5 Penyebab Bintik Merah Setelah Demam pada Anak yang Perlu Diwaspadai

(0)
05 Apr 2021|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Bintik merah setelah demam dapat disebabkan oleh infeksi virus atau bakteriBintik merah setelah demam dapat mengindikasikan gejala penyakit karena virus atau bakteri
Demam merupakan pertanda sistem kekebalan tubuh tengah berupaya memerangi infeksi. Ini adalah kondisi alami yang biasa terjadi di segala usia. Beberapa infeksi tertentu dapat menyebabkan muncul bintik merah setelah demam.Bintik merah di kulit tersebut dapat terasa gatal dan bisa juga tidak. Sebagian mungkin menular, sementara sebagian lagi tidak. Semuanya tergantung jenis infeksi yang menyebabkan bintik merah setelah demam ini.

Penyebab bintik merah setelah demam pada anak

Anak-anak dapat mengalami bintik merah pada kulit setelah demam. Umumnya, bintik merah setelah demam merupakan gejala gangguan kesehatan yang disebabkan infeksi virus, walaupun ada juga yang disebabkan bakteri dan patogen lainnya.Beberapa penyebab bintk merah setelah demam pada anak, di antaranya:

1. Roseola

Roseola adalah penyakit yang disebabkan oleh herpesvirus 6 atau herpesvirus 7. Penyakit ini umumnya menginfeksi anak-anak yang berusia di bawah 2 tahun. Kondisi ini sering kali dapat sembuh sendiri dalam 3-7 hari.Gejala roseola adalah demam mendadak yang mungkin baru muncul setelah 5-15 hari sejak anak terkena virus. Setelah mereda, anak dapat mengalami bintik merah setelah demam di area leher dan badan.Bintik merah karena roseola umumnya tidak terasa gatal dan hanya berlangsung beberapa jam atau beberapa hari saja.

2. Demam scarlet

Bintik merah pada kulit setelah demam juga dapat mengindikasikan gejala demam scarlet, yaitu gangguan kesehatan akibat infeksi bakteri Streptococcus grup A. Pada demam scarlet, bintik merah dapat muncul 1-2 hari sejak demam dimulai atau 7 hari kemudian.Bintik merah pada anak dimulai dari leher, ketiak, atau selangkangan, lalu menyebar ke seluruh bagian tubuh lainnya. Bintik merah akibat demam scarlet terasa kasar dan kulit akan mengelupas saat ruam setelah demam memudar.

3. Penyakit kelima (Fifth disease)

Penyakit kelima atau eritema infectiosum adalah gangguan kesehatan karena infeksi Parvovirus B19 yang biasa menyerang anak-anak. Penyakit ini memiliki gejala ruam setelah demam yang muncul di pipi sehingga tampak merah.Selain itu, bintik merah setelah demam juga muncul di tubuh, bokong, lengan, dan kaki. Ruam karena penyakit kelima dapat menyebabkan gatal dan dapat bertahan beberapa minggu.

4. Campak

Ruam merah setelah demam karena campak biasanya mulai muncul di area belakang telinga. Ruam kemudan menyebar pada wajah, leher, dan bagian tubuh lainnya.Penyakit yang disebabkan oleh virus rubeola ini sangat mudah menular. Campak dapat menjadi kondisi yang serius dan dapat mengancam jiwa. Sebaiknya berikan imunisasi campak pada anak sesuai anjuran dokter.

5. Penyakit tangan, kaki, dan mulut

Bintik merah setelah demam merupakan salah satu gejala dari penyakit tangan, kaki, dan mulut atau flu Singapura. Penyakit ini sering terjadi pada anak di bawah usia 5 tahun dan disebabkan oleh infeksi beberapa virus yang berbeda.Flu Singapura biasanya akan dimulai dengan gejala demam. Setelah itu, 1-2 hari kemudian mulai muncul luka dan bintik merah pada kulit setelah demam. Kondisi ini umumnya sembuh sendiri, tapi luka yang muncul dapat menyakitkan.

Cara mengobati berbagai penyebab bintik merah setelah demam

Anak minum air putih
Minum air putih direkomendasikan untuk membantu proses penyembuhan
Pengobatan untuk bintik merah pada kulit setelah demam harus disesuaikan dengan penyebabnya. Umumnya, bintik merah setelah demam dapat membaik dengan sendirinya setelah penyakit yang jadi penyebabnya telah sembuh.Khusus untuk bintik merah karena demam scarlet yang disebabkan oleh bakteri, penanganan medis diperlukan untuk mengatasinya. Dokter akan meresepkan antibiotik sebagai pengobatan dan pencegahan terjadinya komplikasi.Apabila bintik merah setelah demam disebabkan oleh virus, maka pemberian antibiotik tidak akan efektif menangani kondisi ini. Untuk mengatasinya, diperlukan upaya untuk memperkuat sistem imun tubuh, seperti:
  • Banyak beristirahat
  • Banyak minum untuk mengganti cairan tubuh yang hilang saat demam
  • Menjaga asupan gizi untuk memperkuat sistem imun tubuh
  • Konsumsi suplemen atau vitamin jika diperlukan.
Pemberian obat sesuai gejala juga dapat membantu. Misalnya, dengan pemberian obat pereda nyeri atau obat pereda gatal. Dokter juga mungkin meresepkan salep untuk mengatasi bekas ruam setelah demam yang tersisa di permukaan kulit.Jika ruam tidak menular, pasien umumnya dapat beraktivitas kembali setelah 24 jam sejak demam mereda. Namun, jika ruam dapat menular pada orang lain, maka pasien sebaiknya menjaga jarak dengan orang lain hingga benar-benar sembuh.Hubungi dokter secepatnya apabila saat terjadi demam yang menyebabkan bintik merah, anak mengalami radang tenggorokan (apalagi sampai menyebabkan sulit makan dan minum), kejang, demam di atas 38,8°C selama 24 jam atau lebih, atau demam telah mendekati angka 40°C.Jika Anda punya pertanyaan seputar kesehatan anak, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
demamcampakdemam skarletruam kulit
Web MD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/what-is-roseola
Diakses 22 Maret 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/rash-after-fever-in-toddlers
Diakses 22 Maret 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322690#causes
Diakses 22 Maret 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/326462#shingles
Diakses 22 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait