Rasa sakit dan kaku di area tumit akibat plantar fasciitis akan semakin parah bila Anda berdiri terlalu lama
Rasa sakit yang muncul pada bagian tumit merupakan gejala plantar fasciitis

Saat beranjak berdiri dari posisi duduk, pernahkah Anda merasa tiba-tiba telapak kaki sakit tidak tertahankan hingga mengganggu aktivitas? Kondisi ini bisa terjadi pada banyak orang, bukan hanya pelari saja. Penyebabnya beragam dan terkadang perlu terapi untuk mengatasinya.

Telapak kaki sakit bisa terjadi di banyak bagian kaki seperti bola-bola kaki, telapak, mata kaki, hingga berpengaruh ke bagian kaki yang lain seperti betis dan lutut. Bergantung pada apa penyebabnya, telapak kaki sakit bisa ringan hingga parah.

Aktivitas tertentu juga bisa memicu rasa nyeri pada telapak kaki, seperti saat beranjak berdiri dari duduk atau saat beraktivitas yang memerlukan pijakan kaki seperti naik tangga hingga berjalan jauh.

Penyebab telapak kaki sakit

Terkadang, telapak kaki sakit bisa menjadi semakin parah apabila terjadi pada orang yang berada pada kondisi tertentu, seperti berat badan berlebih, lanjut usia, menggunakan kaki secara berlebihan, hingga stres fisik.

Selain itu, beberapa penyebab umum telapak kaki sakit adalah:

   1. Plantar fasciitis

Penyebab telapak kaki sakit pertama adalah peradangan pada ligamen penyambung dari tumit hingga jari kaki yang disebut plantar fasciitis. Kondisi ini terjadi ketika ada iritasi pada bagian ligamen tersebut.

Ciri-ciri plantar fasciitis selain telapak kaki sakit adalah rasa sakit dan kaku pada bagian tumit. Rasa sakit ini bisa menjadi semakin parah saat berdiri terlalu lama.

Menariknya, plantar fasciitis bisa juga terjadi karena kesalahan jenis sepatu yang digunakan. Bisa jadi bagian sol sepatu Anda terlalu keras atau tidak rata sehingga menyebabkan peradangan pada ligamen plantar fascia.

   2. Disfungsi tendon tibialis posterior

Penyebab telapak kaki sakit berikutnya adalah disfungsi tendon tibialis posterior atau dikenal dengan istilah PTTD. Ini terjadi ketika ada cedera atau peradangan pada tendon tibialis posterior yang menghubungkan jaringan otot di bawah kaki dengan tungkai.

Ketika tendon ini tak bisa lagi menopang telapak kaki, maka rasa nyeri tak terhindarkan. Rasa sakit tak hanya bisa terjadi di telapak tapi juga hingga ke bagian tungkai bahkan bisa terjadi pembengkakan.

Penderita PTTD disarankan menggunakan sepatu khusus atau tambahan busa di sepatu untuk mengurangi beban telapak kaki saat menopang tubuh. Konsultasikan kepada dokter karena jika parah, operasi bisa menjadi salah satu cara mengatasinya.

   3. Pronasi berlebihan

Ada istilah pronasi berlebihan atau overpronation yang bisa menyebabkan telapak kaki sakit. Pronasi adalah cara telapak kaki seseorang ketika menapak di atas permukaan saat berjalan atau berlari.

Pada orang yang pronasinya berlebihan, bagian tepi luar telapak kakinya mendarat terlebih dahulu di tanah baru disusul bagian telapak kaki lainnya. Konsekuensinya, otot, ligamen, dan tendon di telapak kaki bisa cedera.

Biasanya pronasi berlebihan ini akan terjadi bersamaan dengan rasa sakit pada punggung, lutut, serta jempol kaki dengan bentuk melengkung ke bawah atau hammertoe.

Penderita pronasi berlebihan disarankan menggunakan sepatu yang dapat menstabilkan pijakan kaki. Ini membantu memperbaiki cara seseorang melangkah sehingga tidak langsung mendaratkan bagian tepi luar telapaknya.

Anda bisa menggunakan sepatu pengoreksi ini sebagai salah satu upaya terapi. Berolahraga dan rutin stretching juga bisa jadi cara mengatasi pronasi berlebihan.

   4. Kaki cakar (cavus foot)

Pemicu telapak kaki sakit selanjutnya adalah kondisi kaki cakar atau cavus foot. Ini bisa terjadi karena faktor genetik atau masalah saraf seperti stroke, cerebral palsy, hingga Charcot-Marie-Tooth Disease.

Penderita kaki cakar akan merasakan sakit telapak kaki saat berjalan atau berdiri terlalu lama. Biasanya, bentuk kakinya juga tampak berbeda karena telapak kaki cenderung melengkung terlalu tinggi.

Cara mengatasi kondisi ini adalah dengan menggunakan bantalan khusus di dalam sepatu yang meredakan rasa nyeri. Saat berolahraga atau aktivitas lain yang memerlukan banyak berjalan, cari sepatu dengan sol tinggi.

   5. Metatarsalgia

Metatarsalgia adalah kondisi telapak kaki sakit pada area belakang jari-jari atau biasa disebut bola-bola kaki. Bagian kaki ini menjadi tumpuan ketika seseorang berjinjit, berlari, atau melompat. Jika digunakan berlebihan, bisa saja tulang-tulang metatarsal di bagian tersebut mengalami peradangan dan menyebabkan nyeri.

   6. Sindrom Tarsal Tunnel

Penyebab telapak kaki sakit selanjutnya adalah sindrom Tarsal Tunnel yang terjadi ketika sistem saraf utama terjepit jaringan atau tulang tertentu. Istilah lain yang lebih familiar untuk kondisi ini adalah Carpal Tunnel Syndrome. Tarsal Tunnel adalah versi masalah yang sama namun terjadi di bagian kaki.

Gejala yang dialami penderita sindrom Tarsal Tunnel adalah sensasi terbakar, panas, dan nyeri di bagian telapak kaki. Melakukan stretching di bagian kaki dapat membantu memulihkan kondisi sindrom yang tidak terlalu parah. Pengobatan lain bisa dengan konsumsi obat antinyeri dan operasi.

Terkadang telapak kaki sakit menjadi urusan yang tidak mudah diatasi karena bagian tubuh yang satu ini sangat vital dalam menopang tubuh. Hampir semua aktivitas memerlukan telapak kaki untuk membantu menyokong gerakan.

Artinya, jika telapak kaki sakit terasa hingga berhari-hari, segera konsultasikan kepada dokter. Jalani pengobatan sesuai dengan keluhan Anda. Apabila yang Anda alami adalah kelainan yang tidak biasa, terapi hingga operasi bisa menjadi langkah mengatasinya.

Healthline. https://www.healthline.com/health/pain-in-arch-of-foot#causes
Diakses 24 September 2019

Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/common-causes-of-foot-pain-2696405
Diakses 24 September 2019

WebMD. https://www.webmd.com/pain-management/guide/foot-pain-causes-and-treatments#1
Diakses 24 September 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed