Kenali Penyebab Brokitis dan Bronkopneumonia, Sama atau Berbeda?

Penyebab bronkitis adalah virus influenza dan bakteri
Bronkitis memiliki kesamaan gejala dengan pneumonia

Bronkitis dan pneumonia sama-sama terjadi karena adanya infeksi di saluran pernapasan. Keduanya bisa memiliki kesamaan gejala yang kadang sulit dibedakan. Meski demikian, ada perbedaan yang mendasar di antara keduanya. Pneumonia menyerang daerah kantung paru-paru, sementara bronkitis menyerang di daerah saluran batang paru yang berfungsi sebagai saluran penghubung keluar masuknya udara ke paru-paru.

Kebanyakan kasus bronkitis disebabkan oleh virus. Bronkitis terbagi menjadi dua jenis bronkitis, yaitu bronkitis akut yang disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri, dan bronkitis kronis yang diakibatkan peradangan jangka panjang di area paru-paru.

Bronkitis yang tidak diobati kadang bisa berkembang menjadi bronkopneumonia. Untuk mengetahui lebih lanjut seputar kondisi ini, mari kenali perbedaan bronkitis dan bronkopneumonia berdasarkan gejala dan penyebabnya!

Gejala Bronkitis dan Gejala Bronkopneumonia

Bronkitis dibedakan menjadi dua jenis, yaitu bronkitis akut dan bronkitis kronis. Berikut adalah gejala dari kedua jenis bronkitis ini:

1. Bronkitis Akut

Kelelahan, nyeri tenggorokan, hidung berair, hidung tersumbat, demam, menggigil, nyeri, dan sakit kepala ringan. Saat batuk, dahak akan berwarna hijau atau kekuningan. Bronkitis akut biasanya akan membaik dalam kurun waktu beberapa hari, namun batuknya tidak akan hilang hingga beberapa minggu.

2. Bronkitis Kronis

Batuk biasanya akan berlangsung lebih dari 3 minggu dan akan melalui siklus membaik dan memburuk. Bronkitis kronis merupakan kondisi dari kelompok penyakit yang disebut penyakit paru-paru obstruktif kronis (PPOK). Beberapa gejala bronkitis kronis, yaitu napas pendek, bersin, kelelahan, dan rasa tidak nyaman di area dada.

Sementara itu, pneumonia biasanya disertai dengan batuk dan terkadang menghasilkan dahak yang berwarna kuning dan hijau. Beberapa gejala pneumonia, di antaranya:

  1. Kelelahan
  2. Demam tinggi
  3. Menggigil
  4. Nyeri di dada terutama ketika bernapas atau batuk
  5. Berkeringat
  6. Mual/muntah
  7. Diare
  8. Napas pendek
  9. Kebingungan (pada lansia)
  10. Bibir kebiruan karena kurang oksigen

Penyebab Bronkitis dan Penyebab Bronkopneumonia

Dalam kebanyakan kasus, virus flu adalah penyebab bronkitis utama yang sering terjadi. Akan tetapi, bronkitis juga bisa disebabkan oleh bakteri. Tubuh akan memberikan respons dengan melawan virus atau bakteri tersebut, sehingga menghasilkan dahak. Banyaknya dahak menyebabkan saluran pernapasan menjadi semakin sempit, yang kemudian dapat menyebabkan sesak napas (napas pendek).

Sedangkan, penyebab bronkopneumonia adalah bakteri pneumonia, zat kimia tertentu, jamur, mikoplasma (seperti bakteri), atau virus (virus yang juga menyebabkan flu dan pilek). 

Mencegah Bronkitis Berkembang Menjadi Bronkopneumonia

Mengidentifikasi gejala bronkitis dan pneumonia pada saat yang tepat memiliki peran krusial untuk mencegah timbulnya pneumonia. Oleh karena itu, disarankan untuk selalu memantau gejala yang ada dan mengunjungi dokter setelah satu minggu jika gejala masih dialami.

Hal ini bertujuan agar penyakit bronkitis tidak berkembang menjadi bronkopneumonia karena penyakit tersebut juga dapat terjadi akibat sistem kekebalan tubuh yang melemah. Berikut beberapa langkah untuk mencegah bronkitis berkembang menjadi bronkopneumonia:

  1. Pengobatan: Jika bronkitis yang dialami tidak kunjung sembuh, dokter akan meresepkan antibiotik. Selain itu, inhaler atau pengobatan lainnya juga diberikan jika memiliki asma atau alergi yang parah.

  2. Terapi: Jika memiliki bronkitis kronis, rehabilitasi paru-paru dapat membantu. Terapi ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas paru-paru penderita sehingga membuat penderita lebih mudah bernapas dan lebih produktif

  3. Kondisi rumah: Disarankan untuk menggunakan humidifier di rumah jika memiliki masalah bronkitis. Menghangatkan udara menjadi lebih lembap dapat membantu untuk mengurangi batuk.

  4. Penggunaan masker disarankan juga untuk mencegah adanya zat asing lainnya yang masuk ke saluran pernapasan, seperti cat tembok, cairan pembersih, atau bahkan polusi yang menggangu pernapasan.

Healthline. https://www.health.com/cold-flu-sinus/bronchitis-vs-pneumonia
Diakses pada April 2019

WebMD. https://www.webmd.com/lung/is-it-bronchitis-or-pneumonia#3
Diakses pada April 2019

OnlyMyHealth. https://m.onlymyhealth.com/is-your-bronchitis-turning-into-pneumonia-1478691578
Diakses pada April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed