Apa Itu Presbiopi? Pahami Penyebab dan Cara Mengatasinya

Presbiopi atau rabun tua disebabkan oleh pengerasan lensa mata karena faktor usia
Penggunaan kacamata dapat membantu mengatasi presbiopi atau rabun tua

Presbiopi atau yang biasa dikenal sebagai rabun tua merupakan sesuatu yang terjadi secara alami dan semakin bertambahnya usia semakin bertambah parah. Bahkan istilah presbiopi yang berasal dari bahasa Yunani memiliki arti “mata yang tua”.

Umumnya, penderita mulai merasakan gejala presbiopi saat berusia 40 tahun. Gejala presbiopi yang dialami akan semakin bertambah parah sampai penderita berusia 65 tahun. Namun, apa sebenarnya presbiopi atau rabun tua?

Apa itu presbiopi?

Presbiopi merujuk pada kondisi saat seseorang tidak mampu melihat atau fokus dengan objek pada jarak dekat. Berbeda dengan rabun dekat atau hiperopia, presbiopi merupakan kondisi yang pasti akan dialami semua orang saat sudah berusia lanjut.

Penyebab presbiopi

Berbeda dengan rabun dekat yang diakibatkan oleh tidak ratanya lensa atau kornea, presbiopi atau rabun tua disebabkan oleh pengerasan lensa mata karena faktor usia. Pengerasan lensa mata tersebut membuat lensa mata menjadi kurang fleksibel.

Lensa berfungsi memfokuskan cahaya pada retina. Saat mata memandang objek yang dekat, lensa akan berkontraksi dan melengkung untuk memfokuskan cahaya. Saat makin tua, lensa menjadi sulit untuk berkontraksi dan akhirnya sulit untuk fokus pada objek yang dekat.

Cara mengatasi presbiopi

Presbiopi tidak dapat dicegah karena merupakan proses yang alami. Akan tetapi terdapat beberapa cara untuk menangani presbiopi, yaitu:

1. Penggunaan kacamata atau lensa kontak

Kacamata merupakan solusi paling umum dalam menangani presbiopi. Anda dapat menggunakan kacamata dari optik ataupun kacamata yang membutuhkan pengukuran dari dokter.

Jika Anda tidak memiliki gangguan penglihatan sebelum mengalami presbiopi, Anda dapat menggunakan kacamata dari optik. Namun, jika Anda mengalami gangguan penglihatan sebelumnya, Anda perlu untuk berkonsultasi ke dokter.

Alternatif lain dari penggunaan kacamata adalah penggunaan lensa kontak. Penggunaan lensa kontak digunakan jika Anda tidak memiliki masalah pada kelopak mata, permukaan mata, dan kelenjar air mata Anda.

Sebelum menggunakan kacamata ataupun lensa kontak, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter atau ahli mata untuk mengetahui tipe kacamata atau lensa kontak yang sesuai untuk Anda.

2. Implan lensa

Lensa pada mata penderita akan diganti dengan lensa sintetis/buatan (lensa intraocular). Perlu diketahui bahwa terdapat berbagai macam implan lensa lainnya.

Penderita dapat mengalami beberapa efek samping dari penggunaan implan lensa. Oleh karenanya konsultasikan dengan dokter sebelum memilih alternatif ini.

3. Bedah refraktif (refractive surgery)

Bedah refraktif bertujuan untuk mengubah bentuk kornea. Prosedur bedah refraktif beraneka ragam serta memiliki efek samping.

Tidak hanya itu, bedah refraktif tidak dapat diubah kembali. Oleh karenanya, selalu konsultasikan dengan dokter sebelum melakukan bedah refraktif.

4. Penataan kornea

Penataan kornea meliputi pemasukan cincin kecil dari plastik ke dalam kornea. Cincin tersebut berfungsi untuk memfokuskan cahaya pada mata.

Berbeda dengan bedah refraktif, Anda dapat meminta dokter atau ahli bedah untuk mengeluarkan cincin tersebut jika Anda merasa tidak nyaman dengan penggunaannya.

Tanda awal presbiopi

Penderita presbiopi mulai merasakan kesulitan untuk membaca pada jarak pandang normal dan perlu untuk menjauhkan bahan bacaan agar dapat membaca tulisan yang tertera.

Penderita akan mengalami kesulitan untuk melihat objek dalam jarak pandang normal dan mengalami rasa sakit pada mata serta kepala setelah membaca maupun melakukan aktivitas yang membutuhkan fokus pada jarak dekat.

Gejala presbiopi yang dialami dapat menjadi makin parah saat penderita kelelahan atau melakukan aktivitas tersebut dalam ruangan dengan penerangan yang minim.

Pemeriksaan presbiopi

Deteksi presbiopi dapat dilakukan dengan tes mata yang dilakukan dengan menggunakan berbagai lensa dan peralatan. Dokter mungkin akan meneteskan cairan ke mata untuk melebarkan mata dan memudahkan dokter memeriksa mata secara detail.

Pemeriksaan mata sangat diperlukan, terutama jika Anda berisiko untuk mengalami penyakit mata atau memerlukan kacamata atau lensa kontak. Anda perlu memeriksakan mata dalam jangka waktu:

  • Lima sampai 10 tahun jika Anda berusia di bawah 40 tahun
  • Dua sampai empat tahun jika Anda berusia di antara 40 sampai 54 tahun
  • Satu sampai tiga tahun jika Anda berusia di antara 55 sampai 64 tahun
  • Satu sampai dua tahun jika Anda berusia di atas 65 tahun

Konsultasikan ke dokter

Apabila kondisi mata yang dialami mengganggu aktivitas sehari-hari, segera konsultasikan ke dokter untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/presbyopia/diagnosis-treatment/drc-20363329
Diakses pada 22 April 2019

American Academy of Ophthalmology. https://www.aao.org/eye-health/diseases/what-is-presbyopia
Diakses pada 22 April 2019

All About Vision. https://www.allaboutvision.com/conditions/presbyopia.htm
Diakses pada 22 April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed