Dehidrasi adalah gangguan yang dapat menyebabkan anak muntah karena kekurangan cairan
Dehidrasi dan keracunan makanan bisa menjadi penyebab anak muntah

Ketika anak muntah, sebagai orangtua, tentu Anda ingin secepat mungkin membantu agar muntahnya segera berhenti. Namun, tidak perlu khawatir karena ketika anak muntah. Biasanya, hal tersebut tidak begitu berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya. Penyebab anak muntah yang paling umum adalah keracunan makanan. Selain itu, penyebab kedua yang paling memungkinkan adalah dehidrasi.

Gejala Dehidrasi

Salah satu hal yang dapat Anda lakukan adalah memerhatikan apakah ada gejala dehidrasi yang anak alami. Anak-anak mengalami dehidrasi lebih cepat daripada orang dewasa. Perhatikan gejala-gejala berikut ini: terlihat lelah atau rewel, mulut kering, mengeluarkan lebih sedikit air mata saat menangis, kulit terasa dingin, mata cekung, tidak buang air kecil sesering biasanya, dan air kencing yang berwarna kuning gelap.

Menghilangkan Dehidrasi

Untuk mencegah dan menghilangkan dehidrasi, usahakan agar anak Anda banyak minum. Bahkan jika terus muntah, tetap berikan minum karena ia masih menyerap sebagian dari apa yang Anda berikan kepadanya. Cobalah air, minuman elektrolit, atau cairan rehidrasi oral. Setelah anak muntah, mulailah minum dengan sejumlah kecil seperti beberapa sendok makan setiap beberapa menit. Seiring waktu, beri anak lebih banyak karena dia mampu menahannya. Pastikan anak buang air kecil secara teratur.

1. Diet Cairan

Ketika sudah beberapa jam sejak terakhir kali anak Anda muntah, Anda dapat memulai diet cairan yang bening di luar air, minuman elektrolit, atau larutan rehidrasi oral. Akan tetapi, pastikan anak Anda minum cairan yang bisa Anda lihat dengan jelas, karena jenis cairan ini lebih mudah dicerna serta menawarkan nutrisi untuk memberi energi pada anak Anda. Salah satu jenis cairan yang baik adalah kaldu yang bening, jus apel, atau es loli.

2. Obat-obatan

Muntah pada anak-anak biasanya hilang dalam waktu yang cepat. Lebih baik tunggu untuk beberapa waktu terlebih dahulu. Obat-obatan yang dijual bebas untuk mengatasi anak muntah tidak dianjurkan. Obat-obatan tersebut tidak akan membantu jika ternyata virus adalah penyebabnya - dan biasanya memang demikian. Namun, jika muntah sudah cukup parah, dokter mungkin akan memberikan resep khusus.

  • Jahe

Jahe telah digunakan selama ribuan tahun sebagai salah satu cara mengobati anak muntah. Peneliti percaya bahwa bahan kimia dalam jahe bekerja di lambung dan usus serta otak dan sistem saraf untuk mengendalikan rasa mual. Meskipun belum terbukti bahwa jahe dapat menghentikan mual dan muntah pada anak-anak, hal ini mungkin layak dicoba. Aman untuk anak-anak di atas 2 tahun. Tanyakan kepada dokter anak Anda cara mencobanya.

  • Akupresur

Teknik ini telah membantu beberapa orang untuk mengatasi rasa mual. Akupresur memberi tekanan pada satu bagian tubuh agar membawa perubahan di bagian lain tubuh. Hal ini mirip dengan metode akupunktur Tiongkok kuno. Untuk mencoba meredam mual anak dengan cara ini, gunakan jari tengah dan jari telunjuk untuk menekan alur di antara dua tendon besar di bagian dalam pergelangan tangannya yang dimulai di bagian telapak tangannya.

Kapan Harus Menghubungi Dokter

Berikut adalah saat yang tepat bagi Anda untuk menghubungi dokter ketika anak mengalami muntah-muntah:

  • Berusia di bawah 12 minggu dan muntah lebih dari satu kali
  • Menunjukkan tanda-tanda dehidrasi, atau Anda mencurigai mereka keracunan makanan
  • Bertindak linglung atau mengalami demam tinggi, sakit kepala, ruam, leher kaku, atau sakit perut
  • Terlihat ada darah atau empedu dalam muntahannya, atau Anda menduga mereka mungkin mengalami radang usus buntu
  • Sulit untuk bangun, tampak sakit, muntah selama lebih dari 8 jam, atau jika Anda khawatir

Ini adalah tanda-tanda yang mungkin merupakan kondisi medis yang serius, dan perlu penanganan dokter lebih lanjut.

mengobati anak muntah

WebMD. https://www.webmd.com/children/ss/nausea-vomiting-remedies-treatment
Diakses pada Oktober 2018

Artikel Terkait

Banner Telemed