logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Bayi & Menyusui

Penyebab dan Gejala Lipoma pada Bayi

open-summary

Lipoma adalah benjolan sel lemak di bawah kulit. Sifatnya jinak dan bisa muncul di mana saja bagian tubuh si kecil. Lipoma pada bayi terjadi pada 1% populasi umum. Kondisi lipoma ini tidak menimbulkan rasa nyeri.


close-summary

26 Agt 2021

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Lipoma bersifat jinak

Lipoma bersifat jinak

Table of Content

  • Penyebab lipoma pada bayi
  • Gejala lipoma pada bayi
  • Cara penanganan lipoma pada bayi
  • Adakah kemungkinan komplikasi?

Lipoma adalah benjolan sel lemak di bawah kulit. Sifatnya jinak dan bisa muncul di mana saja bagian tubuh si kecil. Lipoma pada bayi terjadi pada 1% populasi umum. Kondisi lipoma ini tidak menimbulkan rasa nyeri.

Advertisement

Ketika disentuh, lipoma memiliki tekstur lunak dan bisa bergeser. Lebih jauh lagi, ukuran dan lokasinya bisa berbeda-beda.

Penyebab lipoma pada bayi

Istilah lipoma atau lipoblastoma pertama kali diperkenalkan pada tahun 1926. Kondisi lipoma pada bayi cukup jarang terjadi.

Journal of Pediatric Surgery Case Reports mencatat sebagian besar kasus lipoblastoma terdeteksi pada anak berusia di bawah tiga tahun. Sebanyak 80-90% kasus terdeteksi pada periode ini, sementara 40% lainnya terjadi sebelum usia satu tahun.

Seorang bayi bisa memiliki lebih dari satu lipoma. Benjolan ini juga bisa bertambah besar dan umumnya lebih sering dan lebih banyak terjadi pada anak laki-laki dengan perbandingan 3:1.

Sebenarnya para ahli tidak mengetahui secara pasti penyebab munculnya lipoma pada bayi.

Namun, lipoma adalah kondisi genetik dan lebih sering terjadi pada keluarga atau orang-orang dengan kelebihan berat badan. Namun, ini bukan berarti bayi obesitas akan mengalami lipoma.

Selain itu, cedera ringan juga bisa memicu tumbuhnya lipoma. Sementara untuk kelainan genetik, familiar adenomatous polyposis atau sindrom Gardner bisa menjadi pemicu.

Gejala lipoma pada bayi

Lipoma paling sering muncul di area dada, leher, paha atas, lengan bagian atas, dan juga ketiak. Namun, tidak menutup kemungkinan tumbuh di bagian tubuh lainnya. Tumbuhnya lipoma ini juga bisa terjadi di saat bersamaan.

Gejala dan ciri-ciri dari lipoma di antaranya:

  • Berukuran kecil antara 1-3 centimeter di bawah kulit
  • Bisa bergerak
  • Teksturnya lunak
  • Tidak menimbulkan rasa sakit
  • Ukurannya tetap sama atau membesar sangat perlahan

Mengingat lipoma tidak bersifat kanker tanpa menimbulkan rasa nyeri, umumnya kerap dirasa mengganggu hanya karena lokasinya yang mudah terlihat.

Cara penanganan lipoma pada bayi

Dokter umumnya bisa melihat lipoma pada bayi hanya dengan melihat kondisinya. Namun, tidak menutup kemungkinan dokter meminta tes USG untuk memastikan kondisinya.

Apabila lipoma cenderung menimbulkan rasa sakit, terinfeksi, atau mengganggu, dokter juga akan melakukan beberapa prosedur untuk memastikan bahwa benjolan yang muncul bukan merupakan keganasan. Dokter mungkin akan menyarankan biopsi untuk mengetahui lebih pasti.

Umumnya prosedur mengangkat lipoma bisa dilakukan di klinik atau rumah sakit, tanpa harus rawat inap. Pertama-tama, dokter akan memberikan anestesi lokal di area sekitar lipoma. Kemudian, dibuat insisi di kulit untuk mengambil benjolan. Barulah kemudian ditutup kembali dengan cara dijahit. Akan tetapi apabila dilakukan untuk bayi maka dapat dipertimbangkan rawat inap dengan pembiusan total.

Lebih jauh lagi, apabila lipoma pada bayi terjadi di area yang cukup sulit, mungkin dokter akan memberikan rujukan untuk konsultasi dengan dokter spesialis di bidangnya.

Adakah kemungkinan komplikasi?

Memang ada kemungkinan lipoma berkembang menjadi kian besar, bahkan dalam waktu cepat. Namun, metastasis atau penyebaran sel yang sulit dikendalikan tidak pernah terjadi.

Oleh sebab itu, para ahli menyimpulkan bahwa penanganan terbaik untuk lipoma adalah dengan operasi pengangkatan secara menyeluruh. Tujuannya tentu demi menghindari adanya residu tumor dan mencegahnya tumbuh kembali.

Jika ada kasus benjolan tumbuh kembali, biasanya terjadi dalam rentang waktu dua tahun sejak tindakan dilakukan.

Baca Juga

  • 3 Kunci Induksi Laktasi Sebagai Cara Mengeluarkan ASI Tanpa Harus Hamil
  • 12 Tanda Bayi Cukup ASI dan Kenyang, Agar Tidak Overfeeding
  • Asam Linoleat untuk Bayi: Manfaat, Kebutuhan per Hari, dan Sumber Terbaiknya

Tak kalah penting, bayi yang telah melewati prosedur operasi pengangkatan lipoma perlu melakukan pemeriksaan berkala hingga beberapa tahun kemudian. Sebab, kemungkinan terjadi kembali atau angka rekurensi berkisar antara 12-25% meski sudah dilakukan pengangkatan secara menyeluruh.

Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar tanda-tanda lipoma pada bayi, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play

Advertisement

bayi & menyusuiibu dan anaktumbuh kembang bayi

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved