Penyebab dan Cara Menghilangkan Cairan Bau Busuk Setelah Melahirkan

(0)
04 Oct 2020|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Cara menghilangkan cairan bau busuk setelah melahirkan dapat dilakukan dengan konsu,si antibiotikCairan busuk yang keluar setelah melahirkan dapat disebabkan oleh infeksi pascamelahirkan
Setelah melahirkan, terjadi pengeluaran sisa-sisa jaringan dari dalam rahim yang berbentuk cairan darah (lokia) selama beberapa minggu. Keluarnya lokia atau darah nifas merupakan sesuatu yang alami dan dilalui semua ibu, baik melahirkan secara normal atau caesar.Darah nifas umumnya berbau seperti logam atau darah menstruasi. Namun, jika cairan yang keluar setelah melahirkan berbau busuk atau tidak sedap, sudah sepatutnya Anda waspada. Oleh karena itu, kenali penyebab dan cara menghilangkan cairan bau busuk setelah melahirkan untuk menghindari risiko-risiko yang berbahaya.

Cairan bau busuk disebabkan oleh infeksi pascamelahirkan

Aroma lokia atau darah nifas yang keluar setelah melahirkan bisa menjadi penanda normal atau tidaknya kondisi tersebut.Lokia yang keluar setelah melahirkan terdiri dari darah, lapisan dinding rahim, jaringan mati, bakteri, dan lendir. Anda juga mungkin akan mendapati gumpalan-gumpalan darah. Hal ini masih tergolong normal dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan.Akan tetapi, apabila cairan yang keluar berbau busuk, bisa jadi Anda mengalami infeksi postpartum atau pascamelahirkan. Keluarnya cairan berbau busuk setelah melahirkan kemungkinan besar karena terjadi infeksi pada rahim, vagina, perineum, atau saluran kemih. Kondisi ini dapat terjadi antara 1-10 hari setelah melahirkan.Infeksi pascamelahirkan disebabkan oleh masuknya bakteri pada saluran reproduksi setelah melahirkan. Beberapa gejala yang harus Anda perhatikan adalah:
  • Darah nifas berbau busuk dan dapat tercium tajam 1-10 hari setelah melahirkan
  • Mengalami demam dengan suhu lebih tinggi dari 38 derajat Celcius.
  • Bisa disertai dengan menggigil
  • Mengalami sakit perut bagian bawah.
Perdarahan juga bisa disebabkan karena ada potongan plasenta yang masih menempel di rahim sehingga area tersebut tidak kunjung sembuh dan terus meneteskan darah.Apabila perdarahan terus berlanjut dan membasahi pembalut dengan cepat, tepatnya sekitar 15 menit atau kurang, maka Anda harus segera menghubungi dokter.Di samping itu, infeksi postpartum dapat terjadi pada beberapa lokasi, antara lain:
  • Pada rahim bekas menempelnya plasenta
  • Pada serviks (leher rahim)
  • Pada vagina
  • Pada perineum, terutama jika menjalani episiotomi
  • Pada kandung kemih atau ginjal jika pernah dipasang kateter
  • Luka operasi caesar.
Sekitar delapan persen persalinan diperkirakan berisiko mengakibatkan infeksi pascamelahirkan. Wanita yang menjalani operasi caesar atau mengalami ketuban pecah dini memiliki risiko yang lebih besar terkena infeksi.Infeksi postpartum yang terlambat ditangani dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang lebih serius. Berikut adalah sejumlah risiko komplikasi berdasarkan lokasi infeksi terjadi.
  • Infeksi pada rahim dapat menyebabkan terjadinya pembekuan darah
  • infeksi pada ginjal dapat menyebabkan gangguan ginjal
  • infeksi yang memasuki aliran darah dapat menyebabkan sepsis.
Infeksi ini akan membuat waktu penyembuhan luka pascamelahirkan menjadi lebih lama serta menyakitkan sehingga perlu segera ditangani.Cara menghilangkan cairan bau busuk setelah melahirkan karena infeksi biasanya berupa pemberian obat antibiotik. Kondisi ini umumnya dapat membaik dalam 2-3 hari setelah mengonsumsi obat-obatan.

Cara menghilangkan cairan bau busuk setelah melahirkan

Cara menghilangkan cairan bau busuk setelah melahirkan dilakukan dengan pemberian perawatan yang tepat sesuai dengan penyebabnya.Darah nifas atau lokia berbau busuk yang disebabkan infeksi bakteri atau parasit dapat ditangani dengan pemberian antibiotik. Dokter mungkin meresepkan satu jenis antibiotik, mengombinasikan dua jenis antibiotik, atau mengombinasikan antibiotik dengan obat lainnya.Untuk menghindari terjadinya infeksi pascamelahirkan, selalu perhatikan kebersihan area kewanitaan Anda dan perbanyak minum air putih. Hindari juga produk pembersih yang mengandung parfum.Selalu bersihkan dan keringkan area kewanitaan dari arah depan ke belakang. Jangan lupa juga untuk rutin mengganti celana dalam dan menghindari penggunaan pakaian yang terlalu ketat.Jika Anda punya pertanyaan atau ingin berkonsultasi seputar cara menghilangkan cairan bau busuk setelah melahirkan, jangan ragu untuk tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store maupun Google Play.
kehidupan pasca melahirkaninfeksi postpartum
Good to Know. https://www.goodtoknow.co.uk/family/pregnancy/lochia-everything-you-need-to-know-about-bleeding-after-birth-432111
Diakses 21 September 2020
What to Expect. https://www.whattoexpect.com/first-year/postpartum-health-and-care/postpartum-infection/
Diakses 21 September 2020
Centers for Desease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/std/chlamydia/treatment.htm
Diakses 21 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait