara mengatasi diare saat puasa.

Bakteri probiotik yang terkandung dalam yogurt berfungsi melawan bakteri jahat pada sistem pencernaan dan membantu perjalanan makanan di saluran cerna. Dengan mengonsumsi yogurt, bakteri probiotik dalam sistem pencernaan yang sempat terbuang karena diare akan kembali terpenuhi. Selain itu, studi dari American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa konsumsi yogurt mampu meningkatkan kekebalan pencernaan.

3. Lakukan pola makan BRAT

BRAT adalah singkatan dari banana (pisang), rice (nasi), apple sauce (saus apel, yakni apel yang dihaluskan tetapi bukan dijus), dan toast (roti panggang). Pola makan BRAT adalah konsumsi jenis makanan yang memiliki serat yang padat namun mudah dihaluskan sehingga baik bagi organ pencernaan.

Sumber kalori utama dalam pola makan BRAT berasal dari roti dan nasi yang merupakan karbohidrat sederhana, tetapi mudah dicerna dan dapat membantu menghasilkan energi. Sedangkan, buah apel dan pisang bermanfaat untuk mengatasi diare. Buah pisang dipilih karena dapat mengembalikan mineral tubuh, terutama kalium, yang hilang.

4. Menggunakan obat antidiare

Salah satu cara mengobati diare saat puasa adalah dengan menggunakan obat diare yang bebas tanpa resep dokter. Salah satu jenis obat yang umum digunakan adalah loperamide. Selalu baca petunjuk penggunaannya bila mengonsumsi obat ini.

Baca juga: Cara Mengatasi Sakit Tenggorokan Saat Puasa

Catatan dari SehatQ

Diare saat puasa memang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman. Jadi, pastikan banyak beristirahat untuk membantu memulihkan fisik sehingga kamu bisa kembali melakukan ibadah puasa.

Jika diare bertambah parah disertai dengan gejala, seperti feses berdarah dan muncul rasa sakit saat buang air besar, sebaiknya konsultasi dengan dokter spesialis di Klinik Online dari SehatQ

Advertisement

tips puasadiareramadan

Ditulis oleh Annisa Amalia Ikhsania

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq
    FacebookTwitterInstagramYoutubeLinkedin

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Perusahaan

Dukungan

Butuh Bantuan?

Jam operasional:
07:00 - 20:00 WIB

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2023. All Rights Reserved