Perbedaan Bronkitis dan Bronkopneumonia yang Perlu Anda Ketahui


Beda bronkitis dan pneumonia adalah biang penyebab infeksi di saluran pernapasan. Penyebab bronkitis adalah virus flu, sementara penyebab bronkopneumonia adalah bakteri, zat kimia, dan jamur.

(0)
Ditinjau olehdr. Reni Utari
beda bronkitis dan pneumonia adalah penyebab infeksinyaSama-sama menyerang paru, bronkitis dan bronkonpeumonia adalah dua penyakit yang beda
Bronkitis dan bronkopneumonia adalah penyakit yang terjadi akibat infeksi pada saluran pernapasan. Keduanya bisa memiliki kesamaan gejala yang kadang sulit dibedakan. Meski demikian, ada perbedaan yang mendasar antara bronkitis dan bronkopneumonia. Penyakit bronkitis yang tidak diobati kadang dapat berkembang menjadi bronkopneumonia. Agar Anda dapat mengetahui lebih lanjut seputar kondisi ini, mari kenali perbedaan bronkitis dan bronkopneumonia berdasarkan gejala dan penyebabnya berikut ini.

Beda penyebab bronkitis dan bronkopneumonia

Bronkitis adalah infeksi pada cabang saluran pernapasan (bronkus) yang menyebabkannya teriritasi dan meradang.Sementara itu, bronkopneumonia adalah salah satu jenis dari penyakit pneumonia. Pneumonia itu sendiri adalah peradangan yang menyebabkan penumpukan cairan atau nanah dalam kantong udara kecil di paru-paru (alveolus). Namun pada kasus bronkopneumonia, peradangan juga ikut memengaruhi bronkus dan bronkiolus.Jika bronkus dan bronkiolus adalah saluran penghubung keluar masuknya udara ke paru-paru, alveolus adalah kantung udara yang menjadi tempat pertukaran karbondioksida dengan oksigen bersih yang baru dihirup.Infeksi virus influenza tipe A dan B adalah penyebab utama dari sebagian besar kasus bronkitis. Coronavirus juga bisa menyebabkan bronkitis.Sebaliknya, penyebab bronkopneumonia yang paling umum adalah infeksi bakteri, seperti Staphylococcus aureus, Klebsiella pneumoniae, dan Escherichia coli.Meski beda penyebab utamanya, bronkitis dan bronkopneumonia dapat dipicu dengan menghirup zat iritan, seperti kabut asap, bahan kimia dalam produk rumah tangga, atau asap rokok.[[artikel-terkait]]

Perbedaan gejala bronkitis dan bronkopneumonia

Peradangan dalam paru yang disebabkan infeksi baik oleh bakteri maupun virus mengakibatkan saluran napas menghasilkan lebih banyak lendir dahak (mukus).Produksi dahak ini sebetulnya merupakan cara alami tubuh untuk melawan infeksi. Meski demikian, semakin banyak dahak yang dihasilkan membuat saluran pernapasan menjadi sempit sehingga menyebabkan sesak napas (napas pendek).Semakin banyak dahak yang dihasilkan juga membuat tubuh semakin sering berusaha untuk mengeluarkan “limbah” tersebut dengan batuk terus-menerus. Oleh karena itu, dua gejala utama dari bronkitis dan bronkopneumonia adalah batuk berdahak terus-menerus dan sesak napas. Gejala batuk berdahak yang disebabkan oleh bronkitis dan bronkopneumonia cenderung kental dan berwarna hijau atau kekuningan. Akan tetapi, bronkitis dan bronkopneumonia juga memiliki banyak perbedaan gejala penyerta.Bronkitis itu sendiri terbagi menjadi dua jenis, yaitu bronkitis akut yang biasanya berlangsung sekitar 3 minggu dan bronkitis kronis yang bertahan sekitar 3 bulan terus-menerus atau setidaknya 2 tahun berturut-turut. Bronkitis kronis termasuk dari kelompok penyakit yang disebut penyakit paru-paru obstruktif kronis (PPOK).Gejala bronkitis akut dapat meliputi:
  • Kelelahan
  • Nyeri tenggorokan
  • Hidung berair
  • Hidung tersumbat
  • Demam, menggigil
  • Nyeri badan dan sakit kepala ringan.
Jenis bronkitis akut dapat dialami oleh orang di segala usia, tapi lebih umum menyerang anak-anak berusia di bawah 5 tahun. Bronkitis akut pada anak biasanya sering terjadi menyusul setelah sembuh dari batuk pilek biasa, sakit tenggorokan, atau sehabis flu.Di sisi lain, bronkitis kronis kebanyakan memengaruhi orang dewasa di atas usia 40. Gejala batuk yang dialami penderita bronkitis kronis akan berlangsung terus-menerus selama lebih dari 3 bulan, atau dalam bentuk serangan berulang (kambuhan) dalam kurun waktu 2 tahun berturut-turut.Batuk berdahak dari bronkitis kronis dapat disertai dahak jernih, kuning, putih atau hijau. Beberapa gejala bronkitis kronis lainnya adalah napas pendek, bersin-bersin, kelelahan, dan rasa tidak nyaman di area dada. Sementara itu, bronkopneumonia biasanya disertai dengan gejala seperti:
  • Kelelahan
  • Demam tinggi
  • Menggigil
  • Nyeri di dada terutama ketika bernapas atau batuk
  • Berkeringat
  • Mual/muntah
  • Diare
  • Napas pendek atau cepat
  • Kebingungan atau delirium (pada lansia)
  • Bibir kebiruan karena kurang oksigen
  • Tidak nafsu makan
  • Pegal-pegal
  • Sakit kepala
Oleh karena gejala bronkitis dan bronkopneumonia banyak memiliki persamaan, ada baiknya berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui lebih jelas mengenai kondisi Anda.

Bronkitis bisa berubah jadi bronkopneumonia

Ada banyak perbedaan antara bronkitis dan bronkopneumonia yang dapat Anda amati. Pasalnya, bronkitis dan bronkopneumonia adalah dua jenis penyakit infeksi dengan penyebab berbeda dan menyerang dua organ yang berbeda pula.Meski demikian, tak menutup kemungkinan dalam beberapa kasus bronkitis bisa berubah menjadi pneumonia. Ini terjadi ketika infeksi menyebar dari saluran udara (bronkus) ke kantung udara di paru-paru (alveolus).Selain itu, risiko bronkitis berkembang menjadi bronkopneumonia  juga dapat terjadi akibat sistem kekebalan tubuh yang melemah. Maka itu, penting untuk mengenali beda gejala bronkitis dan pneumonia dan mengunjungi dokter setelah satu minggu jika gejala batuk berdahak yang dialami masih terjadi terus-menerus tanpa perbaikan.

Mencegah bronkitis berubah menjadi bronkopneumonia

Jika bronkitis yang dialami tidak kunjung sembuh, dokter akan meresepkan antibiotik. Dokter juga dapat meresepkan inhaler atau pengobatan lainnya jika Anda memiliki asma atau alergi yang parah.Terapi rehabilitasi paru-paru juga dapat membantu untuk meningkatkan kapasitas paru-paru penderita sehingga agar lebih mudah bernapas dan lebih produktif.Selama menjalani terapi dan pengobatan dari dokter, berikut hal-hal yang bisa Anda terapkan di rumah untuk mencegah bronkitis berubah menjadi bronkopneumonia:
  • Pasang humidifier (alat pelembap udara) untuk mengurangi frekuensi batuk.
  • Gunakan masker untuk mencegah penularan infeksi dan mencegah partikel asing lainnya masuk ke saluran pernapasan, seperti asap rokok, bau cat tembok, uap cairan pembersih, atau bahkan polusi udara dari luar rumah.
  • Berhenti merokok atau ingatkan anggota keluarga lainnya untuk tidak merokok di dalam rumah.
pneumoniapenyakit paru-paruradang saluran pernapasansesak napasradang paru-paruinfeksi paru-parugangguan pernapasanpenyakit paru obstruktif kronis
Healthline. https://www.health.com/cold-flu-sinus/bronchitis-vs-pneumonia
Diakses pada April 2019
WebMD. https://www.webmd.com/lung/is-it-bronchitis-or-pneumonia#3
Diakses pada April 2019
OnlyMyHealth. https://m.onlymyhealth.com/is-your-bronchitis-turning-into-pneumonia-1478691578
Diakses pada April 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait