Penyakit Ginjal Polikistik: Penyebab dan Gejala Gagal Ginjal

Penyebab gagal ginjal adalah ketidakmampuan ginjal menyaring kotoran dalam tubuh
Penderita penyakit ginjal polikistik lebih berisiko mengalami gejala gagal ginjal

Setiap organ manusia rentan mengalami kerusakan yang berujung pada tidak berfungsinya organ tersebut. Hal ini juga tidak terkecuali pada organ ginjal yang selalu setia dalam membersihkan tubuh dari kotoran melalui urine.

Penyakit ginjal polikistik adalah salah satu penyakit pada ginjal yang dapat menjadi penyebab gagal ginjal. Meskipun tidak selalu menimbulkan gagal ginjal, tetapi penyakit ginjal polikistik adalah penyebab gagal ginjal yang keempat di Amerika Serikat.

[[artikel-terkait]]

Bagaimana penyakit ginjal polikistik menjadi penyebab gagal ginjal?

Penyakit ginjal polikistik dapat mengakibatkan gejala gagal ginjal dan menjadi penyebab gagal ginjal. Hal ini karena penyakit ginjal polikistik memicu pertumbuhan kista di ginjal yang mampu mengganti atau menggerogoti bagian ginjal.

Kista-kista tersebut semakin membesar serta menghambat kinerja dan merusak ginjal yang akhirnya memicu gejala gagal ginjal. Gagal ginjal terjadi ketika ginjal tidak mampu menjaga kadar cairan dan tekanan darah, serta menyaring kotoran dalam tubuh.

Penyakit ginjal polikistik juga dapat menjadi penyebab gagal ginjal dengan menimbulkan uremia atau kondisi ginjal tidak dapat membuang racun tubuh. Kondisi uremia yang semakin parah bisa memicu gagal ginjal.

Umumnya, 50% penderita penyakit ginjal polikistik yang berusia 60 tahun akan mengalami gejala gagal ginjal karena penyakit ini. Kemungkinan ini semakin meningkat menjadi 60% ketika penderita berusia 70 tahun.

Terdapat juga faktor lain yang bisa menaikkan risiko penyakit ginjal polikistik menjadi penyebab gagal ginjal, seperti: 

  • hipertensi
  • wanita yang sudah pernah hamil lebih dari tiga kali
  • berjenis kelamin pria
  • urine berdarah atau berbusa (karena mengandung protein)

Apa penyebab gagal ginjal lainnya?

Selain penyakit ginjal polikistik, gagal ginjal dapat disebabkan oleh hal-hal lain yang mengakibatkan kerusakan pada ginjal. Diabetes dan tekanan darah tinggi adalah dua penyebab gagal ginjal yang paling umum.

Kondisi medis tertentu, seperti masalah saluran kencing, sindrom nefrotik, penyakit autoimun, serangan jantung, penggunaan narkotika, dan sebagainya dapat menjadi pemicu gejala gagal ginjal.

Apa saja gejala gagal ginjal?

Tentunya penting bagi penderita penyakit ginjal polikistik untuk lebih waspada terhadap gejala gagal ginjal, karena kemunculan gagal ginjal dapat mengindikasikan bertambah parahnya penyakit ginjal polikistik yang dialami.

Awal kerusakan ginjal mungkin tidak terlalu terasa, tetapi seiring dengan penumpukan racun dan cairan dalam tubuh, maka gejala gagal ginjal akan makin terlihat. Gejala gagal ginjal yang belum parah dapat berupa:

  • Tidak merasa lapar
  • Mual dan muntah
  • Sering buang air kecil atau urine yang dikeluarkan sedikit
  • Kesulitan tidur
  • Rasa gatal
  • Kesulitan bernapas
  • Kram otot
  • Pembengkakan pada pergelangan kaki dan kaki

Bila ginjal mendadak berhenti bekerja, maka Anda dapat mengalami diare, muntah, sakit perut dan punggung, demam, ruam-ruam, dan mimisan

Apa yang harus dilakukan untuk mencegah gagal ginjal?

Bagi penderita penyakit ginjal polikistik, gagal ginjal dapat dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat, berupa:

  • Pola makan yang sehat

Pola makan yang sehat berarti memilih jenis makanan yang memiliki nilai nutrisi yang tinggi dengan gizi yang seimbang. Konsumsilah serat dan perhatikan porsi makan agar tidak berlebihan.

Anda bisa mendapatkan asupan serat melalui sayur-mayur, kacang-kacangan, biji-bijian, buah-buahan, dan polong-polongan.

Semetara protein dan lemak perlu untuk dikonsumsi secukupnya. Meskipun demikian pemilihan lemak yang dikonsumsi juga perlu diperhatikan. Pilihlah lemak baik yang terkandung dalam ikan air tawar, walnut, dan sebagainya.

Untuk karbohidrat, kurangi konsumsi roti dan pasta, serta jauhi karbohidrat yang cepat dicerna oleh tubuh, seperti gula. Hindari juga makanan yang telah diproses dan minuman yang tinggi gula.

Jangan lupa untuk menjaga asupan cairan tubuh dengan meminum air mineral dan menghindari konsumsi kafein.

  • Aktif berolahraga

Berolahraga berfungsi untuk mengatur tekanan darah, mengurangi stres, dan menjaga berat badan. Berolahragalah setidaknya 30 menit atau lebih hampir setiap harinya. Konsultasikan juga dengan dokter mengenai jenis olahraga yang bisa dilakukan.

  • Mengatasi stres

Mengatasi stres penting untuk menghindari kenaikan tekanan darah dan mencegah penyakit ginjal polikistik bertambah parah. Selalu cari cara untuk mengatasi stres yang dirasakan, seperti melakukan hobi, bermain dengan hewan peliharaan, relaksasi, dan sebagainya.

  • Tidur yang cukup

Tidurlah setidaknya tujuh sampai delapan jam tiap malamnya untuk mengatur tekanan darah dan kadar gula darah. Selain itu, tidur yang cukup membantu menjaga kesehatan fisik dan mental.

  • Berhenti merokok

Merokok memperparah penyakit ginjal polikistik karena menaikkan tekanan darah. Oleh karenanya, segeralah berhenti merokok untuk mencegah kemunculan gejala gagal ginjal.

Menjaga pola hidup sehat akan membantu Anda terhindar dari gagal ginjal. Segera konsultasikan ke dokter, jika Anda merasakan gejala gagal ginjal agar penanganan dini dapat dilakukan!

American Kidney Fund. http://www.kidneyfund.org/kidney-disease/kidney-failure/#what_causes_kidney_failure
Diakses pada 08 Juli 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/polycystic-kidney-disease
Diakses pada 08 Juli 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/polycystic-kidney-disease/symptoms-causes/syc-20352820
Diakses pada 08 Juli 2019

National Kidney Foundation. https://www.kidney.org/atoz/content/polycystic
Diakses pada 08 Juli 2019

National Kidney Foundation. https://www.kidney.org/kidneydisease/howkidneyswrk
Diakses pada 08 Juli 2019

NIH. https://www.niddk.nih.gov/health-information/kidney-disease/polycystic-kidney-disease/what-is-pkd
Diakses pada 08 Juli 2019

PKD Foundation. https://pkdcure.org/living-with-pkd/nutrition/
Diakses pada 08 Juli 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed