logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Wanita

Penyebab Kista Ovarium dan Gejalanya yang Perlu Diketahui

open-summary

Penyebab kista ovarium yang paling umum adalah ketidakseimbangan hormon akibat menstruasi maupun menopause. Risiko terkena penyakit ini juga akan meningkat pada wanita hamil dan pengidap endometriosis.


close-summary

3.86

(78)

8 Apr 2021

| Nina Hertiwi Putri

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Kista ovarium adalah kantong berisi cairan yang tumbuh di ovarium atau indung telur

Kista ovarium bisa disebabkan oleh perubahan jaringan saat menstruasi

Table of Content

  • Penyebab kista ovarium berdasarkan jenisnya 
  • Faktor risiko kista ovarium
  • Gejala kista ovarium yang biasa dirasakan
  • Kapan harus ke dokter?

Kista ovarium adalah kantong-kantong berisi cairan yang terdapat di dalam ovarium alias indung telur. Penyebab kista ovarium adalah ketidakseimbangan hormon yang biasanya terjadi saat menstruasi dan menopause. Risiko kemunculannya akan meningkat pada perempuan yang memiliki riwayat endometriosis dan pernah mengalami kista ovarium sebelumnya.

Advertisement

Sebagian besar kasus kista ovarium tidak berbahaya dan bisa sembuh dengan sendirinya. Kondisi ini juga umumnya tidak memicu gejala yang menggangu. Meski begitu, pada beberapa kasus, kondisi ini dapat menimbulkan nyeri dan perdarahan.

Kista jenis ini dapat terjadi pada wanita di segala usia, meski lebih sering muncul pada wanita yang sedang berada dalam usia produktif.  Kista ovarium juga bisa muncul pada remaja dan umumnya tidak memicu masalah yang serius.

Penyebab kista ovarium berdasarkan jenisnya 

Kista ovarium terbagi dalam beberapa jenis, seperti kista dermoid dan kista endometriom. Namun, kista fungsional merupakan jenis kista ovarium yang paling banyak dialami oleh wanita. Kista fungsional juga dibagi menjadi dua jenis, yaitu kista folikel dan kista corpus luteum.

Berikut ini penyebab kista ovarium berdasarkan jenis yang paling sering muncul pada wanita.

1. Penyebab kista folikel

Saat siklus menstruasi wanita berjalan, sel telur akan tumbuh di dalam kantong yang dinamakan folikel. kantong ini berada di dalam indung telur. Umumnya, kantong ini akan terbuka dan mengeluarkan sel telur.

Namun, pada kondisi tertentu, kantong tersebut tidak terbuka. Hal ini kemudian akan memicu penumpukan cairan di dalam folikel, yang dapat berkembang menjadi kista di ovarium.

2. Penyebab kista korpus luteum

Kantong folikel akan larut dan menghilang setelah sel telur yang terdapat di dalamnya dilepaskan. Namun, apabila kantong tersebut tidak hilang bahkan setelah sel telur dilepaskan, penumpukan cairan dapat terjadi di dalamnya. Penumpukan cairan inilah yang menyebabkan terbentuknya kista korpus luteum.

Selain kedua jenis di atas, berikut ini jenis lain dari kista ovarium yang perlu Anda ketahui.

  • Kista Dermoid. Kista ini tumbuh dengan bentuk serupa kantong yang berisi rambut, lemak, dan jaringan-jaringan lainnya.
  • Kistadenoma. Jenis ini merupakan jenis kista non-kanker yang dapat terbentuk di bagian luar dari ovarium.
  • Endometrioma. Jaringan yang secara normal tumbuh di dalam rahim, dapat terbentuk di luar rahim dan kemudian menempel pada ovarium, sehingga terbentuk kista.

Beberapa wanita juga dapat mengalami kondisi yang dinamakan polycystic ovary syndrome (PCOS). Pada kondisi ini, terdapat banyak kista kecil yang terbentuk di ovarium. Hal ini dapat menyebabkan ovarium untuk membesar. Jika tidak ditangani dengan tepat, PCOS dapat menyebabkan infertilitas pada wanita.

Faktor risiko kista ovarium

Risiko seorang wanita terkena kista ovarium akan meningkat apabila terdapat kondisi-kondisi di bawah ini:

  • Ketidakseimbangan hormon

    Pada wanita yang keseimbangan hormonnya terganggu, risiko mengalami kista ovariumnya akan meningkat. Kondisi ini bisa dipicu karena perawatan kesuburan maupun penyakit tertentu.

  • Endometriosis

    Endometriosis adalah gangguan yang terjadi akibat sel endometrium yang tumbuh berlebihan hingga keluar dinding rahim. Jaringan yang terbentuk akibat pertumbuhan berlebih ini bisa menempel di indung telur dan membentuk kista.

  • Kehamilan

    Pada beberapa kasus, kista yang terbentuk saat ovulasi, tidak hilang dengan sendirinya dan tetap ada hingga kehamilan terjadi.

  • Infeksi pelvis

    Saat infeksi yang terjadi cukup parah, kondisi tersebut bisa menyebar hingga ke ovarium dan memicu terbentuknya kista.

  • Pernah mengalami kista ovarium

    Orang yang pernah mengalami kista ovarium memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami kekambuhan.

Gejala kista ovarium yang biasa dirasakan

Pada kebanyakan wanita yang mengalami kista ovarium, gejala dan tandanya kerap tidak disadari. Namun, saat kondisi ini menimbulkan gejala, nyeri di area perut atau pinggul adalah hal yang paling sering dirasakan.

Nyeri yang timbul tersebut dapat disebabkan oleh:

  • Kista yang mengalami ruptur (pecah)
  • Pertumbuhan kista yang berlangsung dengan sangat cepat, sehingga menyebabkan pelebaran jaringan
  • Perdarahan pada kista
  • Kista yang terlilit pembuluh darah (juga dikenal dengan kondisi torsi)

Apabila ukuran kista telah semakin membesar, gejala lain juga mungkin timbul sebagai akibat dari perubahan struktur tubuh. Gejala lain yang mungkin muncul di antaranya:

  • Perut terasa penuh, perut membesar dan terasa kembung
  • Nyeri pada bagian bawah punggung
  • Gangguan pencernaan
  • Cepat merasa kenyang, meskipun hanya makan sedikit
  • Tidak dapat menahan keinginan untuk buang air kecil
  • Kesulitan untuk buang air kecil
  • Sering ingin buang air besar, tapi kesulitan saat buang air besar
  • Merasakan nyeri saat berhubungan seksual

Di samping rasa nyeri, kista yang pecah juga dapat menyebabkan perdarahan. Nyeri yang timbul akibat kondisi ini, umumnya datang secara tiba-tiba, dan hanya terasa pada satu sisi. Rasa nyeri dapat timbul saat olahraga berat. Kista yang pecah tidak menimbulkan gejala seperti demam, atau gangguan pencernaan.

Baca Juga

  • Jaga Berat Badan Anda, Obesitas dapat Jadi Penyebab Kanker Ovarium
  • Mengenal Usia Menopause Normal pada Wanita
  • 5 Fakta Penting Tindik Puting Serta Cara Kenali Jika Ada Infeksi

Kapan harus ke dokter?

Terkadang kista yang pecah dan menyebabkan perdarahan hebat dapat menimbulkan beberapa gejala seperti:

  • Nyeri disertai muntah dan demam
  • Sakit perut parah yang datang tiba-tiba
  • Lemas, pingsan, atau pusing
  • Nafas cepat

Apabila Anda mengalami kondisi di atas, segera hubungi dokter. Semakin cepat Anda mengenali gejala kista ovarium, maka semakin cepat juga perawatan yang tepat bisa Anda dapatkan.

Advertisement

penyakit wanitakistamasalah reproduksikista ovarium

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved