logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Mental

Orang Caper Bikin Tak Nyaman, Gangguan Mental Bisa Jadi Pemicunya

open-summary

Cari perhatian atau caper adalah tindakan atau perilaku seseorang yang ingin dipuji atau diperhatikan secara berlebihan. Penyebab caper dipicu oleh kesepian hingga gangguan mental tertentu.


close-summary

3.64

(28)

16 Okt 2020

| Arif Putra

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Caper adalah singkatan dari cari perhatian yang bertujuan memancing pujian dari orang lain secara berlebihan.

Individu caper atau cari perhatian suka memancing pujian dengan orang lain secara berlebihan

Table of Content

  • Caper alias cari perhatian, seperti apa contohnya?
  • Penyebab caper atau cari perhatian yang kadang menyebalkan
  • Membantu orang terdekat yang caper berlebihan

Melihat orang di sekitar memiliki perilaku caper alias cari perhatian mungkin membuat Anda sebal dan tak nyaman. Anda mungkin bisa menoleransi perilaku caper jika tidak mengganggu atau hanya ditunjukkan sesekali. Sebenarnya, perilaku caper itu apa dan bagaimana jika cari perhatian tersebut berlebihan dan terus-menerus dilakukan? 

Advertisement

Ternyata, perilaku caper atau cari perhatian ternyata dapat memiliki penyebab beragam. Bahkan, penyebab perilaku caper adalah gejala gangguan mental tertentu yang membutuhkan empati Anda untuk membantunya.

Caper alias cari perhatian, seperti apa contohnya?

Bagi orang dewasa, perilaku caper dan cari perhatian yang tidak pada tempatnya dapat menyebalkan orang di sekitarnya. Perilaku tersebut ia lakukan demi mendapatkan perhatian, kekaguman, dan pujian orang dari orang lain. Berikut ini beberapa contoh perilaku caper alias cari perhatian:

  • Memancing pujian dengan menunjukkan prestasi
  • Senantiasa mencari validasi dari orang lain
  • Melakukan tindakan kontroversial untuk memancing reaksi dari orang lain
  • Membesar-besarkan dan memperindah cerita untuk mendapat pujian atau simpati dari orang lain
  • Pura-pura tidak dapat melakukan sesuatu sehingga seseorang akan mengajari dan membantunya

Penyebab caper atau cari perhatian yang kadang menyebalkan

Caper atau cari perhatian dapat disebabkan oleh beragam hal, mulai dari ‘sesederhana’ kecemburuan hingga gangguan mental tertentu yang diidapnya. Berikut ini beberapa penyebab perilaku caper atau cari perhatian:

1. Memiliki rasa iri dan cemburu

Pelaku caper dapat terjadi saat seseorang memiliki rasa iri dan cemburu pada orang lain. Kecemburuan ini bisa muncul karena ia merasa terancam oleh orang lain yang lebih mendapatkan perhatian.

2. Memiliki self-esteem yang rendah

Harga diri atau self-esteem adalah istilah yang mencakup bagaimana seseorang melihat dirinya sendiri. Apabila seseorang individu merasa dirinya ‘tak terlihat’, ia mungkin akan mencari perhatian sebagai cara untuk untuk mengembalikan percaya dirinya.

Maka tak heran, orang yang cari perhatian akan mencari validasi agar ia juga melihat dirinya sendiri lebih baik dan berharga dibanding orang lain.

3. Merasa kesepian

Saat merasa kesepian, beberapa orang mungkin akan melakukan perilaku caper atau cari perhatian. Perilaku ini bisa muncul walau individu tersebut normalnya tak memiliki sifat caper.

4. Mengidap gangguan kepribadian histrionik

Gangguan kepribadian histrionik (histrionic personality disorder) adalah gangguan kepribadian yang ditandai perasaan tidak nyaman pada seseorang jika ia tidak menjadi pusat perhatian. Individu dengan gangguan ini memiliki hasrat untuk terus diperhatikan dan sering bertindak dramatis untuk mencari dan mendapatkan perhatian dari orang lain.

Ada beberapa ciri yang mungkin akan ditunjukkan individu dengan gangguan kepribadian histrionik. Diagnosis dengan gangguan tersebut harus memenuhi minimal lima kriteria berikut ini:

  • Merasa tak nyaman apabila tidak menjadi pusat perhatian
  • Menunjukkan perilaku provokatif atau menggoda orang lain
  • Memiliki emosi yang cepat berubah
  • Mengandalkan penampilan untuk bisa menarik perhatian
  • Berbicara dengan tidak jelas namun ingin membuat orang lain terkesan
  • Menunjukkan emosi yang berlebihan atau dramatis
  • Memaksakan hubungan yang dimiliki menjadi lebih intim, walau sebenarnya hubungan tersebut biasa saja

5. Memiliki gangguan kepribadian narsistik

Perilaku caper atau cari perhatian juga dapat menjadi gejala dari gangguan kepribadian narsistik. Individu dengan gangguan ini berusaha mendapatkan rasa kagum dari orang lain namun ia memiliki rasa empati yang kecil.

Untuk didiagnosis gangguan kepribadian narsistik, penderitanya harus menunjukkan minimal lima gejala berikut ini:

  • Cenderung mementingkan diri sendiri
  • Mengidamkan kekuasaan, sukses tanpa batas, dan hal ideal lain seperti penampilan dan percintaan
  • Terlalu percaya pada keunikan diri sendiri bahwa mereka hanya boleh bergaul dengan orang yang memiliki status sosial tinggi
  • Menuntut kekaguman dari orang lain secara berlebihan
  • Menuntut perhatian dan perilaku berlebih dari orang lain
  • Mengambil keuntungan dari orang lain untuk mencapai tujuan mereka sendiri
  • Enggan untuk memahami kebutuhan dan perasaan orang lain
  • Iri pada orang lain dan percaya bahwa orang lain iri pada mereka
  • Memiliki sikap atau perilaku angkuh dan sombong

6. Mengidap gangguan kepribadian ambang

Gangguan kepribadian ambang (borderline personality disorder) adalah gangguan yang ditandai dengan pola emosi yang tidak stabil, perilaku impulsif, citra diri yang terganggu, dan hubungan yang tak stabil. Penderita gangguan ini boleh jadi menunjukkan perilaku caper, disertai dengan gejala-gejala berikut ini:

  • Perasaan takut akan ditinggalkan oleh orang lain
  • Hubungan interpersonal yang intens dan tidak stabil, sesekali ia akan mengidolakan orang lain namun di lain waktu ia akan mengira orang lain tersebut jahat
  • Perubahan dan tidak stabilnya citra diri yang dimiliki
  • Melakukan perilaku impulsif yang berpotensi merusak diri sendiri
  • Berulang kali berusaha merugikan diri sendiri atau mencoba perilaku bunuh diri
  • Lekas marah, merasa cemas, atau merasa sedih yang berlebihan
  • Adanya perasaan hampa yang kronis
  • Memiliki kemarahan yang sering kali sulit dikendalikan
  • Mengalami paranoid yang berkaitan dengan stres atau mengalami disosiasi (terputusnya diri dari realita)
Cewek depresi
Selain cenderung cari perhatian, penderita gangguan kepribadian ambang sebenarnya seringkali merasa hampa

Baca Juga

  • Membantu Orang Sampai Kewalahan, Hati-Hati Terjebak Messiah Complex
  • Triskaidekaphobia, Phobia pada Angka 13
  • 4 Manfaat Sosialisasi dengan Orang Lain Bagi Kesehatan

Membantu orang terdekat yang caper berlebihan

Perilaku caper atau cari perhatian mungkin kadang membuat Anda tak nyaman dengan orang terdekat. Namun, apabila Anda mengidentifikasi gejala lain yang merujuk pada gangguan mental di atas, Anda sangat disarankan untuk membantu orang terkasih tersebut.

Anda bisa membantunya untuk menemui ahli kesehatan mental. Sebab, perilaku caper yang tidak ditangani dapat berujung bahaya bagi dirinya dan orang lain.

Advertisement

gangguan mentalkesehatan mentalkesepiangangguan kepribadian ambanggangguan kepribadian

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved