Penyebab dan Cara Mengatasi Sikap Materialistis pada Anak

0,0
24 May 2021|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Sikap materialistis pada anak dapat tumbuh akibat pola asuh orangtua yang terlalu sering memberikan hadiah.Sikap materialistis pada anak dapat muncul jika orangtuanya juga memiliki sikap tersebut.
Tidak hanya orang dewasa saja, anak-anak pun bisa memiliki sikap materialistis di dalam dirinya. Dilansir dari American Psychological Association (APA), materialistis adalah sikap yang menempatkan prioritas lebih tinggi untuk menghasilkan banyak uang dan harta.Untuk mencegah tumbuhnya sikap ini di dalam diri anak, berikut adalah berbagai penyebab dan cara mengatasi materialistis pada anak yang bisa Anda lakukan.

Penyebab materialistis pada anak

Menurut studi yang dirilis dalam The Journal of Consumer Research, anak-anak yang materialistis memiliki dua kepercayaan. Pertama, mereka beranggapan bahwa memiliki harta adalah definisi kesuksesan. Kedua, memiliki barang tertentu membuat mereka menjadi lebih disukai banyak orang.Selain itu, terdapat beragam penyebab mengapa anak menjadi materialistis, di antaranya:

1. Sering memberikan uang dan benda berharga sebagai hadiah

Tidak jarang orangtua yang memberikan uang dan barang berharga pada anaknya sebagai hadiah. Biasanya, uang dan benda berharga ini diberikan pada anak yang baru saja mendapatkan nilai ujian memuaskan atau mendapatkan prestasi dalam bidang ekstrakurikulernya.Kebiasaan ini dapat membuat anak beranggapan bahwa harta adalah tujuan utama dari kehidupan mereka.

2. Terlalu sering memberikan hadiah

Memberikan hadiah terlalu sering pada anak juga dianggap sebagai salah satu penyebab tumbuhnya sikap materialistis. Sebab, hal ini akan mengajarkan anak-anak bahwa rasa sayang hanya bisa diberikan dalam bentuk hadiah saja.

3. Mengambil barang-barang miliknya

Orangtua yang sering menghukum anak dengan mengambil barang-barang miliknya dapat membuat anak merasa takut terpisah dari harta yang dimilikinya. Pada akhirnya, anak akan bergantung pada hartanya untuk merasa bahagia.

4. Jarang bermain dengan orangtuanya

Anak-anak yang jarang bermain atau menghabiskan waktu dengan orangtuanya dapat merasa kesepian. Sebagai pelariannya, anak-anak akan mencari mainan dan barang elektronik sebagai temannya. Hal ini juga bisa membuat anak menjadi materialistis.

5. Memiliki konflik dengan orangtuanya

Jika anak merasa bahwa kedua orangtuanya kecewa terhadap dirinya, ia bisa mencari kenyamanan dan ketenangan dengan bermain bersama barang-barang favoritnya.

Cara mencegah dan mengatasi anak materialistis

Berikut adalah berbagai cara untuk mencegah dan mengatasi tumbuhnya sikap materialistis di dalam diri anak.

1. Jadilah panutan yang baik

Salah satu kunci untuk mencegah dan mengatasi sikap materialistis pada anak adalah menjadi panutan yang baik bagi mereka. Janganlah menjadi orangtua materialistis jika tidak ingin anak-anak Anda memiliki kepribadian yang sama.Jangan menunjukkan obsesi terhadap suatu benda atau harta tertentu di depan anak. Usahakan untuk tidak membangga-banggakan benda tertentu, seperti mobil, ponsel baru, atau pakaian mahal.Sebaliknya, ajarkan anak bahwa masih ada banyak hal yang lebih berharga dibandingkan uang dan benda, misalnya pemandangan yang indah, karya seni yang bagus, hingga dongeng dengan pesan moral yang bijak.

2. Rayakan pengalaman dibandingkan harta

Cobalah ganti jenis hadiah yang Anda berikan kepada anak. Jika selama ini Anda memberikannya uang atau benda-benda mewah, cobalah berikan ia hadiah berupa pengalaman jalan-jalan bersama keluarga ke tempat yang ia ingin kunjungi.Dilansir dari William James Edu, Debbie Pincus, seorang ahli pengasuhan anak dan pernikahan, mengasuh anak dengan perspektif ini dipercaya lebih efektif dibandingkan mengasuh anak dengan dompet Anda.

3. Ajarkan anak untuk bersyukur

Dilansir dari Very Well Family, orangtua dapat mengajarkan anak untuk pandai bersyukur supaya mereka tidak menjadi materialistis.Dengan bersyukur, anak-anak akan belajar untuk menjadi bahagia dengan apa yang dimilikinya saat ini.

4. Contohkan sikap kedermawanan

Anak-anak belajar banyak dari sikap orangtuanya. Maka dari itu, cobalah contohkan pada anak sikap dermawan atau sering berbagi dengan orang lan.Tunjukkan pada anak bahwa Anda adalah orangtua yang baik dan tidak pelit terhadap sesama. Salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah mendonasikan uang ke sebuah acara amal.

5. Tegaskan perbedaan antara keinginan dan kebutuhan

Terkadang, sikap materialistis dapat tumbuh pada diri anak saat ia tidak tahu apa arti keinginan dan kebutuhan. Anak-anak mungkin cenderung ingin memiliki banyak hal atas dasar keinginannya saja, tapi bukan kebutuhannya.Maka dari itu, cobalah ajarkan anak untuk memahami apa itu keinginan dan kebutuhannya.Itulah beberapa penyebab dan cara mencegah sikap materialistis pada anak. Jika Anda memiliki pertanyaan seputar kesehatan anak, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga.
tips parentingparenting stressgaya parenting
American Psychological Association . https://www.apa.org/news/press/releases/2014/12/materialism-holidays
Diakses pada 10 Mei 2021
Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/parenting-strategies-materialistic-3994116
Diakses pada 10 Mei 2021
William James Edu. https://www.williamjames.edu/news/6-ways-to-tame-materialism-in-kids.cfm
Diakses pada 10 Mei 2021
Melbourne Child Psychology. https://www.melbournechildpsychology.com.au/blog/6-ways-to-reduce-your-childs-materialism/
Diakses pada 10 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait