Penyebab dan Cara Mengatasi GERD pada Bayi


Gastroesophageal reflux disease (GERD) dapat terjadi pada siapa saja, termasuk bayi. GERD pada bayi ditandai dengan gejala seperti muntah, cegukan, hingga batuk-batuk.

0,0
13 Aug 2021|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
GERD pada bayi harus diwaspadaiGERD pada bayi dapat ditandai dengan menangis setelah makan.
Gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah kondisi yang terjadi saat asam lambung naik kembali ke kerongkongan atau esofagus. Tidak hanya orang dewasa, bayi pun bisa mengalaminya. Kenali ciri-ciri, penyebab, dan cara mengatasi GERD pada bayi berikut ini.

Ciri-ciri GERD pada bayi

Mulai dari muntah-muntah, cegukan, hingga batuk-batuk. Berikut adalah ciri-ciri GERD pada bayi yang patut diwaspadai orangtua.

1. Gumoh dan muntah-muntah

Wajar jika bayi mengalami gumoh pada usia awal kelahirannya. Namun, jika gumohnya terlihat seperti dipaksakan, itu dapat menjadi ciri-ciri GERD pada bayi yang perlu diperhatikan, terutama jika ia sudah berusia lebih dari 12 bulan dan sering gumoh setelah makan.Gumoh yang berupa darah, cairan berwarna hijau, kuning, atau seperti ampas kopi dapat menjadi indikasi GERD pada bayi atau kondisi medis yang lebih serius.Jika memang gumoh atau muntah yang dialami bayi disebabkan oleh GERD, kondisi ini biasanya diikuti dengan tangisan dan rasa tidak nyaman karena bayi merasa kesakitan.

2. Susah makan

Rasa nyeri yang muncul saat asam lambung naik ke kerongkongan dapat membuat bayi menolak untuk makan. Rasa nyeri ini dipicu iritasi yang disebabkan asam lambung naik ke kerongkongan.Tidak hanya itu, penyakit GERD pada bayi juga bisa membuat si kecil kesulitan untuk menelan menelan.

3. Sering menangis saat makan

Bayi yang mengidap GERD dapat menangis dan berteriak saat sedang diberi makan. Kondisi ini dapat terjadi akibat rasa tidak nyaman di perut dan iritasi di bagian esofagus.

4. Cegukan dan mengeluarkan cairan dari mulutnya

Coba perhatikan bayi saat ia cegukan. Jika ada cairan yang keluar dari mulutnya selama ia cegukan, kondisi ini bisa mengindikasikan si kecil menderita GERD.

5. Berat badannya sulit naik

Berat badan turun atau sulit naik merupakan konsekuensi yang mungkin terjadi akibat GERD. Sebab, penyakit ini dapat menyebabkan bayi sering muntah-muntah dan tidak mau makan.

6. Melengkungkan tubuhnya secara tak normal

Bayi dapat melekukkan badannya saat sedang atau setelah makan jika ia mengidap GERD. Sebab, kondisi ini dapat memicu rasa sakit dan sensasi terbakar akibat menumpuknya asam lambung di kerongkongan.

7. Sering batuk

GERD dapat menyebabkan bayi sering batuk karena keberadaan asam lambung atau makanan yang naik kembali ke bagian belakang tenggorokan.

8. Tersedak saat makan

Ciri-ciri GERD pada bayi selanjutnya adalah tersedak saat makan. Kondisi ini umumnya dipicu oleh asam lambung naik kembali ke kerongkongannya. Posisi tubuh bayi saat sedang makan dapat memperparah kondisi ini.Maka dari itu, cobalah tegakkan posisi tubuh bayi setidaknya selama 30 menit setelah ia makan guna mencegah makanan dan minuman naik kembali ke kerongkongannya.

9. Tidurnya tidak nyenyak

GERD dapat menyebabkan bayi merasa tidak nyenyak saat tidur. Ciri-ciri GERD pada bayi ini dapat terlihat saat si kecil tidur di sebelah Anda.Cobalah untuk memberi makan bayi beberapa jam sebelum tidur untuk mencegah naiknya asam lambung ke kerongkongan.

Penyebab GERD pada bayi

Dibandingkan orang dewasa, anak bayi lebih rentan mengalami GERD karena otot sfingter esofagus bagian bawah mereka masih lemah atau belum berkembang secara sempurna.GERD pada bayi umumnya dapat memuncak di usia 4 bulan dan hilang dengan sendirinya saat si kecil berumur 12-18 bulan. Jarang ditemukan kasus GERD pada bayi yang berlangsung lebih dari 24 bulan.Namun, jika memang gejala-gejala GERD terus muncul setelah anak menginjak usia dua tahun, ada baiknya Anda memeriksakan si kecil ke dokter untuk berkonsultasi dan mencari tahu penyebab pastinya.Selain itu, terdapat beberapa penyebab GERD pada bayi lainnya yang tak bisa dihindari, seperti terlalu sering berbaring, mengonsumsi terlalu banyak cairan, hingga lahir secara prematur.

Cara mengatasi GERD pada bayi

Dilansir dari Mayo Clinic, dokter dapat meresepkan obat-obatan penghambat asam lambung, seperti cimetidine atau famotidine, untuk bayi berusia 1 bulan hingga 1 tahun. Jika bayi sudah berusia 1 tahun, dokter dapat merekomendasikan obat omeprazole magnesium.Berbagai obat-obatan tersebut dapat diberikan jika bayi Anda mengalami berbagai gejala ini.
  • Kenaikan berat badan yang buruk
  • Menolak untuk makan
  • Terbukti mengalami peradangan esofagus
  • Mengidap asma dan asam lambung kronis.
Dalam kasus yang langka, dokter juga bisa meminta anak untuk menjalani prosedur operasi untuk mengencangkan otot sfingter esofagus guna mencegah asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan.Akan tetapi, prosedur ini hanya akan dilakukan jika bayi Anda mengalami gangguan pertumbuhan dan pernapasan akibat GERD.

Kapan harus ke dokter?

Berikut adalah beberapa kondisi terkait yang mengharuskan bayi Anda dibawa ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut.
  • Tidak mengalami kenaikan berat badan
  • Sering memuntahkan makanannya atau isi lambungnya dari mulut
  • Memuntahkan cairan berwarna hijau atau kuning
  • Memuntahkan darah atau sesuatu yang terlihat seperti ampas kopi
  • Menolak makan
  • Fesesnya berdarah
  • Sulit bernapas
  • Batuk-batuk kronis
  • Marah dan menangis secara tak lazim setelah makan.
Berbagai gejala di atas dapat mengindikasikan kondisi medis yang serius, seperti GERD atau tersumbatnya saluran pencernaan. Segeralah datang ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.Jika Anda memiliki pertanyaan seputar kesehatan bayi, jangan ragu untuk langsung bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga.
asam lambungbayi & menyusuigerd
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gerd/symptoms-causes/syc-20361940
Diakses pada 29 Juli 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/gerd/recognize-gerd-infants#spitting-up-and-vomiting
Diakses pada 29 Juli 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/infant-acid-reflux/diagnosis-treatment/drc-20351412
Diakses pada 29 Juli 2021
 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait