Kenali Penyebab, Faktor Risiko, dan Pemicu Alergi di Sekitar Anda


Penyebab utama alergi adalah sistem imun yang keliru mengenali zat tidak berbahaya sebagai ancaman. Zat pemicu alergi ini disebut dengan alergen. Beberapa hal umum menjadi pemicu alergi, antara lain debu, makanan, obat, dan serbuk sari.

0,0
penyebab dan pemicu alergiSistem imun yang berlebihan merupakan penyebab alergi
Alergi adalah reaksi sistem imun terhadap benda asing yang masuk ke tubuh. Terkadang, reaksi ini terjadi pada sesuatu yang sebenarnya tidak berbahaya bagi tubuh. Mengapa demikian? Simak penjelasan mengenai penyebab alergi, faktor risiko, pemicu, dan cara mengatasinya berikut ini.

Mengenali penyebab alergi

Penyebab utama alergi adalah sistem imun yang keliru mengenali zat yang sebenarnya tidak berbahaya bagi tubuh. Dari sana, sistem imun justru menyerang dan menganggapnya sebagai zat yang berbahaya. Alergi merupakan reaksi yang timbul sebagai mekanisme pertahanan dari sistem imun terhadap benda asing atau zat yang dianggap berbahaya.  Zat yang menyebabkan alergi disebut alergen. Alergen yang memicu reaksi alergi pada tiap orang bisa berbeda-beda. Dalam proses terjadinya alergi, imun atau sistem kekebalan tubuh akan mengenali alergen yang masuk sebagai sesuatu yang berbahaya (meskipun sebenarnya tidak).Sistem imun akan menghasilkan antibodi untuk mengenali dan melawan alergen tersebut. Saat inilah timbul reaksi alergi, seperti ruam, gatal, sesak napas, atau malah memengaruhi pencernaan. Ketika Anda terkena alergen yang sama di kemudian hari, reaksi yang muncul kemungkinan akan sama karena tubuh sudah telanjur mengenalinya sebagai sesuatu yang berbahaya. Setiap orang bisa memiliki pemicu alergi (alergen) yang berbeda-beda. Sebagai contoh, pernahkah Anda merasa gatal setelah makan seafood, sedangkan teman Anda tidak? Kemungkinan besar Anda mengalami memiliki alergi makanan, khususnya seafoodDalam kasus ini, sistem imun Anda menganggap seafood yang masuk ke tubuh sebagai alergen berbahaya. Meski sebenarnya tidak.Hingga kini, belum diketahui secara pasti alasan seseorang mengalami alergi terhadap zat tertentu. Dikutip dari Mayo Clinic, tingkat keparahan terhadap alergi juga bervariasi mulai dari ringan hingga yang berpotensi mengancam jiwa. Ini pun bisa berbeda pada setiap orang. Reaksi alergi yang membahayakan nyawa disebut dengan reaksi alergi anafilaksis.

Siapa saja yang berisiko mengalami alergi?

Riwayat keluarga jadi salah satu penyebab risiko alergi meningkat
Riwayat keluarga jadi salah satu penyebab risiko alergi meningkat
Meski penyebab alergi tidak diketahui secara pasti, ada beberapa hal yang membuat Anda lebih berisiko mengalami alergi.Berikut ini adalah beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda memiliki suatu alergi:
  • Memiliki keluarga dengan riwayat alergi. Alergi juga bisa menurun dari anggota keluarga. Orang yang memiliki orang tua dengan alergi lebih berisiko memiliki kondisi serupa.  
  • Memiliki riwayat penyakit asma. Orang yang memiliki penyakit asma akan lebih rentan terhadap alergen, seperti debu, sehingga berisiko mengalami alergi.
  • Berusia di bawah 18 tahun. Beberapa jenis alergi, seperti rhinitis alergi biasanya muncul pada anak-anak atau di bawah usia 18 tahun. 
  • Terlahir melalui operasi caesar. Dalam jurnal Europe PMC Funders Group dikatakan bahwa proses operasi caesar mengganggu transmisi mikroba ibu dan pemrograman mikroba usus pada bayi. Hal ini memengaruhi perkembangan imunologi bayi sehingga meningkatkan risiko alergi. 
  • Terlahir dari ibu yang punya kebiasaan merokok. Dalam Allergy Asthma Immunology Research diketahui bahwa ibu yang merokok selama kehamilan bisa meningkatkan risiko alergi pada bayinya ketika lahir.
  • Terpapar alergen di tempat kerja. Alergen atau pemicu alergi bisa berasal dari lingkungan tempat Anda bekerja, seperti asap, zat kimia, debu, atau serpihan kayu. Paparan terhadap alergen yang terus-menerus bisa memicu timbulnya alergi. 
Konsultasikan dengan dokter jika Anda memiliki satu atau lebih kondisi di atas. 

