Beberapa Penyebab Bintik Merah pada Penis Karena Hubungan Seks Berisiko

Ada tiga infeksi menular seksual yang menjadi penyebab bintik merah pada penis, yakni sifilis, herpes genital, dan balanitis
Anda mungkin menjadi malu dan bingung, apabila menemukan bintik merah pada organ kemaluan Anda

Seks dapat menjadi aktivitas yang menyenangkan, sekaligus bermanfaat untuk kesehatan. Hanya saja, apabila Anda sembrono, hubungan seks berisiko dapat menimbulkan beragam infeksi menular seksual, yang malah mengganggu kehidupan percintaan.

Salah satu ciri Anda tertular infeksi menular seksual adalah terdapat bintik merah pada penis. Kenali gejala pembedanya, agar Anda bisa lebih berhati-hati.

3 Infeksi menular seksual ini sebabkan bintik merah pada penis

Ada banyak penyakit yang menimbulkan bintik merah pada penis. Untuk penyakit atau infeksi menular seksual, setidaknya ada tiga jenis penyebab kondisi ini, yang menjadi buah dari hubungan seks berisiko.

Infeksi menular seksual berikut ini bisa menjadi penyebab bintik merah pada penis.

1. Herpes genital

Herpes genital merupakan infeksi menular seksual, yang disebabkan oleh virus herpes simpleks 2 (HSV-2). Virus ini dapat masuk ke tubuh Anda, apabila melakukan hubungan seks berisiko dengan penderita infeksi ini.

Herpes genital dapat menimbulkan bintik merah pada penis dan area kelamin Anda yang lain. Misalnya, di skrotum, paha, pantat, bahkan mulut (ditularkan melalui seks oral). Selain itu, penderita herpes genital juga bisa merasakan sakit, gatal, lepuh yang dapat berdarah, serta jaringan parut atau saat bisul membaik.

Herpes tidak dapat disembuhkan. Namun untuk meringankan gejala dan mencegah penularan, dokter akan memberikan obat valacyclovir atau acyclovir.

2. Sifilis

Infeksi sifilis mungkin sudah sering Anda dengar, karena umum diderita oleh orang kerap melakukan hubungan seksual berisiko. Sifilis merupakan salah satu infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakter Treponema pallidum.

Salah satu ciri dari sifilis adalah bintik merah pada penis. Selain itu, Anda juga mungkin mengalami demam dengan suhu 38,5 derajat Celcius atau lebih, ruam di kulit tubuh lain, pembengkakan kelenjar getah bening, sakit kepala, hingga mengalami kelumpuhan (paralisis).

Apabila Anda mengalami gejala sifilis di atas, segera cari pertolongan dokter. Obat untuk pengobatan silifis di tahap awal dapat berupa benzathine, penicillin, ceftriaxone, dan doxycycline.

Selain itu, jangan lakukan hubungan seks, hingga pemeriksaan berikutnya menyatakan bahwa Anda sudah sembuh dari sifilis.

3. Balanitis

Penyakit balanitis adalah peradangan pada kepala penis. Peradangan ini dapat terjadi karena infeksi, atau kebersihan area genital yang buruk. Selain itu, balanitis juga sering terjadi pada pria yang tidak disunat (khitan).

Selain menyebabkan bintik merah pada penis, gejala lain dari balanitis yakni pembengkakan sekitar penis, rasa gatal, sakit saat buang air kecil, serta kulit penis yang melekat dan tidak bisa ditarik kembali. Anda juga dapat menemukan penumpukan cairan di bawah kulit kepala penis.

Menjaga kebersihan area genital biasanya dapat memulihkan balanitis. Apabila gejala tidak hilang dalam beberapa hari, segera cari bantuan medis. Dokter dapat meresepkan krim steroid, krim antijamur, hingga antibiotik.

Catatan dari SehatQ

Tubuh senantiasa menunjukkan tanda-tanda tertentu, apabila ada hal yang salah pada diri Anda. Termasuk pada organ reproduksi. Bintik merah pada penis harus Anda waspadai, karena dapat menjadi tanda infeksi menular seksual.

Healthline. https://www.healthline.com/health/mens-health/red-spot-on-penis
Diakses pada 14 Oktober 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325784.php
Diakses pada 14 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed