Penyebab Demotivasi atau Kehilangan Motivasi dan Cara Mengatasinya


Demotivasi terjadi ketika Anda kehilangan motivasi atau semangat untuk melakukan sesuatu atau mencapai tujuan tertentu. Jika dibiarkan berlarut-larut, kondisi ini akan mengganggu kehidupan Anda.

(0)
Demotivasi adalah kondisi yang terjadi ketika seseorang kehilangan semangat untuk melakukan sesuatuKewalahan dengan tumpukan pekerjaan dapat menyebabkan demotivasi
Demotivasi adalah kondisi yang terjadi ketika seseorang mulai kehilangan motivasi untuk melakukan sesuatu, misalnya bekerja atau sekolah. Dalam beberapa kasus, sikap ini bisa memberi dampak buruk bagi kehidupan orang yang mengalaminya. Bagaimana kondisi ini dapat terjadi?

Apa itu demotivasi?

Sebelum membahas terkait penyebab demotivasi, ada baiknya Anda memahami terlebih dulu mengenai apa itu motivasi. Motivasi adalah pola pikir yang mendorong Anda untuk mencapai tujuan tertentu.Demotivasi merupakan kebalikan dari motivasi. Saat mengalami kondisi ini, Anda merasa kehilangan semangat untuk melakukan tugas atau meraih tujuan yang sebelumnya sudah ditetapkan.

Penyebab demotivasi yang umum terjadi

Berbagai macam faktor dapat menjadi penyebab demotivasi. Sebagai contoh, di tempat bekerja, kondisi ini dapat terjadi karena kurangnya kepercayaan dari atasan atau klien, tidak mampu memberikan kemampuan terbaik, hingga beban pekerjaan yang terlalu berat.Secara umum, berikut ini sejumlah faktor yang umumnya menjadi penyebab seseorang mengalami demotivasi:
  • Menghindari tantangan berat

Keinginan untuk menghindari tantangan berat bisa membuat Anda kehilangan motivasi. Bagi beberapa orang, tantangan berat dapat memicu rasa frustrasi, maka dari itu mereka memilih untuk menghindarinya.
  • Meragukan diri sendiri

Keraguan terhadap diri sendiri dapat membuat motivasi Anda untuk melakukan sesuatu hilang. Hasilnya, Anda akan menunda-nunda pekerjaan dan merasa kesulitan untuk memulai mengerjakannya.
  • Tidak punya target atau tujuan yang hendak dicapai

Demotivasi seringkali muncul ketika Anda tak mempunyai tujuan atau target yang hendak diraih dalam hidup. Kondisi ini umumnya terjadi ketika Anda menganggap pekerjaan sebagai kewajiban saja.
  • Kewalahan dengan tugas yang diberikan

Kewalahan dengan beban pekerjaan dapat menyebabkan demotivasi
Demotivasi muncul saat Anda merasa tidak mampu menyelesaikan tumpukan pekerjaan
Kewalahan yang terjadi karena terlalu banyak menerima pekerjaan bisa mengakibatkan demotivasi. Hilangnya motivasi ini umumnya muncul karena Anda merasa tidak mampu untuk dapat menyelesaikannya. Akibatnya, Anda lebih memilih untuk menunda, bahkan tidak mempunyai niat untuk mengerjakannya.
  • Masalah kesehatan mental

Masalah kesehatan mental seperti depresi berpotensi membuat Anda kehilangan motivasi untuk melakukan apa pun. Selain depresi, kondisi lain yang juga dapat memengaruhi tingkat motivasi Anda adalah kecemasan.Penyebab demotivasi pada masing-masing orang dapat berbeda satu sama lain. Apabila kondisi ini mulai memberi pengaruh buruk terhadap kehidupan Anda, segera berkonsultasi ke psikiater atau psikolog untuk mendapatkan penanganan. 

Bagaimana cara mengembalikan motivasi yang hilang?

Untuk mengembalikan motivasi yang hilang, beberapa tindakan bisa dilakukan. Sejumlah cara untuk mengatasi demotivasi, antara lain:

1. Bertindak seolah-olah termotivasi

Salah satu cara mengatasi demotivasi adalah dengan bertindak seolah Anda termotivasi. Tindakan ini bisa membantu mengubah emosi negatif dalam diri Anda dan meningkatkan motivasi untuk melakukan sesuatu.

2. Lawan pikiran negatif

Pikiran negatif seperti merasa tidak mampu untuk menyelesaikan pekerjaan bisa menyebabkan demotivasi. Untuk mengatasinya, cobalah melawan pikiran tersebut dan menggantinya dengan lebih positif. Ketika berpikir positif, Anda akan kembali memiliki motivasi untuk meraih capaian tertentu. 

3. Menerapkan self-compassion

Menerapkan sikap welas asih terhadap diri sendiri bisa membantu dalam mengatasi demotivasi. Menurut penelitian, sikap welas asih terhadap diri sendiri dapat membantu seseorang pulih dari kegagalan dan meningkatkan motivasi.

4. Menerapkan self-care

Saat demotivasi, lakukan meditasi agar pikiran lebih rileks
Atasi stres dengan berlatih meditasi
Untuk mengembalikan motivasi yang hilang, Anda bisa merawat diri dengan menerapkan pola hidup sehat. Beberapa pola hidup sehat yang dapat dilakukan, meliputi:
  • Istirahat yang cukup
  • Olahraga secara teratur
  • Konsumsi makanan sehat bernutrisi 
  • Gunakan metode koping untuk mengatasi stres
  • Meluangkan waktu untuk bersantai dan bersenang-senang
  • Hindari kebiasaan tidak sehat seperti merokok dan konsumsi alkohol berlebihan

5. Berkonsultasi dengan profesional

Berkonsultasi dengan profesional seperti psikolog dan psikiater bisa membantu mengembalikan motivasi yang hilang. Apabila kondisi yang dialami adalah efek dari masalah kesehatan mental tertentu, Anda mungkin akan diminta melakukan terapi, mengonsumsi obat, atau kombinasi dari keduanya.

Catatan dari SehatQ

Demotivasi adalah kondisi yang terjadi ketika Anda kehilangan motivasi atau semangat untuk melakukan sesuatu dan mencapai tujuan tertentu. Kondisi ini bisa dipicu oleh berbagai macam faktor, mulai keraguan terhadap diri sendiri hingga efek dari masalah kesehatan mental.Jika kondisi ini mulai memberi pengaruh besar terhadap hidup Anda, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Untuk berdiskusi lebih lanjut soal demotivasi dan cara mengatasinya dengan tepat, tanyakan langsung ke dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kesehatan mentalstres
Very Well Mind. https://www.verywellmind.com/what-is-learned-helplessness-2795326
Diakses pada 20 April 2021
Health Direct. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325355
Diakses pada 20 April 2021
Better Help. https://www.betterhelp.com/advice/motivation/common-causes-of-lack-of-motivation-and-how-to-overcome-them/
Diakses pada 20 April 2021
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4667451/
Diakses pada 20 April 2021
Sage Journals. https://journals.sagepub.com/doi/10.1177/0146167212445599
Diakses pada 20 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait