Penyebab di Balik Nyeri Bahu Ini Bisa Terjadi pada Anda

Nyeri otot di sekitar bahu dapat timbul karena adanya peradangan otot, saraf terjepit, hingga dislokasi bahu
Nyeri bahu dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, dari peradangan, saraf terjepit, hingga dislokasi bahu

Nyeri otot bisa sangat merepotkan karena dapat mengganggu produktivitas sehari-hari. Salah satunya adalah nyeri bahu.

Kondisi ini lazim terjadi dan bisa menyerang siapa saja. Agar bisa ditangani dengan tepat, penting bagi Anda untuk memahami penyebab nyeri bahu terlebih dulu.

[[artikel-terkait]]

Ketahui 7 penyebab nyeri bahu ini

Ada banyak kondisi medis yang menyebabkan bahu Anda terasa nyeri dan sakit. Beberapa kondisi medis tersebut bisa meliputi:

1. Rotator cuff tendinitis

Tendinitis muncul ketika ada peradangan atau inflamasi pada tendon (jaringan penghubung antara tulang dan otot). Bila berkaitan dengan nyeri bahu, peradangan umumnya terjadi pada otot dan tendon yang mengeliling sendi bahu. Kondisi ini dikenal juga dengan istilah rotator cuff tendinitis.

Selain sakit pada bahu, peradangan tersebut bisa ditandai dengan pembengkakan pada tendon yang bersangkutan. Akibatnya, bahu akan terasa kaku dan sakit ketika digerakkan.

2. Bursitis

Pada sendi tubuh, termasuk bahu, terdapat kantong kecil yang mengandung cairan bernama bursa. Fungsinya adalah sebagai bantalan di antara tulang dan jaringan lunak pelapisnya. Selain itu, bursa juga akan membantu dalam mengurangi gesekan antara otot dan tulang.

Bursa dapat mengalami peradangan dan pembengkakan sebagai akibat dari penggunaan dan pergerakan bahu yang berlebihan. Saat kantong ini meradang, sendi bahu akan kesulitan bergerak. Sejumlah gerakan yang biasa Anda lakukan pun bisa menjadi sulit, misalnya mengangkat tangan saat menyisir rambut.

3. Arthritis

Terdapat beberapa jenis peradangan pada sendi atau arthritis. Salah satu jenisnya yang umum terjadi adalah osteoarthritis, yaitu kondisi di mana tulang rawan menjadi aus sehingga ujung-ujung tulang menjari bergesekan.

Osteoarthritis biasanya dialami oleh orang-orang yang memasuki usia lanjut usia. Meskipun lebih jarang terjadi di bahu, gejalanya dapat cukup mengganggu, yaitu pembengkakan maupun munculnya rasa kaku dan nyeri.

4. Saraf terjepit

Saraf terjepit juga bisa menjadi penyebab nyeri bahu. Untuk lebih mudah mengenalinya, saraf terjepit dapat menimbulkan gejala berupa sakit yang muncul hanya pada salah satu bahu, sensasi nyeri juga cenderung tajam seperti ditusuk-tusuk jarum dan bukan berdenyut-denyut.

Terkadang, rasa sakit bisa menyebar hingga ke leher dan kepala bagian belakang. Keparahan nyeri yang muncul dapat terasa semakin parah ketika Anda menengok dan sendi terasa lemah ketika mengangkat sesuatu.

5. Adhesive capsulitis

Adhesive capsulitis dikenal juga dengan istilah bahu beku atau frozen shoulder. Pada kondisi ini, ruang gerak bahu menjadi terbatas akibat munculnya rasa kaku dan sakit saat menggerakkannya. Penyebabnya bisa berupa jaringan di sendi bahu yang menebal dan mengencang, sehingga menghalangi kemampuan gerak bahu Anda.

6. Dislokasi bahu

Sendi bahu tergolong sendi yang rentan terhadap dislokasi karena sering digerakkan. Kondisi medis ini terjadi saat tulang lengan atas keluar dari soketnya yang berada di bahu.

Cedera merupakan penyebab umum dari dislokasi bahu, misalnya terjatuh. Kondisi ini butuh pertolongan dokter sesegera mungkin untuk menghindari komplikasi.

Ingatlah bahwa Anda harus menghindari penggerakan pada bahu selama menunggu bantuan medis. Anda juga dilarang mencoba mengembalikan tulang kembali ke soketnya.

7. Kondisi medis lain

Kadang kala, nyeri bahu juga menjadi gejala dari kondisi kesehatan lainnya, terutama bila nyeri bukan berasal dari cedera atau peradangan sendi. Serangan jantung bisa menjadi salah satu jenis penyakit yang juga mempunyai gejala berupa nyeri pada bahu, sakit dada, kesulitan bernapas, pusing, dan banyak berkeringat.

Sementara bahu beku atau frozen shoulder dapat pula menjadi pertanda dari sejumlah penyakit kronis. Mulai dari diabetes, tuberkulosis, penyakit Parkinson, hingga penyakit kardiovaskular.

Untuk mengetahui penyebab di balik nyeri bahu yang Anda alami, perlu pemeriksaan dan diagnosis dari dokter. Oleh sebab itu, segera konsultasikan ke dokter bila nyeri pada bahu terus berlangsung atau tidak muncul secara tiba-tiba dan tidak berkaitan dengan cedera.

Artikel Terkait

Banner Telemed