Apa saja yang memicu reaksi alergi?

Debu merupakan pemicu alergi paling umum
Debu merupakan pemicu alergi paling umum
Berbagai zat di sekitar Anda bisa menjadi alergen dan memicu timbulnya reaksi alergi. Tiap orang memiliki pemicu alergi yang berbeda-beda. Berikut ini adalah beberapa pemicu alergi yang paling umum terjadi:
  • Debu
  • Suhu dingin
  • Bulu binatang
  • Tungau
  • Jamur
  • Serbuk sari
  • Makanan tertentu, seperti seafood, ikan, telur, susu, kacang-kacangan
  • Obat-obatan tertentu, seperti antibiotik atau penisilin
  • Polusi udara
  • Asap rokok
  • Suhu panas
  • Sengatan serangga
  • Bahan lateks

Bagaimana cara mengatasi alergi?

Cara utama untuk mengatasi alergi adalah menghindari pemicunya (alergen).Namun, jika sudah telanjur terpapar, Anda membutuhkan obat alergi untuk mengatasinya. Pengobatan yang diberikan disesuaikan dengan gejala yang timbul. Beberapa obat yang biasa diresepkan untuk mengatasi gejala alergi antara lain:
  • Antihistamin
  • Dekongestan
  • Bronkodilator
  • Kortikosteroid
  • Antileukotrien
  • Imunoterapi
Alergi tidak dapat disembuhkan. Namun, pemberian obat alergi dapat membantu mengendalikan dan mengatasi gejala yang muncul.  

Catatan dari SehatQ

Respons sistem imun yang berlebih terhadap alergen menjadi penyebab utama reaksi alergi bagi sebagian orang. Meskipun penyebab utamanya sama, tetapi faktor risiko dan pemicu alergi bisa berbeda pada tiap individu. Mengenali penyebab, faktor risiko, dan menjauhi pemicu alergi bisa menjadi awal yang baik dalam mencegah alergi dan pengobatannya. Meskipun tidak bisa disembuhkan, perawatan yang tepat bisa membantu meringankan gejala alergi. Konsultasikan dengan dokter terkait perawatan alergi yang tepat dengan kondisi Anda. Jika masih ada pertanyaan terkait penyebab alergi dan cara mengatasinya, Anda bisa berkonsultasi melalui fitur chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang!
alergialergi kacangalergi dinginalergi lingkunganalergi obatalergi seafood
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/allergies/symptoms-causes/syc-20351497
Diakses pada 25 Agustus 2021
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/8610-allergy-overview#management-and-treatment
Diakses pada 25 Agustus 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/264419#treatment
Diakses pada 25 Agustus 2021
Annals of Allergy, Asthma, & Immunology. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5505471/
Diakses pada 25 Agustus 2021
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/allergic-reactions-82629
Diakses pada 25 Agustus 2021
Winchester Hospital. https://www.winchesterhospital.org/health-library/article?id=19053
Diakses pada 25 Agustus 2021
Allergy Asthma Immunology Research. https://e-aair.org/DOIx.php?id=10.4168/aair.2010.2.4.215
Diakses pada 25 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait