Jangan Panik, Inilah Penyebab dan Cara Menghentikan Mimisan Saat Hamil

Tenang, mimisan saat hamil ternyata tidak selalu berbahaya
Mimisan saat hamil tidak selalu mengindikasikan bahaya

Selama kehamilan, berbagai gangguan pada tubuh ibu bisa terjadi, mulai dari kram perut, sakit kepala, hingga mimisan. Namun, Anda tidak perlu panik. Sebab mimisan saat hamil tidak selalu menandakan masalah yang serius.

Mimisan yang terjadi sesekali dan ringan, biasanya merupakan hal yang normal dan tak mengkhawatirkan. Kondisi ini memang bisa terjadi pada sebagian wanita hamil, dan penyebabnya pun bermacam-macam.

Penyebab mimisan saat hamil

Sekitar 1 dari 8 wanita mengalami mimisan saat hamil. Faktanya, wanita hamil memiliki kemungkinan mengalami mimisan dua kali lebih besar daripada wanita yang tidak hamil. Terjadinya mimisan saat hamil bukanlah tanpa alasan.

Hormon-hormon kehamilan, seperti progesteron dan estrogen, memengaruhi cara kerja pembuluh darah. Ketika hamil, hormon estrogen membuat pembuluh darah Anda melebar, termasuk pembuluh darah di hidung.

Sementara, hormon progesteron membuat pasokan darah meningkat sehingga memberi tekanan pada pembuluh darah halus di hidung. Hal ini membuat pembuluh darah tersebut menjadi lebih mudah pecah dan menyebabkan mimisan.

Selain itu, wanita hamil juga lebih mungkin mengalami mimisan ketika pilek, infeksi sinus, alergi, atau selaput di dalam hidungnya mengering akibat cuaca dingin, ruangan ber-AC, lingkungan dengan udara yang kering, dan semacamnya.

Cedera atau kondisi medis tertentu yang dapat terjadi pada saat hamil, seperti halnya tekanan darah tinggi atau gangguan pembekuan darah, juga berpotensi memicu terjadinya mimisan.

Mimisan saat hamil dapat berlangsung selama beberapa detik atau menit, dan mengalir dari satu atau kedua lubang hidung. Darah yang mengalir bisa ringan atau cukup berat. Jika mimisan terjadi saat tidur, Anda mungkin dapat merasakan darah mengalir ke belakang tenggorokan.

Terjadinya mimisan saat hamil mungkin bisa membuat ibu sangat khawatir dan stres. Akan tetapi, selama tidak kehilangan banyak darah, jarang terjadi dan dapat berhenti sendiri, maka kondisi ini bukan termasuk hal yang berbahaya dan tak perlu dikhawatirkan. Untuk memastikan kondisi Anda, sebaiknya konsultasikan masalah ini pada dokter.

Jarang sekali mimisan saat hamil memengaruhi persalinan. Namun, jika Anda mengalami mimisan yang parah pada trimester akhir, dokter mungkin akan menyarankan persalinan caesar.

Mimisan saat hamil juga dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko pendarahan berat setelah melahirkan. Akan tetapi, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai hubungan keduanya. Oleh sebab itu, dalam mengantisipasi hal tersebut, lakukanlah pemeriksaan kehamilan secara rutin pada dokter.

Cara menghentikan mimisan saat hamil

Sebagian besar mimisan dimulai dari pembuluh darah kecil yang ada di bagian depan hidung, dan cukup mudah untuk dihentikan karena terbilang ringan. Sementara, mimisan yang dimulai dari bagian belakang hidung berasal dari pembuluh darah yang lebih besar, dan darah yang keluar cenderung berat sehingga cukup sulit dihentikan.

Ketika ibu hamil mengalami mimisan, usahakan untuk tetap tenang, dan cobalah untuk menghentikan terjadinya mimisan tersebut. Beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk menghentikan mimisan saat hamil, di antaranya:

  • Duduk atau berdiri, dan jaga kepala agar tetap tegak. Tindakan ini dapat mengurangi tekanan pada pembuluh darah di dalam hidung dan membantu memperlambat pendarahan. Berbaringlah dengan posisi miring jika Anda merasa akan pingsan.

  • Jepit atas lubang hidung Anda menggunakan ibu jari dan telunjuk. Tekan secara bersamaan.

  • Tetap tekan selama 10-15 menit, dan bernapaslah melalui mulut.

  • Condongkan tubuh ke depan sehingga darah mengalir dari hidung, bukan ke bagian belakang tenggorokan atau perut sehingga dapat tertelan dan membuat Anda mual.

  • Letakkan kompres es yang dibungkus handuk atau kain di pangkal hidung.

  • Setelah 10-15 menit, lepaskan jepitan jari Anda dengan hati-hati untuk melihat apakah mimisan sudah berhenti atau belum.

  • Jika hidung masih mimisan, ulangilah langkah-langkah ini selama 10 menit.

Jika Anda adalah penderita darah tinggi, mimisan tak kunjung berhenti, semakin memburuk, atau disertai gejala lain, sebaiknya segera periksakan diri Anda pada dokter.

Namun, bila mimisan sudah berhenti, sebaiknya selama 24 jam ke depan cobalah untuk tidak berbaring telentang, menghembuskan napas dengan keras, mengorek hidung, melakukan olahraga berat, serta minum alkohol atau air panas karena dapat menyebabkan pembuluh darah di hidung membesar.

Anda juga dapat mengoleskan petroleum jelly atau menggunakan pelembap ruangan untuk mencegah hidung menjadi kering. Setelah bayi lahir dan hormon kehamilan mereda, kemungkinan besar mimisan tak akan terjadi lagi. Oleh sebab itu, janganlah terlalu khawatir dan fokus sepenuhnya untuk menjaga kehamilan Anda.

Baby Center. https://www.babycenter.com/0_nosebleeds-during-pregnancy_255.bc
Diakses pada 11 Oktober 2019

Baby Center. https://www.babycentre.co.uk/a255/nosebleeds-in-pregnancy
Diakses pada 11 Oktober 2019

Pregnancy Birth Baby. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/nosebleeds-during-pregnancy
Diakses pada 11 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed