Cara Mengatasi Anak Susah BAB dan Kemungkinan Penyebabnya


Anak susah BAB dapat diatasi dengan mendapat cukup cairan, mengonsumsi makanan berserat, hingga menggunakan pelunak feses. Kondisi ini bisa disebabkan oleh kebiasaan menahan buang air besar, kurang serat, atau alergi susu sapi.

0,0
29 Oct 2019|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Anak susah BAB bisa terjadi akibat kekurangan seratKurang serat bisa menyebabkan anak susah BAB
Susah buang air besar atau sembelit pada anak bisa membuat orangtua khawatir. Namun, terdapat beberapa cara mengatasi anak susah BAB yang dapat dilakukan, baik dengan perawatan di rumah ataupun sesuai anjuran dokter.
Walaupun gangguan pencernaan ini umumnya bukanlah masalah serius, kondisi sembelit yang menjadi kronis dapat mengiritasi atau merobek lapisan anus sehingga membuat BAB semakin terasa menyakitkan, bahkan bisa menyebabkan wasir.

Apa itu susah buang air besar atau sembelit?

Sembelit merupakan masalah yang umum terjadi pada anak. Ketika anak sembelit, mereka akan kesulitan untuk mengeluarkan fesesnya, bahkan terkadang sampai merasa kesakitan.Sebagian besar kasus anak susah BAB hanya bersifat sementara dan bukan masalah yang serius. Namun, pada beberapa kasus tertentu, kondisi ini kadang menjadi indikasi adanya masalah serius atau menyebabkan komplikasi.Ketika si kecil mengalami susah BAB, akan ada tanda-tanda yang dapat terjadi, seperti sakit perut, BAB kurang dari tiga kali dalam seminggu, mengejan dengan kuat, tinja yang keras dan kering, terdapat bercak atau noda kecil tinja pada celana dalam anak, hingga adanya darah di permukaan tinja yang keras.Lantas, bagaimana cara mengatasi anak susah BAB?

Cara mengatasi anak susah BAB

Jika masalah susah BAB pada anak baru terjadi, Anda dapat mencoba mengatasinya melalui beberapa cara alami yang dapat dilakukan di rumah, sebelum berkonsultasi ke dokter. Hal tersebut dapat menjadi pertolongan pertama sembelit pada anak.Berikut adalah beberapa cara mengatasi anak susah BAB yang dapat Anda lakukan:

1. Mendapat cukup cairan

Cara mengatasi sembelit pada anak adalah dengan mendapat cukup cairan. Ketika terkena sembelit, anak harus mendapat cairan yang cukup agar pencernaannya dapat bekerja dengan baik untuk mengeluarkan feses. Anak berusia 4-8 tahun membutuhkan sekitar 5 gelas air putih setiap harinya, sedangkan anak berusia 9 tahun ke atas membutuhkan 8-10 gelas. Kurang minum bisa memperburuk kondisi anak.

2. Minum jus buah

Minum jus buah dapat membantu mengatasi anak susah BAB karena umumnya mengandung pemanis sorbitol yang dapat berfungsi sebagai pencahar.Jus apel, jus prune, atau jus pir merupakan pilihan yang tepat. Namun, jangan memberikannya secara berlebihan.

3. Mengonsumsi makanan berserat

Cara mengatasi susah BAB pada anak selanjutnya adalah mengonsumsi makanan berseratUntuk mengatasi anak susah BAB, tambahkan lebih banyak asupan yang mengandung serat dalam makanan anak, baik buah, sayur, sereal berserat tinggi, kacang-kacangan, maupun biji-bijian. Makanan berserat tinggi penting untuk memperlancar BAB anak.

4. Hindari makanan cepat saji

Cara mengatasi anak susah BAB dapat pula dilakukan dengan menjauhkannya dari makanan cepat saji. Pastikan anak tidak mengonsumsi makanan cepat saji dan junk food karena dapat memperlambat pencernaan sehingga memperburuk masalah sembelitnya. Jauhkan dulu ia dari kentang goreng, hamburger, gorengan, keripik kentang, dan lainnya.

5. Batasi konsumsi soda dan teh

Kandungan kafein yang banyak di dalam teh dan soda dapat membuat susah BAB anak semakin parah. Selain itu, mengonsumsinya bisa membuat perut kembung dan terasa tidak nyaman. Jadi, batasi pemberian kafein pada anak.

6. Mengonsumsi makanan yang mengandung probiotik

Anda dapat memberi makanan yang mengandung probiotik, misalnya yogurt plain sebagai cara mengatasi sembelit pada anak. Asupan tersebut dapat memperbaiki kesehatan pencernaan dengan meningkatkan bakteri baik di dalamnya.

7. Menggunakan pelunak feses

Cara mengatasi sembelit pada anak dapat dilakukan dengan menggunakan pelunak feses. Namun, gunakanlah pelunak feses yang diformulasikan untuk anak-anak. Obat anak susah BAB ini dapat mempermudah anak untuk buang air besar sehingga tidak keras lagi. Namun, pastikan menggunakannya sesuai dengan petunjuk penggunaan agar Anda tidak keliru.

8. Biasakan anak BAB secara teratur

Solusi anak susah BAB berikutnya adalah membiasakan ia BAB secara teratur. Supaya tidak lagi sembelit, akan lebih baik jika anak terbiasa BAB sekali atau dua kali dalam sehari. Waktu yang tepat untuk BAB adalah setelah makan. BAB secara teratur bisa membuat anak terhindar dari masalah pencernaan yang mengganggu.

Penyebab anak susah BAB

Terdapat banyak faktor yang dapat menyebabkan anak mengalami konstipasi. Hal ini umumnya berkaitan dengan gaya hidup anak.Adapun beberapa penyebab anak susah BAB, di antaranya:

1. Menahan BAB

Anak biasanya akan menahan keinginan untuk BAB karena takut pergi ke toilet atau tidak ingin istirahat dari waktu bermainnya.Selain itu, beberapa anak mungkin juga menahan BAB karena tidak mau menggunakan toilet umum saat tidak berada di rumah, atau takut merasa sakit saat BAB. Sering menahan BAB dapat menyebabkan anak menjadi susah untuk BAB karena tinja menjadi keras.

2. Masalah toilet training

Ketika Anda memulai toilet training terlalu dini untuk anak, mereka dapat memberontak dan menahan diri untuk BAB. Anak pun akan mengabaikan keinginannya untuk BAB sehingga bisa menjadi kebiasaan. Lama kelamaan, hal ini tentu dapat menjadi penyebab anak balita susah BAB.

3. Kurang serat

Serat dapat mendorong pergerakan usus sehingga memudahkan anak untuk BAB, namun banyak anak mengalami kurang serat karena tidak cukup makan buah, sayur, dan biji-bijian.Terlalu banyak mengonsumsi makanan padat yang tidak diimbangi dengan cukup serat juga bisa memicunya. Ketika kurang serat, tinja anak menjadi keras, kering, dan susah dikeluarkan.

4. Kurang cairan

Minum air putih dapat membantu serat memperlancar pencernaan sehingga mudah untuk BAB.Namun, kurangnya cairan dalam tubuh dapat membuat anak mengalami susah BAB. Bukan hanya itu, anak juga dapat terkena dehidrasi.

5. Perubahan dalam rutinitas

Setiap perubahan dalam rutinitas anak, seperti melakukan perjalanan, terkena cuaca panas, atau stres dapat memengaruhi fungsi usus. Anak-anak juga lebih rentan mengalami susah BAB ketika dirinya mulai bersekolah.

6. Obat-obatan tertentu

Obat-obatan tertentu, seperti obat penghilang rasa sakit, antasida, dan obat antidepresan dapat menyebabkan sembelit pada anak sebagai efek sampingnya.

7. Alergi susu sapi

Alergi susu sapi atau terlalu banyak mengonsumsi produk susu, terkadang dapat menjadi penyebab balita susah BAB.Ketika mengalami alergi susu sapi, mungkin tak hanya susah BAB yang dapat dirasakan, namun juga disertai gejala lain seperti ruam, mual, ataupun muntah.

8. Kondisi medis

Sembelit bisa terjadi karena kondisi medis tertentu, seperti hipotiroidisme (kelenjar tiroid kurang aktif), masalah metabolisme, ataupun sistem pencernaan. Namun, kondisi-kondisi ini jarang terjadi pada anak-anak.

Kapan harus membawa anak ke dokter?

Bila cara mengatasi susah BAB pada anak tersebut tidak mempan, maka Anda dapat berkonsultasi pada dokter anak. Dokter dapat meresepkan pencahar ringan atau pelunak feses yang ramah digunakan anak.Selain itu, segera bawa anak Anda ke dokter jika mengalami sejumlah gejala berikut:
  • Susah BAB berlangsung lebih dari 2 minggu
  • Demam
  • Tidak mau makan
  • Adanya darah di tinja
  • Pembengkakkan perut
  • Penurunan berat badan
  • Nyeri saat BAB
  • Ada bagian usus yang keluar dari anus.
Kondisi-kondisi tersebut bisa menandakan adanya masalah yang serius pada tubuh anak Anda, dan harus segera mendapat penanganan.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar anak susah BAB, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
penyakit anakkesehatan anakanak sakitfeses
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/constipation-in-children/symptoms-causes/syc-20354242
Diakses pada 29 Oktober 2019
Web MD. https://www.webmd.com/children/child-constipated#1
Diakses pada 29 Oktober 2019
Web MD. https://www.webmd.com/first-aid/treating-constipation-in-children
Diakses pada 09 November 2020
Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/abdominal/Pages/Constipation.aspx
Diakses pada 29 Oktober 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/constipation-in-kids#treatment
Diakses pada 09 November 2020
Web MD. https://www.webmd.com/children/guide/constipation-treatment
Diakses pada 14 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait