Kebiasaan mencukur bulu ketika adalah salah satu penyebab timbulnya bisul ketiak
Meski menimbulkan nyeri, bisul di ketiak tidak berbahaya.

Timbulnya bisul di ketiak tentu dapat mengganggu. Selain terasa sakit, kondisi ini juga kerap dianggap sebagai penyakit yang memalukan. Meski begitu, bisul di ketiak umumnya bukan merupakan kondisi yang berbahaya.

Bisul di ketiak dapat muncul karena beberapa hal, umumnya berhubungan dengan kebiasaan-kebiasaan tertentu yang kerap dilakukan. Bisul umumnya dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari. Namun untuk mempercepat penyembuhannya, ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan.

Penyebab Munculnya Bisul di Ketiak

Bisul secara umum disebabkan oleh infeksi pada folikel rambut atau kelenjar minyak di kulit. Infeksi tersebut disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus, yang menumpuk di folikel rambut, dalam bentuk nanah dan sel kulit mati.

Penumpukan tersebut kemudian akan menyebabkan area yang terinfeksi menjadi berwarna kemerahan dan membesar. Semakin lama, bisul akan membesar seiring semakin menumpuknya nanah di area tersebut.

Pada bisul di ketiak, beberapa kondisi serta kebiasaan di bawah ini dapat memicu munculnya infeksi penyebab bisul.

1. Keringat Berlebih

Bisul di ketiak dapat dipicu oleh keringat berlebih akibat cuaca panas maupun aktivitas fisik seperti olahraga, dan Anda tidak membersihkan diri dengan baik. Hal ini dapat membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi seperti bisul.

2. Mencukur Rambut Ketiak

Ketiak merupakan tempat keringat dan sel kulit mati dapat menumpuk. Jika sering mencukur rambut ketiak, maka Anda akan lebih berisiko terkena infeksi bakteri di ketiak.

Aktivitas mencukur berpotensi menimbulkan luka atau terbukanya kulit secara tidak sengaja. Hal ini membuat bakteri dapat lebih mudah masuk ke bawah permukaan kulit dan menyebabkan infeksi.

3. Kebersihan Ketiak Kurang Terjaga

Apabila Anda tidak membersihkan ketiak secara rutin, maka sel kulit mata dapat menumpuk. Hal tersebut dapat memicu terbentuknya bisul di ketiak.

4. Sistem Imun Terganggu

Saat sistem kekebalan tubuh Anda sedang terganggu, tubuh akan lebih sulit untuk melawan infeksi bakteri. Itulah sebabnya, bisul juga umum terjadi pada orang yang mengalami diabetes melitus, kanker, maupun alergi.

Selain ke-empat penyebab di atas, kurangnya nutrisi serata adanya kerusakan kulit juga bisa menjadi faktor risiko munculnya bisul di ketiak. Sebab, orang yang kekurangan nutrisi, sistem imun di tubuhnya juga akan terganggu dan kerusakan kulit seperti akibat eksim, akan membuat bakteri menjadi lebih mudah masuk ke tubuh.

Cara Menyembuhkan Bisul di Ketiak

Meski terkadang sulit untuk ditahan, jangan berusaha untuk memencet atau memecahkan bisul tersebut. Memencet atau memecahkan bisul dengan tangan, dapat membuat bakteri kembali masuk ke lapisan bawah kulit, dan menyebabkan infeksi pada kulit.

Bisul di ketiak umumnya dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 2 minggu. Namun, ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan sebagai cara mengobatinya, maupun untuk meredakan gejala nyeri yang ditimbulkan bisul.

  • Kompres bisul dengan air hangat. Bila memungkinkan, letakkan kompres hangat selama 20 menit, sebanyak tiga hingga empat kali sehari. Hal ini akan membantu cairan di dalam bisul untuk keluar dan mengering. 
  • Berhenti bercukur. Apabila munculnya bisul disebabkan oleh mencukur rambut ketiak, Anda perlu menghentikannya untuk sementara, hingga bisul benar-benar sembuh, untuk menghindari penyebaran bakteri lebih jauh.
  • Bersihkan bisul. Anda dapat menggunakan sabun antibakteri untuk membersihkan area kulit yang mengalami bisul.
  • Minum obat antibiotik. Obat antibiotik bisa diberikan oleh dokter setelah dokter mengeluarkan cairan bisul dengan alat streril, untuk membantu mempercepat penyembuhan.

Jika bisul tidak juga sembuh dan kemunculannya disertai dengan demam, kulit di sekitarnya kemerahan, serta ada pembengkakan di kelenjar getah bening, segera hubungi dokter untuk mendapatkan perawatan segera.

Anda juga disarankan untuk segera berkonsultasi ke dokter apabila bisul bertambah parah meski telah dilakukan pengobatan dan munculnya disertai dengan rasa sakit yang parah, jumlah bisul bertambah, atau Anda memiliki riwayat diabetes, atau memiliki penyakit yang berhubungan dengan imunitas.

Healthline. https://www.healthline.com/health/boils-under-arm
Diakses pada 11 April 2019

WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/guide/boils#1
Diakses pada 11 April 2019

Medicinet. https://www.medicinenet.com/boils/article.htm
Diakses pada 11 April 2019

WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/ss/slideshow-boils
Diakses pada 25 Oktober 2019

Better Health. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/boils
Diakses pada 25 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed